Diposkan pada Completed

5 things, I could’nt do with My Boyfriend (1/2)

wp-1473387362272.jpeg

Artwork and Fan Fiction

🎬 Present by Rach 🎬

Drama, Romantic, Angst • Twoshoot • Teen

Starring of Park Chanyeol, Bae Sooji 

Bae Sooji Point of View

 

Happy Reading~

 

Oppa…”

“Chanyeol Oppa….”

“Saranghae, Oppa!!!”

Pria yang saat ini berdiri diatas panggung bersama delapan teman-temannya itu dikenal sebagai seorang Rapper dan seorang idol yang memiliki banyak bakat. Salah satu bakatnya adalah menyimpan rahasia yang tak diketahui oleh siapapun selain dirinya dan Tuhan. Hmm tapi… ada pengecualian yaitu Aku.

Aku, seorang gadis biasa yang saat ini terjepit diantara ratusan wanita yang memenuhi ballroom besar ini berkali-kali meringis kesakitan saat kaki-kaki-ku tak sengaja terinjak oleh orang yang berada didepan-belakang-kanan-kiri-ku. Tapi masih beruntung aku bisa berdiri dibaris kedua dari depan panggung mewah itu. Asal tahu saja, sahabatku sampai rela membolos kuliah hanya untuk mengantri dibarisan paling depan agar bisa menyaksikan konser boygroup ini dengan jarak yang dekat.

“Sooji-ya, kau sudah merekamnya kan sejak tadi?” Teriak seorang gadis yang berdiri tepat disampingku, gadis yang sejak tadi meneriaki nama seorang Oh Sehun, maknae dari grup Idol Universal ini.

“Sudah, tapi aku tak yakin apa hasil videonya bagus atau tidak.” Jawabku, mataku tetap fokus kearah layar kamera yang saat ini sedang merekam aksi panggung EXO sore ini.

“Kau harus merekam dengan baik, supaya gadis-gadis SMA itu berani membayar mahal.” Gadis disebelahku kembali bersuara keras karena suasana disini begitu ramai dan berisik.

Arraseo, Hyemi-ah. Kau juga harus merekam yang bagus.” Sautku, aku melirik kesal kearah sahabatku yang sangat cerewet ini.

Kami berdua kembali fokus merekam aksi panggung sembilan pria tampan itu, sampai akhirnya fokusku hilang saat seorang pria bertubuh paling tinggi yang berada diatas panggung itu mengedipkan sebelah matanya yang agak bulat itu tepat kearahku.

Dengan senyuman menawannya itu, ia menyairkan rapp-nya seraya menatap kearahku, yang membuat jantungku sangat berdegup kencang seperti baru saja lari marathon 50 meter saat ujian praktek olahraga disekolahku dulu.

“Chanyeol Oppa melihat kearah kameramu, Bae Sooji! Cepat zoom in!” Pekik Hyemi yang berdiri disampingku, ia kesenangan bukan main. Menurutnya hal itu menjadi Jackpot baginya agar bisa menaikan harga untuk video ini nanti.

Aku hanya tersenyum tipis, bukan, bukan untuk membalas ucapan Hyemi, tapi senyum ini aku berikan untuk membalas senyuman manis Park Chanyeol diatas panggung itu.

Setelah menyelesaikan konsernya selama 3 jam, para idola itu turun dan meninggalkan panggung. Sama dengan kami para penggemar yang dikenal dengan sebutan EXO-L juga keluar meninggalkan ballroom ini.

***

Bulan telah menampakan sosoknya untuk menggantikan tugas matahari menyinari bumi ini. Udara dingin dimusim gugur ini, menyeruak kedalam apartemen sederhana dipinggiran kota Seoul yang menjadi tempat tinggalku sejak tiga tahun lalu aku pindah ke Seoul untuk bersekolah di ibu kota Korea Selatan ini.

Plippp

Suara yang berasal dari pintu Apartemenku yang terkunci telah terbuka setelah seseorang menekan password-nya. Suara langkah seseorang mendekat kearahku yang saat ini sedang memotong daun bawang dimeja dapur kecilku. Beberapa detik kemudian kedia lengan kekar melingkar dipinggang rampingku bersamaan dengan pelukan hangat yang berasal dari orang belakangku.

“Apa kau akan menjual mahal senyumanku tadi di videomu?” Suara bariton terdengar tepat ditelinga kananku, bersamaan dengan senyum seorang pria tampan yang saat ini bisa aku tatap dari samping wajahku.

