story of us

credit poster : Poster by Jungleelovely Poster Channel

Tittle : Story of Us | Author : Rach | Genre : Marriage Life, Romance, Hurt, Angst | Lenght : Chaptered | Main cast : Bae Sooji, Kim Jongin (Kai), Oh Sehun | Support cast : Kim Taeoh (Asher), Jung Soojung, Bae Irene, Byun Baekhyun | Rating : PG-15

Disclaimer : Only storyline belong to me, the rest of characters and background belongs to God. Please do not be plagiarism, let’s respect the work of others. Warning! typo scattered. AU!

 

♫ ♪ The Only Person – K.Will ♪♫

Happy Reading~

Seorang wanita berpakaian formal berjalan keluar dari sebuah ruangan sidang di Distrik Gangnam, dengan setumpuk berkas-berkas penting yang dibawa dengan tas beroda, ia berjalan menuju parkiran mobil yang berada dibelakang gedung.

“Bae Sooji, sore ini kau masih memiliki jadwal sidang” ucap seorang pria dengan tubuh tidak terlalu tinggi yang membantu wanita itu memindahkan setumpuk berkas-berkas kedalam mobil

“Iya, Baiklah Kyungsoo Oppa. Aku akan kembali nanti sore” jawab pengacara cantik yang sudah mendudukan dirinya dibangku kemudi didalam mobilnya.

“Iya, hati-hati dijalan Sooji-ya” ucap Kyungsoo melambaikan tangan saat Sooji sudah menghidupkan mesin mobil dibangku kemudinya

Bae Sooji, wanita muda dengan segudang prestasinya sebagai pengacara publik yang digaji oleh negara, sangat terkenal dengan hasil-hasil sidang yang memuaskan untuk kliennya. Wanita yang ramah dengan siapapun dan juga terkenal dengan sikapnya yang ‘gila’ kerja.

Sooji mengemudikan mobilnya menuju gedung playgroup yang kebetulan tidak terlalu jauh dari tempatnya bekerja. Tempat dimana ia menitipkan anak semata wayangnya agar belajar sambil bermain ditempat cukup terkenal itu.

“Oemma..” Teriak anak laki-laki berusia 4 tahun dengan pipi chubby dan senyum menggemaskannya yang sedang bermain bersama seorang pria dewasa yang berdiri didepannya.

 image

“Taeoh-ah” Sooji menghampiri anak yang memanggilnya dengan sebutan Ibu dan melirik sekilas kearah pria dewasa yang sedang menatap kearahnya.

“Taeoh akan bersamaku hari ini sampai besok” ucap seorang pria yang berdiri disamping anak itu saat Sooji memeluk pria kecil yang tersenyum bahagia melihat kedatangan Ibunya.

Eoh? Tapi…”

“Sabtu dan minggu besok aku ada pekerjaan diluar kota, jadi aku ingin menggantinya dengan hari ini dan besok” saut pria berkulit Tan yang menatap kearah Sooji masih dengan ekspresi dinginnya yang sudah sangat Sooji hafal.

“Hmm, Geurrae. Bawalah Taeoh bersamamu” Sooji mengangguk sekilas memberikan izin pada pria itu dan masih asik mengelus pipi sintal anak semata wayangnya.

“Taeoh, hari ini dan besok main bersama Appa ya?” Pria itu berjongkok disamping Sooji dan tersenyum kearah anak laki-laki yang terlihat sangat mirip dengannya.

Eoh Appa, Oemma ingin ikut?” Taeoh menatap dengan wajah polosnya kearah Sooji yang telah bangkit dan berdiri disampingnya.

“Oemma tidak bisa ikut, tapi lusa Oemma akan menjemput Taeoh disini, Eoh?” Ucap Sooji tersenyum hangat mengelus rambut kecoklatan milik jagoan kecilnya itu.

“Taeoh tidak apa-apa?” Tanya pria dewasa itu tersenyum penuh kasih sayang untuk anak laki-laki didepannya.

Eoh Appa” Taeoh tersenyum manis kearah Pria dewasa yang sudah memposisikan diri berdiri disampingnya.

“Jongin-ah, jaga Taeoh baik-baik” ucap Sooji begitu Pria bernama Kim Jongin itu menggendong anaknya dipelukannya.

Eoh, kita pergi duluan ya” Jongin manganggukan kepalanya singkat sebelum berjalan kearah mobilnya yang terparkir didepan gedung playgroup bersama Taeoh yang duduk dikursi belakang.

“Taeoh-ah, Annyeong” Sooji melambaikan tangannya kearah pria kecil yang tersenyum menggemaskan dari balik kaca mobil disampingnya.

Anak laki-laki berwajah tampan dengan senyuman mempesona itu adalah anak kandung Bae Sooji hasil pernikahannya dengan Kim Jongin 4 tahun silam. Anak bernama Kim Taeoh harus terbiasa tinggal bergantian dengan Ibu ataupun dengan Ayahnya, karena sejak ia masih didalam kandungan sang Ibu, kedua orangtuanya bercerai dan sejak lahir ia tinggal hanya berdua dengan Bae Sooji diNegeri Sakura.

