Diposkan pada On going

Heal Me, Love Me [Chapter 7]

image

Credit : Poster by IRISH @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

Tittle : Heal Me, Love Me | Author : Rach | Genre : Medical, Romance, Family, Angst | Lenght : Chaptered | Main cast : Bae Suzy, Xi Luhan, Oh Sehun | Other cast : Kim Jongin, Jung Soojung

 

Happy Reading~

[Coex Aquarium]

Seorang pria bertubuh cukup tinggi dan kulit berwarna Tan berdiri seorang diri didepan pintu masuk bangunan wisata aquarium terkenal di Korea selatan. Pria bermarga Kim itu sibuk memainkan ponsel pintarnya dan berkali-kali mencoba menghubungi seseorang yang membuatnya menunggu berjam-jam seperti saat ini.

Ia berdecak gusar karna panggilannya tak kunjung dijawab oleh sang pemilik nomor bernama Oh Sehun. Ia menyebar pandangannya ke sekiling pintu masuk Aquarium, mencari dua anak manusia penderita phobia yang sejak tadi tak terlihat batang hidungnya.

“Yoebsaeyo, Hyung” Jongin mulai frustasi dan mencoba menghubungi Luhan yang ia tau bahwa dokter psikiater itu pasti sedang sibuk, tapi ia tak bisa mengendalikan dirinya yang terlampau khawatir karna Sehun tak juga muncul menemuinya, karna selama ini Jongin selalu menemani Sehun keluar rumah maupun kantor.

“Eoh Jongin-ah, Wae? Sehun kambuh lagi?” Jawab Luhan dengan nada paniknya, ia sangat takut jika Jongin sudah menghubunginya pasti akan membicarakan perihal adik semata wayang kesayangannya.

“Hyung, malam ini Sehun memintaku menemaninya ke suatu tempat. Dia menyuruhku menunggu ditempat ini tapi sejak tadi ia belum juga datang menemuiku. Aku takut terjadi sesuatu padanya” Jelas Jongin tak kalah khawatir dengan keadaan sahabatnya yang tak tahu bagaimana sekarang.

“Mwo? Kenapa kau membiarkannya pergi sendiri?!” Ucap Luhan dengan nada kesalnya, ia terlampau emosi karna mencemaskan adiknya, ia benar-benar tak mau terjadi sesuatu pada Sehun.

“Mi..mianhae Hyung, tapi sebenarnya Sehun tak sen-“

“Aku akan menyelesaikan jadwal konselingku dulu, nanti aku akan langsung ke Apartemen Sehun. Kau terus saja hubungi Sehun” Luhan memotong ucapan Jongin dengan cepat dan memberi perintah pada sekertaris sekaligus sahabat dekat adiknya dan memutuskan panggilan mereka secara sepihak. Jongin tahu betul pasti kakak sahabatnya itu sangat mengkhawatirkan pemuda Oh.

Jongin masih tak menyerah, ia terus saja mendekatkan ponsel pintarnya ditelinga dan berulang kali menghubungi ponsel Sehun yang sejak tadi belum menjawab teleponnya. Ia tak tahu apa jadinya jika phobia Sehun kambuh dan ia tak ada disamping sahabatnya itu.

***

Sehun memakirkan mobil pribadinya didepan gedung Apartemennya dan melangkahkan kaki jenjangnya masuk kedalam Apartemennya dengan perasaan kesal dihatinya.
Ia menekan beberapa tombol yang menjadi password pintu Apartemennya dan membuka pintu dan menutupnya kembali dengan kasar.

“Dari mana saja kau?” suara seorang pria yang sangat tak asing oleh Sehun menyapa begitu ia melihat sosok Sehun berjalan ke living room dengan wajah muramnya.

“Sejak kapan kau disini, Hyung?” Tak menjawab, Sehun malah melempar pertanyaan pada kakaknya yang siapa lagi kalau bukan Luhan yang sedang berkacak pinggang menatap penuh selidik kearahnya.