“Tentu saja.” Jawabku cepat, membalikan tubuhku agar menghadap langsung kearahnya, sedetik kemudian ia meluncurkan sebuah kecupan singkat namun dalam tepat pada bibir merahku.

“Wah, aku sakit hati. Ternyata kau menjual kekasihmu.” Ucap pria bersuara serak yang tinggi dagu-nya setara dengan dahi-ku.

“Aku tak menjualmu, aku menjual aksi panggungmu, Park Chanyeol-ssi.” Balasku, tersenyum tipis pada pria yang sejak 6 bulan lalu menjadi kekasihku.

Yap, pria tinggi berwajah tampan dengan lesung pipi-nya itu adalah kekasihku. Pria yang digandrungi banyak wanita karena sejuta pesonanya itu adalah Chanyeol EXO, grup yang baru saja aku hadiri konsernya siang tadi.

Entah apa yang sudah aku lakukan untuk negara dikehidupanku yang lalu, tapi saat ini aku merasa dewi fortuna memberikan keburuntungan padaku karena membiarkan aku berkencan dengan seorang idola sepertinya. Kalian pasti bertanya kenapa aku bisa berkencan dengan seorang idola sepertinya?

Jawabannya, aku adalah salah satu penggemar EXO terutama pada pria yang memiliki bibir berbentuk hati D.O Kyungsoo, dan kami tak sengaja berhubungan setelah suatu kejadian saat aku yang sedang berdesak-desakan dengan EXO-L lain untuk mengambil gambar mereka dibandara, namun tak sengaja aku menabrak tubuh Park Chanyeol dan ponselku terjatuh bersamaan dengan ponselnya, seolah ini semua sudah diatur oleh sang penulis fanfiksi, ponsel kami berdua memiliki type sama dan menyebabkan ponsel kami tertukar. Setelah hari itu kami berdua berhubungan baik dan menjadi sepasang kekasih hingga sekarang. Kalian pasti berfikir bahwa kisah ini sangat dramatis, benarkan? Aku juga berfikir begitu, tapi karena aku percaya Takdir itu ada, maka aku percaya dengan kisah yang aku alami saat ini.

***

Setelah selesai menyajikan masakanku, kami berdua makan malam bersama. Sebenarnya lebih tepatnya makan tengah malam bersama, karena jam dinding diruang makan ini tengah menunjukan pukul 01:00 a.m. Bukan hal aneh lagi bagiku untuk makan malam selarut ini, karena jam segini-lah kekasihku yang notaben-nya seorang Idola baru bisa santai setelah menyelesaikan jadwal padatnya.

“Besok kita jadi menonton film dibioskop, kan?” Tanya Chanyeol yang sedang menyantantap Sup pasta kedelai buatanku saat ini.

“Kau tidak sibuk?” Aku menoleh karahnya seraya melangkah mendekat membawa segelas air mineral ke meja makan dimana Chanyeol duduk disana.

“Tidak terlalu, hanya akan ada pemotretan untuk majalah bersama member lainnya.” Balas Chanyeol, tersenyum sekilas kearahku yang duduk didepannya.

“Hm, baiklah. Cepat habiskan makananmu, aku ingin tidur.” Aku mengangguk tanda setuju, kemudian melangkah kearah kamar tidurku dengan mata yang sudah sangat berat untuk dibuka.

Semenit setelah aku merebahkan tubuhku diatas kasur menghadap ke jendela kamarku, sebuah pelukan hangat kembali aku rasakan dari belakangku, aku hanya mampu menyunggingkan senyum dengan mata terpejam. Sampai akhirnya sebuah kecupan-kecupan lembut menyisiri leher dan bahuku, membuat mataku terpaksa membuka.

“Oppa! Aku sudah mengantuk.” Aku menggerakan bahuku, memberi kode agar pria itu berhenti dengan kegiatannya.

Arraseo, tidurlah.” Chanyeol tersenyum, menghentikan kegiatannya dan kembali memeluk lebih erat tubuhku.

Setelahnya, aku kembali memejamkan mataku dan tertidur didalam pelukannya, sama seperti pria dibelakangku yang sudah mulai terlelap pulas dibelakangku.

***

Kring….. Kring….

Suara alarm yang berasal dari ponsel pintar ber-case hitam milik Park Chanyeol diatas nakas mejaku berbunyi.