Saat Taeoh berusia 2 tahun barulah ia dipertemukan dengan Kim Jongin, ayah biologisnya yang berada di Korea, sudah pasti seorang anak kecil akan merasa tidak nyaman dengan orang yang menurutnya asing, tapi hal itu tidak berlangsung lama karena Jongin dengan mudahnya berhasil mengambil hati anak semata wayangnya itu dan membuat hubungan mereka semakin erat sampai sekarang.

***

“Taeoh-ah, Ingin makan apa malam ini?” Jongin mengecup singkat pipi Taeoh yang berada digendongannya begitu masuk kedalam Apartemen yang cukup mewah yang menjadi tempat tinggalnya bersama Sooji, dulu.

“Daging” jawab Taeoh dengan polos yang tersenyum menggemaskan digendongan Jongin

“Hmm Geurrae, nanti Appa akan pesankan daging dari Restauran yang lezat.” ucap Jongin yang menciumi kembali pipi menggemaskan anak kesayangannya.

“Kapan Appa?” Tanya Taeoh yang terlihat antusias yang sudah mendudukan dirinya dikasur dalam kamar Jongin.

“Nanti, sekarang waktunya Taeoh tidur siang” balas Jongin yang sudah melepaskan dasi dan jas yang dipakainya untuk bekerja tadi pagi dan meletakan asal diatas sofa yang berada dikamarnya.

“Tidak mau, Taeoh tidak ingin tidur siang” saut Taeoh dengan bibir mencuat kesal kearah Jongin yang sudah merebahkan tubuhnya disamping Taeoh.

“Taeoh-ah, nanti bangun tidur Appa belikan es krim Strawberry kesukaan Taeoh, Bagaimana?” Bujuk Jongin dengan lembut mengelus punggung mungil Taeoh yang masih duduk disampingnya.

Jinjja Appa?” Taeoh melebarkan senyumnya mendengar makanan favoritnya disebutkan oleh Ayahnya yang saat ini tersenyum hangat padanya.

Eoh, Jinjja” jawab Jongin membulatkan matanya meyakinkan anaknya yang sedang tersenyum dan selalu bisa membuat hatinya bermekaran tak bisa memungkiri kebahagian yang ia rasakan karena memiliki Taeoh dalam hidupnya.

Geurrae, Taeoh akan tidur siang” ucap Taeoh yang langsung berbaring disamping Jongin yang tersenyum puas karena rayuannya berhasil.

Setelah menidurkan Taeoh, Jongin melangkahkan kaki jenjangnya keluar kamar menuju ruang kerjanya dan mendudukan dirinya dibangku depan meja yang sudah terdapat tumpukan berkas-berkas diatasnya. Ia tidak bisa membuang-buang waktu yang ada untuk mengabaikan pekerjaannya yang menumpuk.

Drrtt… Drrrtt…

“Ada apa Hyung?” Sapa Jongin begitu menggeser layar ponselnya yang bergetar dan menjawab panggilan pria yang lebih tua darinya.

“Jongin-ah, ada beberapa berkas yang harus kau tanda tangani sebelum berangkat ke Jeju” ucap seorang pria disebrang line telepon yang tersambung keponsel pintar milik pria yang saat ini sedang membolak-balikan lembar kertas yang ada didepannya

Ne hyung, bisa tolong kau antarkan ke Apartemenku. Aku tak bisa meninggalkan Taeoh sendirian” pinta Jongin yang sedang sibuk dengan kegiataanya dan bola mata yang bergantian melirik kearah berkas dan layar komputer didepannya.

Eoh arraseo, nanti sepulang dari kantor dan menjemput Irene aku akan ketempatmu” ucap pria bernama Baekhyun yang kebetulan adalah Sekertaris Jongin diperusahaan milik keluarga Kim dan suami dari Bae Irene kakak sepupu Bae Sooji, mantan istrinya.

Ne hyung, gomawoyo” balas Jongin sebelum memutus panggilan diponselnya.

Kim Jongin adalah pewaris Keluarga Kim yang salah satu kekayaannya yaitu Perusahaan arsitektur bangunan, yang sudah cukup terkenal diKorea selatan dan dipercayakan membangun gedung-gedung pencakar langit maupun Resort terkenal diberbagai kota di negeri gingseng ini.

Seorang pria tampan dengan kesuksesannya dan sudah dikenal sebagai Ayah muda yang sangat sayang dengan anak semata wayangnya itu tidak merubah pandangan para wanita yang tergila-gila padanya dan ingin menjadi pendamping hidupnya serta menjadi ibu baru dari anak menggemaskan yang selalu ia banggakan didepan semua orang.