“Sejak Jongin menelponku dan memberitahu bahwa kau menghilang darinya sejak sore” jawab Luhan yang menghampiri Sehun yang terduduk dikursi didapurnya dengan meneguk sekaleng bir dingin dari lemari es.

“Hyung… Heal me, please.” Ucap Sehun dengan nada lirih dan mata yang mulai berkaca-kaca menatap lekat penuh permohonan kearah Luhan yang duduk dihadapannya dan membalas tatapannya dalam diam.

“Sehun-ah, kau kenapa?” Luhan membulatkan matanya, ia terkejut melihat Sehun yang tiba-tiba dengan sendirinya meminta ia untuk menyembuhkan phobia yang selama ini bersarang dihidupnya.

“Aku tak tahu bahwa phobia-ku ini benar-benar menyiksaku, Hyung” Sehun tersenyum miring sekilas sebelum kristal bening yang sejak tadi membasahi pipinya ia hapus jejak-jejak itu.

“Percayalah, kau pasti sembuh!” Luhan menyunggingkan senyumnya, senyum bahagia karna akhirnya adik kesayangannya memiliki semangat untuk sembuh dari phobia sialannya itu. Hari yang ditunggu-tunggu oleh Luhan sejak ia memutuskan sebagai seorang psikiater akhirnya tiba, yaitu berjuang bersama Sehun untuk mengalahkan Chiraptophobia itu.

“Apa cinta benar-benar bisa membantu menyembuhkan phobia, Hyung?” Sehun menatap serius kearah Luhan, ia ingat betul bahwa kakaknya itu pernah berkata bahwa The power of Love bisa menyembuhkannya.

“Hm, tentu saja” Luhan menganggukan kepalanya, menatap lekat kearah Sehun yang sedang menatapnya. Tanpa sadar pria berwajah imut nan tampan itu melengkungkan senyumnya seraya mengingat sosok gadis yang sudah mulai sedikit berhasil mengalahkan phobia yang diderita karna cinta yang ia berikan untuk gadis itu.

“Semoga saja benar-benar seperti itu” ucap Sehun yang bangkit dari dudruknya dan melempar kaleng bir yang sudah habis itu kedalam kotak sampah. Pria pemilik mata bulan sabit itu melangkahkan kakinya kearah sofa ruang tv.

“Aku harap gadismu bisa menyembuhkan phobiamu itu, Oh Sehun!” Teriak Luhan dengan senyuman merekah dibibirnya, ia benar-benar bahagia saat ini. Dan entah kenapa ia merasa sangat penasaran dengan gadis mungkin akan membuat adiknya itu sembuh.

***

Pagi yang menyambut hari ini terlihat tak bersemangat, awan kelabu menyelimuti langit kota Ini dan menghalangi sinar matahari masuk kedalam kamar seorang gadis yang masih terlelap pulas karna kejadian semalam yang sempat menguras tenaga dan fikirannya.

Drrrtt… Drrrt…

Getaran berkali-kali yang berasal dari ponsel pintar yang berada diatas nakas meja samping tempat tidur mampu membangunkan gadis yang saat ini sudah mengerjap-ngerjapkan mata sembabnya.

“Yobbosaeyo” kata itu keluar segera setelah jari lentik mungil itu menggeser layar sentuh dan menjawab panggilan diteleponnya.

“Suzy-ah, Kau baik-baik saja? Ani… Pasti kau tidak baik-baik saja kan?” Suara khawatir begitu jelas terdengar dari sosok wanita berparas cantik disebrang telepon itu.

“Gwaenchanna” balas Suzy sekena-nya, karna saat ini nyawa Suzy belum terkumpul sempurna ditubuh mungil itu.