Pria bertubuh tinggi yang juga membuat lengannya panjang itu meraih ponsel miliknya, melihat layar datar yang saat ini menunjukan pukul 05:00 a.m. Chanyeol bangkit dari tidurnya, mendudukan dirinya disisi kasur seraya mengumpulkan nyawa-nya yang masih melayang entah kemana. Setiap hari saat ia menginap ditempatku, ia akan selalu bangun se-pagi ini untuk kembali ke dorm, sebelum manager-nya datang untuk mengecek para member di dorm.

“Sudah ingin pulang?” Aku bersuara, tentu saja siapa yang tidak terbangun jika mendengar suara alarm se-kencang itu. Lagipula, ini sudah biasa terjadi dengan hari-hariku setelah bersama pria yang saat ini sedang menatapku dengan mata kantuknya.

“Iya, aku pulang sekarang ya.” Balas Chanyeol, mengelus lembut rambutku yang berantakan, menatap sayang kearahku yang masih berbaring menyamping kearahnya.

“Hmm, hati-hati ya.” Aku mengangguk, dan membalas senyumnya diwajah sleepy-ku. Tak menjawab dengan kata-kata, kekasihku kini mendekatkan wajahnya kearahku, mengecup singkat namun dalam kening, pipi, dan bibirku seakan tak ingin membuat salah satu dari mereka iri karena tak dapat kecupan dari bibir pria tampan didepanku ini.

Setelahnya, Chanyeol bangkit dari duduknya. Berjalan pelan keluar kamarku, tersenyum sangat tampan kearahku sebentar sebelum ia benar-benar meninggalkan kamar dan apartemenku.

Aku hanya memandang kosong kearah pintu kamar yang baru saja dilewati Chanyeol. Satu hal yang aku yakini saat berkencan dengannya. ‘Waktu itu sangat berharga, terutama saat aku bersama kekasihku.‘Batinku dalam hati.

***

Suasana ramai dikampusku sangat membuat kepala yang berisikan IQ tidak seberapa ini sedikit pusing. Mataku berkali-kali menangkap para mahasiswa-mahasiswi junior maupun seniorku berhamburan menuju kantin, taman, atau tempat manapun yang mereka ingin datangi, karena saat ini sudah jam istirahat.

“Sooji-ya, temani aku ke lapangan basket ya.” Suara cempreng, sahabatku Hyemi kini menambah ke-pusing-an-ku.

Aku hanya mengganguk, tak ingin berdebat apalagi sampai membuatnya mengoceh ini dan itu karena aku menolak ajakannya. Langkah cerianya membawaku menuju bangku yang berada disisi lapangan indor ini, dekat dengan sekumpulan pria bertubuh tinggi yang memakai celana pendek dan baju tanpa lengan berwarna merah-gold.

Sayang, semangat!” Teriak Hyemi yang ke-senangan kearah pria tampan yang sedang berkumpul bersama teman-temannya. Pria itu tersenyum tak kalah bahagia ketika melihat kekasihnya memberi semangat saat ingin berlatih basket.

“Bae Sooji, disini?” Suara lembut pria berwajah tak kalah tampan dari Taemin kekasih Hyemi namun masih kalah dari Chanyeol kekasihku, menyapa dan tersenyum kearahku.

“Iya, sunbae.” Aku mengangguk sekilas, bohong saja jika aku tak senang mendapat senyuman yang selalu didambakan para wanita yang saat ini berteriak-teriak dibangku penonton diatas sana, memanggil namanya Choi Minho.

Minho sunbae kembali mengulas senyum sebelum ia melangkah memimpin para pemain basket lainnya menuju tengah lapangan, asal tahu saja pria yang baru saja menyapaku itu, Kapten basket.

Setelah satu jam latihan pertandingan basket selesai, para pemain kembali ke sisi lapangan dengan keringat ber-cucuran diwajah dan tubuh tinggi mereka. Dengan sigap, Hyemi sahabatku mengeluarkan handuk kecil berwarna putih dan menggenggam botol air mineral ditangannya, menyambut hangat Taemin yang baru saja berdiri didepannya.

Dengan senang hati, Hyemi menghapus jejak-jejak peluh di wajah kekasihnya itu, seraya tersenyum manis seolah membuat kekasihnya itu bisa kehilangan rasa lelahnya. Gadis manis itu menjulurkan botol air mineral yang langsung disambut baik oleh Taemin yang memang sedang kehausan.

Tanpa sadar kedua manik mataku ber-air melihat adegan manis itu. Bukankah semua wanita ingin memperlakukan kekasihnya seperti Hyemi melakukannya untuk Taemin? Aku tak se-naif itu hingga bisa berkata tidak ingin.