***

“Sooji-ya, kau sedang sibuk?” Tanya seorang wanita disebrang panggilan yang baru saja tersambung keponsel Sooji

Aniyo, Ada apa Eonni?” Jawab Sooji yang menyenderkan punggungnya dibangku kerjanya setelah hampir seharian melakukan sidang-sidang dipengadilan.

“Nanti sepulang dari RS, Baekhyun mengajakku ketempat Jongin. Dia bilang Taeoh sedang ada disana” Irene melepas Jas putih kebesarannya sebagai seorang dokter dan merapihkan dirinya didalam ruangan pribadinya.

Ne Eonni, hari ini dan besok Taeoh bersama Jongin karna Sabtu dan minggu Jongin harus keluar kota” jelas Sooji yang sedang memijat-mijat pelipisnya karena rasa lelah yang menyelimuti dirinya.

“Hmm begitu, kau ingin menitipkan sesuatu untuk Taeoh?” Irene yang sudah berpakaian rapih meninggalkan ruangan bertulisan ‘Emergency Room‘ di Rumah Sakit Universitas Hongkuk dan tersenyum manis melihat sosok pria yang berada didalam mobil yang terparkir menunggunya.

Aniyo Eonni, pasti Jongin sudah menyiapkan kebutuhan Taeoh di Apartemennya”  Wanita berprofesi pengacara itu menyesap kopi Americanno yang berada dimejanya setelah baru saja Kyungsoo memberikan padanya.

Eoh arraseo, Kalau begitu aku pergi dulu ya. Kau! Jangan minum kopi terus, jaga kesehatanmu!” Perintah Irene yang sudah mendudukan dirinya didalam mobil Baekhyun yang menjemputnya didepan RS.

“Hmm arraseo, Annyeong” balas Sooji yang tertawa kecil sebelum ia memutuskan panggilan telepon kakak sepupunya itu.

***

“Bagaimana hari ini? Sibuk sekali?” Tanya baekhyun yang sedang mengemudikan mobilnya menuju apartemen Jongin, ia melirik kearah wanita yang duduk disampingnya.

Ani, untungnya tidak terlalu sibuk” Irene tersenyum hangat kearah pemuda Byun kesayangannya itu yang juga menyimpulkan senyumnya.

“Tadi kau menelpon siapa? Sooji?” Baekhyun kembali fokus menatap jalan dengan kedua tangan dikemudinya.

Eoh, aku bertanya apa ada yang ingin ia titipkan untuk Taeoh, tapi katanya Jongin pasti sudah menyiapkan semuanya untuk Taeoh” jelas Irene yang memposisikan tubuhnya bersandar dijok mobilnya penumpang disamping Baekhyun.

“Hmm tentu saja, kau tau Jongin tidak akan membiarkan Taeoh tidak senang saat bersamanya” Baekhyun tersenyum mengingat teman sekaligus mantan adik iparnya itu begitu sayang pada anak semata wayangnya.

“Hmm iya ya. Andai saja mereka berdua bisa mengurus Taeoh bersama-sama, pasti sangat menyenangkan” Irene menghembuskan nafas panjang dan berdecak kecewa mengingat perceraian diantara kedua adiknya itu.

“Semoga saja takdir mempersatukan mereka lagi ya, Yeobo” Baekhyun tersenyum hangat kearah Irene wanita yang dinikahinya 2 tahun yang lalu.

“Aaah, menyenangkan sekali kalau kita punya anak seperti Taeoh” Irene kembali menghela nafas kecewa, karna sampai saat ini mereka berdua belum dikaruniai buah hati.

Yeobo, kita pasti bisa punya anak seperti Taeoh bahkan lebih menggemaskan dari Taeoh” Baekhyun memalingkan wajahnya dan menggenggam hangat tangan istrinya yang sedang tersenyum kearahnya

***

Suara bel terdengar dari luar Apartemen milik Kim jongin, dibalik pintu Baekhyun bersama Irene sang istri sudah berdiri menunggu dibukakan pintu oleh sang pemilik Apartemen.

“Noona annyeonghaseo” sapa Jongin begitu membukakan pintu dan melihat Irene tersenyum kearahnya.

Eoh, annyeong. Taeoh dimana?” Tanya Irene antusias saat masuk kedalam Apartemen Jongin dan menyebar pandangan mencari malaikat kecil dirumah itu.

“Sedang tidur siang dikamarku” Jongin melirik kearah pintu sebuah kamar dan berjalan kearah ruang kerja diikuti oleh Baekhyun dibelakangnya.

Igeo, semuanya kau tanda tangani” ucap Baekhyun seraya mengeluarkan berkas-berkas dari tas kerjanya untuk pemuda Kim, atasannya.

Jongin dan Baekhyun mulai sibuk menghabiskan waktu beberapa menit didalam ruang kerja Jongin untuk membahas beberapa pekerjaan mereka.

Yeobo, cepat kesini” teriak Irene yang terduduk didepan televisi living room cukup luas didalam apartemen Jongin.