“Kau tak perlu memaksakan dirimu. Maafkan aku telah memaksamu agar menerima kontrak sialan itu! Nanti aku akan berbicara padanya” Umpat Soojung dengan nada super kesalnya untuk sosok yang Suzy tahu siapa maksudnya.

“Andwae! Biar aku saja yang berbicara padanya. Kau tak perlu khawatir eonni” gadis yang dikenal sebagai Jagga-nim itu dengan cepat mencegah sang senior sebelum mengacaukan projeknya karna terlibat emosi dengan klien-nya itu.

“Kau yakin bisa menyelesaikan masalah ini? Aku tak mau phobia-mu dipermainkan olehnya!” Kesal lagi Soojung tunjukan mengingat kejadian yang diceritakan oleh Jongin kekasihnya yang tentu saja lebih dulu diberitahu oleh sang pemeran utama dalam kejadian semalam.

“Eoh, aku bisa mengatasi masalah ini.” Suzy mencoba meyakinkan wanita yang sudah ia anggap seperti kakak-nya, terselip senyum masam dibibirnya tanpa siapapun ketahui karna sebenarnya ia sendiri tak yakin apa dirinya bisa mengatasi masalah ini seorang diri.

***

Pria bertubuh tinggi dengan perawakan sempurna bak keturunan dewa ini melangkahkan kaki jenjangnya menuju ruangan kerja disebuah perusahaan miliknya. Dengan wajah yang menampilkan ekspresi dingin membuat para pegawai dan bawahannya segan untuk sekedar menyapanya.

“Pak Presdir, kau akan ada meeting dengan para pemegang saham esok hari di Tokyo” Jelas Jongin yang saat ini sedang membacakan jadwal-jadwal yang akan mengisi hari-hari sibuk sang Presdir perusahaan ini.

“Jongin-ah..” Pria yang saat ini duduk dibangku kebesarannya menghentikan gerak tangannya yang sedang menggengam bolpoint diatas berkas yang harus ia tandatangani yang tadi diberikan oleh Jongin, sekertarisnya.

“Apa menurutmu, sikapku keterlaluan?” Lanjut pria berwajah pucat yang kembali menggoreskan tinta hitam diatas berkas yang sempat tertunda tadi. Ia menutup map berwarna coklat itu dan diberikan pada pria yang saat ini berdiri didepannya.

“Apa kau sedang membicarakan Bae Suzy?” Jongin mendudukan dirinya dikursi empuk yang membuatnya langsung duduk berhadapan dengan sahabat sekaligus atasannya.

“Eoh” Sehun menganggukan kepalanya singkat, ia memalingkan wajahnya kearah kaca besar yang menjadi jendela ruangannya yang memperlihatkan pemandangan sungai Han pagi ini.

“Apa aku harus membatalkan projek ini?” Pertanyaan mengerikan itu keluar dari bibir seksi seorang Kim Jongin dan tentu saja membuat pemuda Oh dengan cepat memalingkan wajahnya dan menatap tajam kearah sahabatnya itu.

Mereka berdua kembali menutup suara, saling sibuk dengan fikiran masing-masing. Sehun yang notaben-nya sebagai Presdir perusahaan ini sedang menikmati pemandangan sungai Han yang ia lihat saat ini. Sedangkan Kim Jongin memperhatikan punggung pria yang saat ini berdiri tepat didepan kaca jendela dengan wajah masamnya.

Drrtt… Drrrttt…

Jongin meraih ponsel yang sedang bergetar diatas meja didepannya, ia melihat nama seseorang yang menghubungi ponsel pria yang saat ini memalingkan tubuhnya dan menatap penuh tanya kearahnya. Tanpa perlu dijawab Sehun tahu siapa yang menghubunginya karena Jongin melemparkan senyuman padanya. Ia melangkahkan kakinya dengan cepat dan meraih ponselnya yang disodorkan oleh sahabatnya itu.

“Yobbosaeyo” Terdengar suara merdu dari seorang gadis yang membuat Sehun sejak semalam sampai saat ini kehilangan mood baiknya.