Pernah ketika aku sedang menonton konser kekasihku di Seoul, ketika mereka sedang melakukan tanya-jawab dengan pembawa acara, pasti disitu waktu mereka minum dan mengelap keringat mereka yang bercucuran. Aku menatap dalam kearah Chanyeol yang melihatku sekilas, namun sedetik kemudian seorang wanita yang memang bekerja mengurus para member idol grup universal itu mengelap peluh-peluh yang membasahi wajah tampan mereka, memberikan sebotol air mineral untuk mereka. Saat itu hati-ku seolah tercubit, terbesit kalimat yang diucapkan batinku ‘Seharusnya, aku yang melakukan itu padamu, sayang‘ kalimat itu ditujukan untuk pria tinggi yang mengumbar bagian dada atasnya yang terlihat karena dua kancing ter-atas-nya terbuka.

Jadi, salah satu hal yang tak bisa aku lakukan pada kekasihku adalah Menghapus keringat diwajahnya dan memberikan sebotol air mineral saat kekasihku kelelahan karena aktivitasnya. Klasik memang, tapi bukankah itu bisa menjadi sebuah kenangan indah disaat suatu hari kau tidak bersamanya lagi?

***

Senja menjelang malam ini membuat udara semakin dingin. Aku berjalan dengan dress hitam setinggi lutut, masuk kedalam gedung yang me-mamer-kan tayangan-tayangan film. Yap, saat ini aku sedang berada di sebuah gedung bioskop cukup terkenal di Seoul.

Tak ingin membuat waktu, karena memang waktuku hampir terlambat. Aku membeli dua tiket film starwars dan membeli dua gelas minuman dengan satu popcorn caramel. Aku berjalan masuk kedalam studio bioskop yang lampu ruangannya masih menyala.

Mendudukan diri dikursi paling atas dan pojok seorang diri, membuat beberapa pengunjung memperhatikanku dengan tatapan aneh, tentu saja aneh bagi mereka melihat seorang gadis duduk sendiri dengan dua gelas disisi kanan dan kiri. Aku bisa apa? Hanya menghembuskan nafas panjang, berusaha tak peduli dengan opini mereka.

Tak lama kemudian, lampu studio dimatikan, film sudah terputar. Aku belum bisa fokus menonton film yang sudah berjalan selama 19 menit lalu, aku menoleh kerah pintu belakang dan Tring! seorang pria bertubuh tinggi dengan pakaian serba hitam serta topi dan masker yang menutupi separuh wajahnya berjalan mendekat kerahku.

“Apa sudah mulai seru filmnya?” Suara husky itu terdengar bersamaan dengan sosok pria yang duduk disampingku, tersenyum manis setelah membuka maskernya.

“Belum.” Jawabku membalas senyumnya. Yap, pria disampingku adalah kekasihku, Park Chanyeol. Sudah menjadi kesepakatan bersama demi kelangsungan hidupnya sebagai seorang idol, ia akan masuk studio bioskop setelah 20 menit film dimulai dan tentu saja karena saat ini semua penonton sudah fokus dengan film dan tak akan ada yang me-mergoki-nya.

“Kau lelah, Oppa?” Aku bertanya, menatap wajah pria yang sangat aku sayangi ini. Chanyeol hanya menggeleng, matanya fokus menatap serius kelayar besar bioskop yang menayangkan film favorit-nya.

Ia meraih tangan kiriku, menggenggam erat seraya tersenyum hangat kearahku. Ayolah, tujuanku kesini sebenarnya bukan untuk menonton film asing itu, jadi aku lebih memilih menyederkan kepalaku ke lengan kekar kekasihku ini dan menatap intens wajah tampannya, bagiku wajah Chanyeol lebih menarik daripada film barat itu.

Ia melirik kearah jam tangan yang melingkar ditangan kanannya, menatap kearahku dengab tatapan sedihnya. Aku mengangguk pelan, mengerti maksud tatapannya.

“Kau harus menceritakan ending-nya padaku.” Ia mengecup singkat bibir merahku.

“Iya, pergilah.” Aku mengangguk, mengulas senyum dan kembali mem-posisikan duduk-ku.

“Aku tunggu dimobil.” Chanyeol kembali berucap seraya mengecup keningku sebelum ia memakai lagi masker yang menutupi sebagian wajah tampannya. Aku hanya mengangguk dan membiarkannya pergi keluar studio meninggalkanku dan film yang masih berputar.