“Ada apa, yeobo?” Baekhyun segera menghampiri Irene yang diikuti oleh Jongin yang mengekor dibelakangnya.

“Lihatlah, sidang Sooji berhasil lagi. Cleaning service yang dituntut dengan pencemaran nama baik Zeus group dibebaskan karna kurangnya bukti” jelas Irene yang serius menonton berita ditelevisi milik Jongin.

“Ah syukurlah. Lagipula aku yakin Sooji pasti akan memang akan menang lagi” Baekhyun tersenyum bangga pada adik iparnya seraya mendudukan dirinya tepat disamping sang Istri.

Eoh, pastinya. Dan karena pengakuan mengejutkan dari CS itu bahwa sang direktur dipergoki sedang mengkonsumsi narkoba didalam ruangannya, Zeus group akan mendapatkan penyelidikan lebih lanjut” tambah Irene yang masih fokus menatap layar televisi yang masih menampilkan berita terkait adik sepupunya.

“Tapi yeobo, CEO Zeus group pasti tidak akan diam saja kalau menyangkut direktur yang kebetulan anaknya” saut Baekhyun yang mulai ikut antusias dengan kasus yang ditayangkan ditelevisi.

Eoh, bisa saja kasus ini langsung ditutup begitu saja” timpal Irene tak kalah antusiasnya, berbeda dngan sikap pria berkulit Tan yang hanya menatap datar kearah layar LCD Tv didepannya.

“Kalau hanya ditutup sih tidak masalah, kalau sampai balas dendam dengan-“

“Sooji? Astaga, Bagaimana ini???” suara Irene memekik terkejut membayangkan adik sepupunya akan mendapat masalah yang belum tentu akan terjadi.

“Yak, Kim Jongin! Bisa-bisanya kau santai seperti itu!” Teriak Baekhyun yang melihat Jongin merebahkan punggungnya disofa dengan mata terpejam.

“Kenapa hyung? Aku bingung mendengarkan pembicaraan kalian yang semakin tak masuk akal” saut Jongin masih dengan nada acuhnya dan mata terpejamnya.

Aigooo, malangnya Sooji-ku. Yak! Pokoknya kau harus menjaga adik dan keponakanku!” Irene melempar bantal sofa kearah wajah Jongin dan menatap geram kearah mantan adik iparnya.

“Noona! Tenang saja, hal-hal yang seperti itu hanya ada didalam drama, Kau tak perlu berlebihan.” teriak Jongin mulai kesal dengan sikap mantan Kakak iparnya yang saat ini menatap tajam kearahnya.

***

“Appa…” Suara serak anak kecil yang baru bangun tidur terdengar menghampiri living room apartemen Jongin dimana ketiga orang dewasa sedang berdebat.

Aigoo Taeoh sudah bangun ya sayang” Irene dengan cepat menghampiri Taeoh yang masih mengucek-ngucek mata sayunya berdiri disamping Jongin.

“Bibi…” Pria kecil itu tersenyum menggemaskan kearah Irene yang sudah menggendongnya.

“Taeoh-ah, Paman kangen Taeoh” ucap Baekhyun mengecup dalam pipi tembem Taeoh yang duduk dipangkuan Irene disampingnya.

“Appa, es krimnya dimana?” Taeoh menjulurkan tangan mungilnya menagih es krim yang dijanjikan  Jongin yang tersenyum kearahnya.

“Nanti ya sayang, Taeoh mandi dulu nanti kita keluar beli es krim” Jongin menjawab Taeoh dengan nada suara lembut, dan Baekhyun selalu terperangah melihat sikap manis Jongin yang hanya ia tunjukan untuk putranya itu.

“Taeoh, ingin dimandikan dengan Bibi?” Tanya Irene pada Taeoh yang masih menyenderkan tubuh lemasnya didada Irene.

Eoh Bibi” Taeoh mengangguk antusias, ia memang sangat dekat dengan Bibi berparas cantik yang sangat menyayanginya.

Kajja Taeoh-ah” ajak Irene yang menggenggam lengan mungil Taeoh dan berjalan menuju kamar mandi.

“Kau serius harus ke Jeju-do?” Tanya Baekhyun begitu Irene meninggalkan mereka berdua di living room.

“Hmm, cuma itu satu-satunya cara supaya Jeguk group tetap menjadi investor perusahaan kita” jawab Jongin acuh dan kembali memejamkan matanya diatas sofa.

“Tapi tidak harus sampai menerima kesepakatan seperti itu segala kan?” Baekhyun meninggikan nada suaranya tak senang dengan keputusan atasannya itu.

“Hyung, aku hanya akan bertemu dengannya saja. Urusan selanjutnya belum aku fikirkan. Lagipula bagaimana nasib perusahaan kalau sampai Jeguk group menarik sahamnya?” Jongin mulai kesal dengan sikap sekertarisnya itu. Ia mengacak kasar rambutnya dan kembali membuka kedua matanya.