“Hm?” Sehun berdehem singkat, tak bisa dipungkiri ia masih merasa sedikit kecewa karna kejadian semalam.

“Sehun-ssi, Aku ingin meminta maaf atas kejadian semalam. Aku sudah memikirkan semuanya baik-baik…” Gadis yang memiliki nama Suez dikontak telepon milik Oh Sehun itu langsung to the point dengan apa yang ingin ia bicarakan pada klien-nya ini.

Sehun meneguk saliva sedikit susah karena menunggu ucapan yang masih tergantung dibibir gadis yang menelponnya saat ini. Terbesit perasaan tak enak saat gadis itu membahas tentang kejadian semalam yang mungkin akan mengakhiri projek yang baru saja akan ia mulai bersama.

“Aku bersedia untuk mengerjakan projek diluar rumah denganmu. Tapi… Untuk selanjutnya biarkan aku yang memilih tempat yang akan kita kunjungi, dan jangan pernah lupakan syaratku yang dulu bahwa aku ingin ada seseorang yang bisa menenangkanku jika nanti phobia-ku kambuh lagi.” Lanjut Suzy dengan nada yang terdengar pasrah ditelinga Sehuh dan membuat pemuda itu memiringkan senyum masamnya.

“Kau tak perlu memaksakan dirimu” kata-kata yang sebenarnya tak ingin Sehun ucapkan tiba-tiba saja keluar begitu mendengar suara Suzy yang ia yakini sedang merasa tertekan karna kontrak kerjanya.

“Aniyo, Aku baik-baik saja. Kau bisa menjemputku nanti sore dan membawaku ketempat yang kemarin tidak jadi kita kunjungi” ucap Suzy dengan nada antusiasnya, ia mencoba meyakini pria yang saat ini mengerutkan sebelah alisnya karna perubahan suara Suzy yang tiba-tiba.

“Bagaimana Sehun-ssi? Kau masih ingin melanjutkan projekmu denganku kan?” Karna tak mendapat jawaban dari Sehun, Suzy kembali merutuki dirinya diam-diam. Ia benar-benar tak tahu bagaimana jadinya jika Sehun mengambil alih kembali projeknya.

“Eoh, Aku akan menjemputmu nanti sore” Sehun melirik kearah Jongin yang tersenyum tak kalah senang darinya. Dan gadis disebrang sana-pun ikut menyunggingkan senyuman manisnya seorang diri setelah mendengar ucapan Sehun.

***

Gadis bermarga Bae saat ini sedang mengatur degup jantungnya karena perasaan cemas akan phobianya yang ia takutkan akan kembali kambuh disaat ia mengerjakan projeknya yang sangat menentukan masa depan karirnya sebagai Jagga-nim.

Ia berkali-kali menghembuskan nafas kasar dan melirik kearah jam tangan yang melingkar dilengannya, menunggu sebuah mobil yang akan menjemputnya diluar Apartemen ini. Tak lama kemudian sebuah mobil berhentitepat didepan gedung Apartemen dimana sosok gadis yang saat ini memakai dress berwarna hitam selutut dan rambut dibiarkan terurai menunggu.

“Suzy-ssi, silahkan masuk” seorang pria yang Suzy kenal sebagai kekasih dari seniornya itu mempersilahkannya masuk kedalam mobil dan membukakan pintu penumpang dibelakang.

“Iya, Terimakasih” Suzy menganggukan kepalanya dan tersenyum manis kearah Jongin yang juga melempar senyuman padanya.

Suzy melangkahkan kakinya kedalam mobil dan meneguk salivanya susah karna gugup yang tiba-tiba hadir begitu ia melihat sosok pria tampan yang saat ini masih mengenakan setelan formalnya untuk bekerja duduk tepat dibangku penumpang disampingnya.