Setelah Chanyeol keluar 20 menit lalu, film yang sama sekali tak aku mengerti selesai, lampu studio kembali menyala. Orang-orang semakin memandangku aneh, pasalnya diakhir film yang tak ada sedih-sedihnya itu, aku menangis seorang diri, tanpa mereka tahu apa penyebabnya. Andai mereka mengerti bahwa, terkadang memiliki kekasih akan tetap membuatmu merasa kesepian, sepertiku.

Aku keluar studio bioskop seorang diri, lagi. Melangkah gontai menuju parkiran mobil dimana kekasihku menunggu, sambil sesekali menatap iri para pasangan kekasih yang bergandengan tangan keluar studio bisokop ini. Dan hal kedua yang tak bisa aku lakukan dengan kekasihku adalah Masuk dan keluar studio bioskop bersamaan dengan pria yang aku sayangi, Kekasihku.

~ To be Continue ~

Holla…. Rach disini, Hanya ingin menyampaikan maaf sebesar-besarnya karena harus bilang kalu sekarang benar-benar sedang kehilangan mood untuk melanjutkan fanfic ber-chapter. Sebagai permintaan maaf aku akan memberikan fanfic Twoshoot yang gajelas begini.

Aku harap kalian suka, walaupun pasti bosen karena isinya monolog semua, tapi ini adalah konsep Fanfic ini. Minta maaf ya kalau mengecewakan kalian. *bowtoodeep*

Jangan lupa tinggalkan jejak, Aku sayang kalian.❤️

Love,

Rach.

Iklan

Penulis:

No one is too old for fairy tales believe in the Magic!

26 tanggapan untuk “5 things, I could’nt do with My Boyfriend (1/2)

  1. Kak rach aq suka kok ff nya… wuah sooji ternyata lucky fangirls #ngiri..
    aduh bang chan mah kl bagian yang manis2 emg sweet banget… resiko pacaran sm public figur… banyak hal yang harus dikorbankan… tapi kalau sudah cinta mau apa…kekeke
    ditunggu lanjutannya kak…fighting…

    Suka

  2. Akhirnya dirimu update juga rach, aku menunggumu kekkekkk~
    Suka banget sama jalan ceritanya, kaya baca diarynya sooji gitu.
    Tapi kok aku sedih ya, kasihan aja gitu sooji harus kesepian walaupun punya pacar, macam ldr-an gitu kaya daku. Hiksss maap curhat :”D
    Lanjutnya jgn lama2 ya, semangatttt

    Suka

  3. Walaupun suzy itu pacarnya chanyeol tapi nggak ada seorang pun yg tau bahan semua org mengira kalau suzy itu blm punya pacar dan kehipan percintaannya sama chanyeol juga nggak semenarik pasangan pada umumnya.
    Walaupun nggak melanjutnya fanfiction yg lain yg penting kak rach sdh update,gomawo^^

    Suka

  4. Chanzyyy yeay!
    Sedih ya jadi sooji, resiko pacaran sama idol tuh
    Tapi walaupun sweet momentnya sedikit, tetep menarik kok ceritanya. Beneran kaya lagi baca diary cewek yg pacaran sama idol gitu. Ditunggu next shootnya ka! Fighting❤

    Suka

  5. Abis istirahat buka wp eh liat ka Rach update, yuhuuu
    Sukaaaaaaa ceritanya, aku baper banget pas bagian sooji bilang “seharusnya, aku yang melakukan itu padamu, sayang” huhuuuu
    Semoga happy ending ya kisah lucky fangirl ini
    Fighting kak! Semoga cepet balik moodnya hehe

    Suka

  6. Cie… bikin twoshoot hehehe
    Suka kaaaak, ceritanya ringan tapi bisa bikin baper :'< resiko pacaran sama idol gitu yaaaa
    Aaaah semoga happy ending buat Chanzy wkwkwk
    Semangat kak lanjutnya, semoga writterblocknya cepet2 pergi, hushhhhh

    Suka

  7. Jadi ini ceritanya curhatannya si sooji ya ka? Seruuuuuu
    Tapi baper pas baca sooji gabisa ngelakuin hal itu sama chan huhu
    Ditunggu lanjutannya, jangan lama2 ya ka hihi ilopeyouuuutoo