“Yasudahlah itu keputusanmu sebagai Presdir, lagipula kesehatan Ayahmu pasti akan semakin buruk kalau melihat perusahaannya tiba-tiba bangkrut” ucap Baekhyun berdiri dari duduknya dan menuju dinning room dan mengambil bir kaleng yang ada didalam lemari es.

“Irene noona tidak tau kan soal ini?” Jongin ikut bangkit dari duduknya dan menatap penasaran seraya menghampiri Baekhyun yang menatapnya gugup.

“Itu… Aku sudah memberitahunya tadi dimobil” Baekhyun meneguk salivanya susah payah dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Hyung!!! Aish kau memang tidak bisa menjaga rahasia” teriak Jongin kesal dengan sifat rekan kerjanya yang selalu tidak bisa menahan mulutnya untuk tidak membocorkan rahasia pribadinya.

“Kenapa? Kau takut Irene akan memberitahu Sooji? Yak Jongin-ah! Kau fikir Sooji akan peduli dengan kehidupanmu itu?” Saut Baekhyun tertawa mengejek Jongin yang semakin geram menatapnya.

Aniyo, aku hanya-“

“Kenapa kau tidak memberitahu Sooji alasanmu ke Jeju-do besok? Kau takut Sooji cemburu?”  suara Irene tiba-tiba menginterupsi ucapan Jongin yang terpotong dan membuat kedua pria itu memalingkan wajah dan menatap kearah Irene.

“Noona!” Jongin melirik tajam kearah Irene yang sedang menggendong Taeoh dipelukannya

“Kenapa? Kau takut Taeoh marah padamu? Tentu saja dia pasti akan marah!” Irene menyimpulkan senyum sinis dan berjalan meninggalkan 2 pria dewasa yang sama terkejutnya dengan ucapannya barusan.

“Hyung!” Jongin menatap memelas kearah Baekhyun, berharap meminta bantuan agar urusan pribadinya tak sampai ditelinga mantan istrinya.

“Aku tidak ikut campur, itu urusan Kau, Sooji dan Taeoh” Baekhyun menggidikan bahunya acuh dan melambaikan tangannya tanda penolakan.

***

Pria berwajah tampan dan berpenampilan gagah itu melangkahkan kakinya memasuki sebuah gedung perusahaan seraya menggedong seorang pria kecil yang tentu saja membuat orang-orang yang berada digedung itu menunduk hormat padanya dan mengenal siapa anak menggemaskan yang yang saat ini sedang bercanda ria dengan sang Ayah.

“Jongin-ah, kau sudah sampai?” Baekhyun menyapa Jongin yang baru saja tiba dikantor mereka dengan wajah tak enaknya.

“Hyung! Kau bilang tugasku sudah selesai semua, kenapa tiba-tiba ada meeting mendadak?” Jongin menatap kesal kearah Baekhyun yang notabennya sebagai sekertarisnya dikantor.

“Jeguk group mendadak minta jadwal meeting dimajukan sebelum kau pergi ke Jeju-do, Mianhae.” jawab Baekhyun tersenyum canggung kearah Jongin yang terlihat marah padanya.

“Sudah berapa kali aku katakan, kosongkan semua jadwalku selama 2 hari dalam seminggu. Itu waktu khususku untuk bersama Taeoh” Jongin meninggikan nada suaranya, saat ini ia tak bisa menahan rasa kesalnya karena waktu bahagianya bersama anak semata wayangnya harus terganggu.

Mi..mianhae Jongin-ah, Akan aku pastikan hal ini tidak akan terulang lagi” Baekhyun menundukan kepalanya singkat merasa tak enak. Sudah hal biasa Jongin akan memarahinya walaupun mereka berteman dekat. Apalagi jika menyangkut sesuatu yang berhubungan dengan Taeoh.

“Taeoh-ah, Appa ada pekerjaan. Taeoh tunggu sebentar ya” Jongin mengecup pipi kenyal Taeoh yang berada digendongannya, merasa tidak rela berpisah dengan jagoan kecilnya itu.

“CEO Kim ada diruangannya, lebih baik kau bawa Taeoh menemuinya” ucap Baekhyun melirik ke arah Taeoh yang terlihat sedih karna harus ditinggal Appanya.

“Benarkah? Taeoh-ah, Ayo kita bertemu Arabeoji” Jongin tersenyum hangat kearah Taeoh berjalan keruangan Tuan Kim, Ayahnya.

Jongin dengan sigap membawa Taeoh ke ruangan yang tak jauh dari ruangan pribadinya, dimana seorang Pria pemilik Shinwa group ini sedang bekerja diruangan cukup mewah itu.

“Arabeoji” Taeoh berlari kesenangan begitu melihat Tuan Kim duduk dengan wibawanya dikursi kebesaran didalam ruangannya.

Aigoooo… Taeoh ikut kesini” Tuan Kim menyambut Taeoh dengan senyum dan merengkuh tubuh mungil itu kedalam pelukan hangatnya.