“Apa kau baik-baik saja duduk bersama denganku?” Suzy memberanikan membuka suara saat mobil baru saja dikemudikan oleh Jongin dikursi kemudi. Ia melirik sekilas kearah Sehun yang sejak tadi fokus pada tablet yang berada digenggamannya.

“Kenapa? Kau ingin menyentuhku?” Jawab Sehun tanpa memalingkan pandangannya dari layar datar tablet yang menampikan grafik dan angka-angka yang Suzy yakini itu berhubungan dengan pekerjaannya.

“Ne? Aniyo” dengan nada terkejut dan mata yang membulat gadis Bae itu melambaikan tangannya tanda tak setuju dengan ucapan Sehun barusan.

“Kalau begitu aku akan baik-baik saja” saut Sehun masih mempertahankan sikap acuhnya dan tak melihat kearah Suzy yang sedang menatapnya dengan alis yang saling bertaut. Tentu saja Jongin yang diam-diam memperhatikan mereka berdua hanya tersenyum miring melihat tingkah sahabatnya yang begitu keras berusaha terlihat dingin pada gadis disampingnya.

Entah kenapa Suzy merasa sedikit tak suka dengan suasana canggung dan dingin seperti ini, sangat berbeda dengan kemarin saat Sehun mendominasi suasana dengan candaan dan sikap menyebalkannya pada Suzy. Kali ini, pria tampan itu hanya sibuk memperhatikan layar dan memainkan jari-jari diatas tablet sambil sesekali menghembuskan nafas kasar seakan tak peduli dengan gadis yang saat ini duduk disampingnya.

“Sepertinya kau sangat sibuk. Maaf kalau aku mengajakmu diwaktu yang tidak tepat” Suzy kembali menatap Sehun yang masih berekspresi datar tak memperhatikannya. Ia memalingkan wajahnya dan menatap kearah Jongin yang tersenyum ramah kearahnya dari kaca yang berada diatas kepala Jongin.

“Tidak apa-apa. Kalau kau mengantuk kau bisa tidur” Suzy menghembuskan nafas kasar dengan volume yang sengaja ia kencangkan. Ia sudah benar-benar jengkel dengan sikap Sehun yang dingin seperti bukan Oh Sehun yang ia kenal beberapa hari lalu.

Gadis itu memalingkan wajahnya menatap jalan raya dari kaca mobil disampingnya, ia merebahkan punggungnya ke kursi mobil dan memasang earphone dikedua telinganya walaupun sebenarnya ia sama sekali tidak sedang mendengarkan musik ataupun suara karna earphone itu tidak tersambung ke ponselnya.

Tanpa sadar gadis itu mulai mengerjap-ngerjapkan matanya yang sudah berat akibat rasa kantuk yang melandanya. Merasa sudah tak kuat membuka mata, gadis itu akhirnya terlelap dengan kepala yang tersender dikursi mobil.

“Bukankah ia sangat cantik, Jongin-ah” ucap Sehun yang sejak tadi memperhatikan wajah tidur Suzy yang tanpa sengaja menghadap kearahnya. Jongin yang mendengar ucapan sahabatnya itu hanya tersenyum melihat tingkah pria itu.

“Bukankah lebih menyenangkan jika bahuku bisa menjadi sandarannya?” Lagi, kata-kata yang meluncur dari bibir mungil Sehun membuat Jongin menyimpulkan senyumnya, tapi kali ini senyuman getir karna perasaan sedih melihat sahabatnya yang menatap intens gadis disampingnya dengan jari-jari tangan yang terkepal kuat. Jongin yakin saat ini Sehun sedang menahan emosinya.

Membutuhkan waktu hampir 2 jam untuk mereka sampai ditempat tujuan. Langit sudah merubah warnanya menjadi gelap karna hari sudah malam. Jongin dengan sigap emmakirkan mobilnya tak jauh dari pintu masuk bangunan yang bertuliskan Coex Aquarium, tempat yang seharusnya sudah Sehun datangi kemarin malam bersama gadis yang saat ini masih terlelap.