    Suka

  8. Ahhhhh~ eonni aku suka banget sama ff nyaaa
    Padahal baru kemaren ngebayangin baca ff yg ceritanya seorg fans pacaran sama idolanya eh malah kesampean baca yg genre ginian karya eonni lagi jhoaaaa 😀
    Ini terlihat nyata banget 😥 aku kaya bisa ngerasain jdi suzy itu gimana, disatu sisi pasti bangga banget bisa punya pacar seorg Idol tpi disisi lain inilah resikonya, jdi gak bisa memamerkan kemesraan dimuka umum sama kekasih kita dan akhirnya malah nyesek sendiri karna iri sama pasangan yg lain huaaaaa 😥
    Tinggal 3 hal lgi nih yg gak bisa dilakukin suzy sama kekasihnya, jdi penasaran apa lagi yaa?
    Next chapter ditunggu eonni 🙂
    Oh iyaaaa semangat nulisnya yaaaa trs jaga kesehatan eonniii 😀 {}

    Suka

  9. Ka rachhhhh!!!! Maaf baru baca hehe
    Suka ih, konsepnya kaya lagi denger curhatan sooji langsung gitu wkwkwkw
    Terus dua hal yg gabisa dilakuin sooji sama chan itu walaupun sederhana tapi berdampak bgt hikshikshiks
    Ga jauh beda sama LDR ya jadi sooji >,<
    Semangat ka nulis ffnya, ditunggu karya2 daebak mu hihihi

    Suka

  10. Astagaaaa, apa aku terlalu baper ya? Masa mewek pas baca bagian suzy di bioskop nangis gara2 chan udah keluar duluan, hiksss bisa banget ka rach dapetin feelnya :”(
    Jangan lama2 ya ka next shootnya, aku sayang ka rach juga hihi

    Suka

  11. Yah walau bagaimana itu adalah resiko berpacaran dg seorang idol. Banyak yg lain mau berebut di posisi Sooji. Bukan berarti Chanyeol kurang sayang.. tetapi resiko pekerjaan dia. kira2apakah Sooji tahan? Atau mungkin dia akan jatuh cinta pd orang lain yg bisa memberi perhatian lebih? Minho mungkin? Heheheh…. ttp nunggu lanjutan ff ini n yg lain ..makasih byk ya…

    Suka

  12. Gitu kali ya nasib nya klo kita org biasa pnya pcar idol, tyt ga enak jg… Harus sembunyi2, takut kthuan, pdhl kita ga bkin salah…huffff… Semoga mereka kuat…

    Suka

  13. Jadi pacar artis memang butuh kesabaran… apalagi di korea dan itu seorang idol, harus ekstra sabar… semoga Sooji dan Chanyeol bisa menghadapi segala masalah yg ada dan bisa mempertahankan hubungan mereka hingga akhir 🙂
    Cerita yg bagus, ijin baca next partnya, gomawo 🙂

    Suka

  14. Serba salah ya kalau idol x idol pacaran suka saling gak ada waktu kalau idol x orang biasa pacaran suka kayak gak punya pacar
    Duh Suzy unnie demi apa aku gak envy kok #eh aku kasian sama kamu yang bisa bisanya nangis sendirian di bioskop

    Suka

  15. hallo authornim aku readers baru izin baca ff nya ya..

    pertama-tama ff nya KEREN banget aku suka sama chanzy couple,
    dan menurutku ceritanya menarik..
    suzy itu beruntung bisa jadi kekasih nya chanyeol,yang di gilai gampir semua yeoja..
    tapi kasian juga karna tidak bisa seperti pasangan yang lain nya,tak seperti hyemi dan taemin..
    sooji itu untung dan rugi disaat bersamaan menurut ku..
    ah authornim sumpah..sumpah..keren banget ih ff nya ,aku nya jadi baper…

    Suka

  16. hallo authornim aku reader baru izin baca ff nya ya..
    aku udah koment tadi tapi ga muncul-muncul juga ..

    keren banget ff nya aku suka sama chanzy couple,
    sooji itu sangat dn kurang beruntung disaat yang bersamaan..
    beruntung karna sooji punya kekasih seorang idol yang di gilai hampir semua yeoja..
    dan kurang beruntung karna tidak bisa seperti pasangan yang lain nya yang bisa bergandengan tangan, seperti hyemi dan taemin..

    Suka

  17. Aku juga ngerasain sama kaya suzy, ketika pasanganmu memiliki jabatan diorganisasi dan ketika kita ingin melakukan hal kecil dilingkungan kampus dengannya tapi terhalang karena harus profesional.

    Btw, hallo kak.
    Salam kenal, aku reader baru 🙂
    Inspired banget!!!! 😁

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s