“Arabeoji, Bogosipeo” ucap Taeoh mengerucutkan bibirnya kearah Tuan Kim yang membuat Kakeknya itu semakin gemas.

Eoh, Arabeoji juga sangat merindukan Taeoh” balas Tuan Kim mengelus lembut rambut cucu semata wayangnya.

“Abeoji, Aku akan menghadiri meeting dulu. Aku titip Taeoh sebentar” Jongin menginterupsi acara lepas-rindu antara Kakek dan Cucu seraya melirik jam Rolex yang melingkar ditangannya.

“Hmm, pergilah” jawab Tuan Kim dengan santai yang masih asik memandangi wajah Cucu kesayangannya.

“Taeoh-ah, Appa tinggal dulu ya sebentar” Jongin tersenyum hangat ke arah Taeoh yang melirik kesal kearahnya.

Jongin hanya bisa terkekeh gemas jika sudah melihat anak semata wayangnya itu menekuk wajah cemberutnya karena kesal. Ia menunduk sekilas kearah Tuan Kim dan melangkahkan kakinya keluar ruangan Tuan Kim.

***

“Taeoh-ah, bagaimana kabar Oemma?” Tuan Kim menatap Taeoh yang sedang asik memakan es krim yang ia berikan setelah Tuan Kim memerintah Minseok sekertarisnya untuk membelikan Cucunya es krim.

“Oemma? Oemma sangat cantik.” jawab Taeoh polos, ia belum mengerti tentang arti dari kata ‘Baik-baik saja’ diusianya yang sekarang bukan? Yang ia tahu bahwa Ibunya memang sangatlah cantik.

“Tentu saja, Taeoh Oemma pasti sangat cantik” Tuan Kim tertawa geli mendengar jawaban polos yang keluar dari bibir mungil cucunya.

“Arabeoji merindukan Oemma?” Taeoh menatap Tuan Kim dengan bibir kotor karena es krim yang belepotan.

Eoh, Arabeoji sangat merindukannya. Nanti kalau Taeoh ingin bertemu Arabeoji harus datang bersama Oemma ya, Janji?” Tuan Kim membersihkan bibir Taeoh dengan sapu tangannya dan menjulurkan kelingkingnya kearah sang Cucu.

“Hmm, Janji” jawab Taeoh yang tersenyum gemas kearah Kakeknya dan mengaitkan kelingking mungilnya dengan kelingking kekar sang Kakek.

Setelah hampir 2 jam Jongin sibuk menghadiri meetingnya, Ia langsung bergegas keluar ruangan begitu selesai dan menuju ke ruangan Tuan Kim sekaligus Ayah kandungnya.

“Taeoh-ah, Appa sudah selesai. Ayo kita makan siang diluar” ucap Jongin yang berjalan menghampiri Taeoh yang sedang asik bermain bersama Tuan Kim.

 image1(1)

“Tidak mau!” tolak Taeoh dengan suara kencangnya, melirik tajam kearah Jongin yang sejak tadi meninggalkannya.

“Taeoh marah sama Appa? Maafkan Appa ya?” Jongin mendudukan dirinya disamping Taeoh yang masih melirik tajam kearahnya. Ia mengelus lembut pipi kenyal anaknya yang terlihat marah padanya.

“Taeoh ingin disini saja bersama Arabeoji” teriak Taeoh masih dengan ekspresi kesal yang malah membuatnya semakin menggemaskan.

“Appa benar-benar minta maaf, Hm? Mianhae Taeoh-ah” Jongin mengerutkan alisnya memelas kearah Taeoh yang masih cemberut kearahnya.

“Taeoh-ah, maafkan Appa ya? Taeoh bilang tadi sudah berjanji sama Oemma tidak akan marah pada Appa” Tuan Kim mencoba menengahi pertengkaran Ayah dan anak yang terlihat menggemaskan itu, ia tersenyum melihat anak dan cucunya bertingkah lucu didepannya.

“Tapi Appa berbohong! Katanya ingin bermain bersama Taeoh, tapi Appa meninggalkan Taeoh” Taeoh mengoceh dengan wajah cemberut menatap Tuan Kim yang sedang mengelus rambutnya lembut.

Mianhae Taeoh-ah, lain kali Appa tidak akan pergi lagi kalau sedang bersama Taeoh, Janji” ucap Jongin dengan wajah penuh sesal dan menjulurkan kelingkingnya kearah Taeoh.

“Janji Appa?” Taeoh mengikat kelingking mungilnya dengan kelingking Jongin dan menyatukan kedua ibu jari mereka menandakan perjanjian di Sah-kan.

“Hmm Janji”jawab Jongin tersenyum manis kearah Taeoh dan mengecup sekilas bibir mungil anaknya itu.

“Abeoji, aku dan Taeoh pulang ya” Jongin berpamitan dan tersenyum kearah Ayahnya seraya menggendong Taeoh dalam pelukannya.