“Aku ingin ke toilet dulu. Kau langsung saja mengajak Suzy ke pintu masuk” perintah Sehun yang mendapat anggukan dari Jongin sebelum ia melangkahkan kakinya menuju toilet yang tak jauh dari pintu masuk Aquarium raksasa itu.

Jongin menepuk pelan bahu Suzy yang langsung membuka kedua matanya yang masih mengantuk dan memberitahu bahwa mereka sudah sampai tujuan. Gadis Bae yang mengerti akhirnya melangkahkan kakinya keluar mobil dan berjalan berdampingan dengan Jongin menuju pintu masuk Aquarium.

“Kenapa Sehun-ssi mengajakku kesini?” Suzy menyebar pandangannya kearah bangunan yang didalamnya terdapat Aquarium raksasa yang belum pernah ia datangi sebelumnya.

“Ini tempat favoritnya” jawab Jongin tersenyum hangat pada Suzy yang mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.

Pria yang saat ini keluar dari pintu toilet itu menghentikan obrolan yang berlangsung diantara Suzy dan Jongin yang sejak tadi menunggunya dipintu masuk. Ia melangkahkan kakinya menuju loket dan membayar tiket masuk untuk mereka bertiga.

“Kau baik-baik saja?” Sehun menghentikan langkahnya tepat didepan gadis yang saat ini sedang menatap kearahnya dengan wajah yang terlihat gugup.

“Ne, Sepertinya didalam tidak terlalu ramai” jawab Suzy sembari meneguk salivanya, menghembuskan nafas panjang mencoba meredam kegugupan yang menyelimutinya.

“Kita bisa kembali sekarang jika kau tidak berani. Kau yakin baik-baik saja?” ucapan tegas dan lebih terdengar dingin itu berasal dari pria tampan yang saat ini sedang menatap intens tepat kedalam dwimanik indah milik Suzy.

“Hmm” Suzy menganggukan kepalanya dan menyimpulkan senyumnya, meyakinkan Sehun yang terlihat meragukan dirinya.

Mendapat jawaban yang cukup meyakinkan dari gadis Bae, Sehun melangkahkan kakinya memasuki gedung yang memperlihatkan aquarium-aquarium berbagai ukuran bersama Suzy yang berjalan disampingnya.

“Aku dengar dari Jongin-ssi, ini tempat favoritmu. Kenapa?” gadis pemilik gigi kelinci itu memiringkan wajahnya menghadap Sehun yang sedang asik mengarahkan kamera digitalnya kearah ikan-ikan hias yang berenang di Aquarium raksasa didepannya.

“Apa kau sudah mulai melakukan wawancara denganku sekarang?” Sehun memalingkan fokusnya dari Aquarium ke arah gadis yang berdiri tepat disampingnya.

“Bukankah tujuan kita kesini memang ingin mengerjakan biografimu?” Tak menjawab, Suzy malah melemparkan pertanyaan yang sukses membuat sesuatu didada Sehun terasa tergores karena kenyataan yang mengingatkan tujuan Sehun dan Suzy pergi bersama karna alasan itu.

“Baiklah, mari kita mulai wawancaranya” Sehun menghembuskan nafas panjang dan mengangguk sekilas kearah Suzy dan kembali membidik pemandangan yang ada dihadapannya.

“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi, kenapa kau menyukai tempat seperti ini?” Suzy mulai mengeluarkan ponselnya yang ia gunakan untuk merekam wawancaranya dengan pria yang sudah resmi menjadi kliennya saat ini.

“Hmm…. Apa kau pernah mendengar bahwa melihat ikan hias ini sangat bermanfaat untuk kesehatan kita?” Sehun mulai melangkahkan kakinya perlahan dan menggenggam kembali kameranya, dengan tiba-tiba pria berkulit putih itu memalingkan tubuhnya berjalan mundur langsung berhadapan dan memyimpulkan smirk menggodanya kearah Suzy. Akhirnya, sifat menyebalkan Oh Sehun kembali lagi, batin Suzy.

“Aniyo, aku belum pernah mendengar itu” Suzy menghentikan langkahnya berupaya memberi jarak antara dirinya dan pria menyebalkan itu. Melihat sikap Suzy, pria itu ikut menghentikan langkahnya dan menaikan sebelah alisnya.

“Wae? Tenang saja, aku tak akan menyentuhmu” Ekspresi wajah Sehun berubah drastis setelah mendapat perlakuan seperti itunoleh gadis Bae. Ia kembali memalingkan tubuhnya dan memunggungi Suzy dan Jongin yang berjalan dibelakang mereka.

“Mi.. Mianhaeyo Sehun-ssi. Aku tidak bermaksud seperti itu” melihat sikap dingin Sehun kembali lagi, Suzy mempercepat langkahnya agar ia bisa berjalan tepat didepan Sehun. Tanpa sadar gadis itu memalingkan tubuhnya dan berjalan mundur agar bertatapan dengan pria yang saat ini menahan senyumnya karna sikapnya barusan.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Sehun kembali memainkan kamera digitalnya dan membidik gadis yang berjalan menghadapnya dengan tiba-tiba. Tentu saja, membuat sang objek foto tersebut mengerutkan alisnya tak suka.

“Ingin mendengar jawabanku tadi?” Sehun kembali melangkahkan kakinya dengan senyuman yang masih terukir dibibir mungilnya. Ia menatap kearah Suzy yang masih berjalan mundur menghadapnya. Gadis itu hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban bahwa ia ingin mendengarkan kelanjutan jawaban Sehun.

“Dengan melihat ikan hias hormon yang ada diotak kita itu bisa menekan kadar stress yang tertumpuk difikiran kita dan bisa mengurangi tingkat kecemasan dan ketegangan ditubuh kita. Dan… Tentu saja itu bisa membuat tubuh kita lebih rileks dan tenang.” Jelas Sehun masih menatap kearah Suzy yang mendengarkan penjelasannya dengan seksama.

“Kau mendengar hal itu dari mana?” Suzy yang merasa takjub karena mendengar sesuatu hal yang baru baginya mulai memperlihatkan antusiasme-nya dengan penjelasan Oh Sehun.

“Dari Hyung-ku.” Sehun kembali membidik kameranya saat mereka tiba di sebuah ruangan dimana para pengunjung bisa dengan bebas menyentuh lumba-lumba yang dipelihara di Aquarium raksasa ini.

“Ohhh, pasti Hyung-mu mengerti tentang ilmu kedokteran ya?” Suzy mengangguk-anggukan kepalanya setelah mendengar jawaban Sehun.

“Tentu saja, Dia seorang psikiater” jawab Sehun menatap kearah Suzy yang mulai melangkah mendekat kearah kolam besar berisikan bayi lumba-lumba.

“Sepertinya phobia-mu tidak kambuh disini” celetuk Sehun yang berjalan mendekat kearah Suzy yang dengan takjub menikmati bayi lumba-lumba yang berenang indah dikolam itu. Lagi-lagi Sehun tak membiarkan momen itu terbuang sia-sia. Ia kembali membidik kameranya dan mengabadikan ekspresi bahagia yang terpancar diwajah gadisnya.

“Kau lihat sendiri disini tidak banyak pengunjung. Lagipula terkadang phobia-ku bisa teralihkan jika aku sedang menikmati sesuatu yang membuatku nyaman” jelas Suzy masih asik melihat lumba-lumba tak memperhatikan Sehun yang tersenyum bahagia kearahnya.