“Jongin-ah, kau yakin akan pergi ke Jeju-do?” Tuan Kim menatap penuh arti kearah Jongin yang juga menatapnya.

“Hmm, cuma itu yang bisa aku lakukan untuk perusahaan” Jongin mengangguk singkat dan berniat melangkahkan kakinya keluar ruangan Ayahnya.

“Taeoh? Apa kau sudah memikirkan perasaanya? Ayolah Jongin-ah, kau tidak harus menerima kesepakatan itu” Tuan Kim bangkit dari duduknya dan menatap penuh harap kearah Jongin yang memalingkan tubuh kembali menatapnya.

“Aku akan tetap menjaga perasaan Taeoh” Jongin menatap hangat kearah Taeoh yang mulai mengantuk dipelukannya, dan kembali bertatap mata dengan Ayahnya.

“Lalu Sooji? Apa kau yakin tidak akan menyakiti perasaannya” Tuan Kim menghela nafas gusar mengingat mantan menantu kesayangannya 4 tahun lalu.

“Abeoji, kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Dan pasti Sooji sudah tidak peduli dengan kehidupan pribadiku” jawab Jongin yang mulai merasa kesal dengan ucapan ayahnya barusan.

“Tetap saja, kalian berdua masih memiliki ikatan satu sama lain, Taeoh? Anak kalian berdua” saut Tuan Kim sedikit meninggikan intonasi suaranya, menekankan kalimat bahwa kedua anak itu masih saling memiliki ikatan. Jujur, ia sangat merasa geram dengan sikap Jongin yang terlalu mementingkan ego-nya.

“Abeoji, Cukup. Aku tak ingin berdebat denganmu. Aku pulang dulu” Jongin sedikit berteriak kearah Ayahnya dan menatap sinis sebelum ia berjalan meninggalkan ruangan Tuan Kim yang kembali terduduk seorang diri.

~To be Continue~

Hallooooowww…. ini pertama kali aku buat ff genre Marriage life sebenarnya lebih tepatnya kehidupan sepasang suami istri yang sudah bercerai sih /slapped/, karna kebetulan aku pecinta ff ber-genre Marriage life jadi pengen coba mengembangkan imajinasiku.

Semoga suka yaaaa❤ *kisseu manja dari Taeoh*

Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya, seperti biasa aku akan kirimkan password Chapter selanjutnya ke E-mail kalian, aku pengen tau banyak yang tertarik dengan ff ini atau ngga. Terimakasih….

Eh satu lagi sarannya, menurut kalian lebih baik aku melanjutkan ff Remember atau ff ini dulu ya? Bingung mau lanjut yang mana, kalau lanjut kedua-duanya takut keteteran nantinya hehe.

Love,

Rach.

Iklan

38 pemikiran pada “Story of Us #1

  1. Yeayyy, Akhir kakak bikin ff Kaizy. Sukakkkk❤❤❤❤
    Belum pernah baca ff yg tokoh Suzy-nya jadi punya anak, apalagi anaknya gemes gilaaaaakkkk kaya Taeoh *kecupbasahhhhh*
    Kalo menurutku, lanjut yg ini aja Kak, tertarik banget sama kisah mereka…
    Semangattttt!!!!

    Agniyyaproperti@gmail.com

    Suka

  2. Ommo!!!!! Ff baru lagi kakkk?????
    Gemes banget liat foto Taeohnyaaa😹😹😹
    PENASARAN!!! Kenapa Sooji bercerai sm Jongin? Suka banget sama karakter Sooji disini.
    Genre favoritku juga loh kak ini❤❤❤❤❤❤❤
    Lanjutin ini dulu aja ya kak, plissss

    Kalo udah update kirim ke emailku ya kak. Metahara27@gmail.com

    Suka

  3. Penasaran apa yg membuat sooji dan jongin bercerai..pdhl saat itu sooji sdng hamil..dan apakah yg di takutkan oleh baekhyun dan iren akan trjd sm sooji?dan apa yg sooji lakukan saat mengetahui mksd kepergian jongin ke jejudo? Ditunggu next partnya..
    Klo menurtku terserh author aja mau yg mana dlu..krn author yg mempunyai cerita..hehehe
    w.adiezty@gmail.com

    Suka

  4. Yeey new ff with my favorite cast hunzy kekeke…Jd suzy sm jongin udah cerai… Penasaran alasan knp mrk cerai soalnya jongin kayaknya msh suka sm suzy… Aduh taeoh lucu banget sih… #baperingetOhMyBaby… Sehun oppa mana nih kok belum nongol… Kekeke… Penasaran sm karakter sehun ntar..#mungkinmasihngumpet
    Apa dy bakalan jd putra zeus grup yg kena masalah itu… Ahh ga sabar nunggu karakter sehun muncul apalagi kl ntar sikapnya dingin2 perhatian gitu istilahnya mah karakter sehun itu kurang ajar tp ngegemesin whakakak..
    Jujur krn aq suka banget sm ff genre married life… Jd aq kayaknya prefer yg ini ketimbang yg remember… Walaupun aq juga suka banget sm yg remember… Baekzy…. Berharapnya sih dua2 dilanjut kekeke #maruk
    Ditunggu next chapnya.. Fighting…
    fatir.oh98@gmail.com … Gumawo…😂😂😂

    Suka

  5. yeeee akhirnya ada ff kaizy genre married life genre favku
    kalo diliat2 kai kayaknya masih cinta sama suzy ya? oh iya awal suzy sama kai bisa menikah kenapa thor? semoga dijelasin di chap selanjutnya kekek
    eh itu ada krystal ya? uhh kok jadi takut jadi penghalang kaizy yah :’)) eh tapi ada sehun jg kalo suzy disakitin kai lari ke sehun aja ya suez haha
    di tunggu chap selanjutnya donkyank29@gmail.com

    Suka

  6. Yeayyy, main castnya Bias-ku semuaaaaa!!!
    Baru chap 1 aja udah seru thor aku bacanya, mesem2 sendiri karna ada Taeoh-nya. Ahhh pasti konfliknya bakal rumit banget nih ya >,<
    Kapan sehun muncul????? Ga sabar nunggu kelanjutannyaaaaa. Aku pilih ff ini dulu deh thor, Remembernya nanti aja kalau Heal me,Love me selesai, oke?!!! *maksa* wkwkwkw
    ini emailku :
    Nia.ivo@gmail.com

    Suka

  7. Kakkkkkk Rach!!! Kenapa sih bisa banget bikin penasaraaaan. Huffff *sokakrab*
    Sukaaaaaa, baru baca ff yg Sooji eonni jadi Ibu hihihi
    Kok mereka cerai sihhhh? Kenapaaaa?
    Terus itu ada Sehun juga? Akhhhh senangnyaaaa *tebarbunga*
    Ditunggu kelanjutannya, yg ini aja dulu ya plisssss….
    Emailku : bastriani.sk@gmail.com

    Suka

  8. Kak Rachhhh!!! Seruuuuuu, aku baru baca Remember terus baca ini…. kayaknya lebih tertarik ini dulu deh, soalnya ada Sehuuuun😍😍😍
    Kalo 22nya bisa ga kak?! Kekekekek *maruk*
    Taeoh gemesnya ga ketolongan ihhhhh. Disini ada Kristal juga? Duh kok ngeri ya jadinya wkekwk
    Semangat lanjutinnya, aku slalu dukungggg!!!

    Suka

  9. Maaf baru sempet mampir, Aku udah liat poster ini ditempat km Req, aku jail liat summary-nya trus intersting. Jadi deh akhirnya baca epep ini juga.

    Suka sama alurnya, pecinta genre marriage life juga nih. Jd pengennya km lanjut yg ini, walaupun belum baca yg Remember. Btw semangat ya!

    Suka

  10. Hai Rach, aku liat wp-mu dari promosi yg km cantumin diExoffi.
    Reader barumu nih, eh enggak deng. Udah pernah baca love tender-mu disana.
    Aku liat ff ini jd ‘best fairytale’ disini, penasaran pas dibaca eh SUKA masaaaaa😂
    Aku tante-tante yg mengidolakan Asher loh. Kekekeke
    Lanjutannya ditunggu ya.

    Suka

  11. Nah baru baca…. ceritanya mendalam banget.. feelnya dapet. Mungkin kesepakatan yg dimaksud adl. Menikah dg putri perusahaan itu.. makanya diungkit masalah perasaan Suzy. Kira2 apakah mereka berdua msh memiliki perasaan saling sayang? Taeoh kasian… anak lucu iu blm tau kerasnya hidup.
    Izin minta pw selanjutnya ya eonn.. mksh sebelumnya
    titinsetyo32@gmail.com

    Suka

  12. Sebenarnya apa yg membuat Jongin dan Sooji bercerai? karena sudah pasti bukan karena keluarga mereka, melihat betapa sayangnya Tn. Kim pada Sooji, mantan menantunya dan jg hubungan baik Jongin dengan Irene yg merupakan keluarga Sooji… lalu karena apa? penasaran…
    Cerita yg sangat menarik, ijin minta password author, gomawo 🙂

    Suka

  13. Keren. walaupun udh cerai tapi msh bisa jangan hubungan kedua belah pihak.
    jd jongin mw ketemu dgn seseorang yang sudah disepakati?
    walalupun belum tw kai ama suzy msh punya rasa ato cmn krn anak saja.

    Suka

  14. aku kira komentrku sudah masuk ternyata di chek lagi belum, aku komen lagi ya hee
    keren aku suka ceritanya.. btw sehun belum muncul ya? ukh gimana nantinya ya.. dan kenapa suzy sama jong in bisa cerai padahal aku pikir keduanya masih saling mencintai apalagi anaknya duh gmes suka aku.
    izin baca lanjut

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s