“Ah… Jadi kau menikmati perjalanan kita sekarang? Apa aku berhasil membuatmu nyaman berada disini?” Ucap Sehun dengan seringai menggodanya membuat Suzy yang emndengar ucapan itu dengan cepat menolehkan wajahnya menatap kearah Sehun sebelum ia mendengus kesal dengan sikap menyebalkan pria yang mampu membuatnya kembali gugup saat ini.

Tak mendapat jawaban dari si gadis Bae, pria tampan itu mengangkat kedua alisnya memberi isyarat pada sang pelatih lumba-lumba itu agar memberikan sepotong ikan segar yang menjadi santapan bayi lumba-lumba yang saat ini berenang tepat didepannya.

Sehun mengarahkan ikan segar yang berada digenggamannya ke-kiri dan ke-kanan membuat bayi mamalia itu mengikuti gerakannya dan tak lama kemudia bayi itu membuka mulutnya dan melahap ikan yang berada digenggaman Sehun.

“Woahhh…” Tak bisa menutupi rasa takjubnya, Suzy membulatkan matanya dan membuka bibir merahnya setelah melihat kejadian yang baru kali ini ia lihat. Ia mengacungkan jempolnya tepat kearah wajah Sehun memberi tanda bhawa ia mengakui sikap keren Sehun barusan.

Jongin yang berdiri tak jauh dari mereka berdua kembali menyimpulkan senyum bahagianya melihat sahabatnya tertawa bahagia bersama gadis yang Jongin yakini telah mengisi hati sahabatnya yang sejak dulu telah tertutup. Tak kehabisan ide, Jongin mengelurkan ponselnya dari saku celana dan membidik momen kebersamaan Sehun dan Suzy yang terlihat bahagia dari kamera ponsel pintarnya.

“Apa kau tidak takut bersentuhan dengannya?” Gadis itu semakin takjub tatkala melihat Sehun dengan santainya mengelus-elus lembut kepala bayi lumba-lumba yang menjulurkan kepala kearah Sehun.

“Tentu saja, Dia tidak akan menyakitiku” jawab Sehun yang masih asik mengelus lembut sang bayi lumba-lumba dengan senyuman yang bertengger dibibirnya. DEG! Berbeda dengan Sehun, gadis penulis itu langsung menatap kearah Sehun setelah mendengar kata-kata yang sedikit menjanggal fikirannya barusan.

Melihat sikap Suzy yang tiba-tiba terdiam dan memandangi wajahnya dengan tatapan penuh arti, Sehun memalingkan wajahnya membalas tatapan Suzy dan tersenyum hangat kearah gadis itu.

“Kau ingin menyentuhnya?” Tawaran yang terdengar ambigu itu sukses membuat Suzy sedikit gelagapan karena lamunannya terpecah setelah mendengar dan melihat wajah Sehun yang mendekat kearah wajahnya, menyisahkan beberapa centimeter diantara mereka.

“Apa kau baik-baik saja?” Suzy menjulurkan tangannya kearah Sehun yang berdiri tepat didepannya, membuat sang pemilik wajah tampan itu menahan tawanya melihat wajah gugup gadis Bae.

“Bukan menyentuhku, tapi bayi lumba-lumba ini” Pria bermarga Oh itu meledakan tawanya dan membuat wajah cantik gadis dihadapannya itu menimbulkan semburat merah malu karena sikap bodohnya barusan. Hal itu juga tak luput dari Jongin yang ikut tertawa melihat adegan menggemaskan itu.

“Bodoh! Kenapa kau seperti itu Bae Suzy!” Bisik Suzy pelan merutuki dirinya sendiri dengan memukul-mukul kepalanya merasa sangat malu karna menjadi bahan tertawaan bagi dua pemuda tampan yang berada didekatnya.

“Apa kau benar-benar ingin menyentuhku, nona Bae?” Sehun memiringkan wajahnya dengan seringai menggoda dan menahan tawa kearah Suzy yang mengerucutkan bibir merahnya kesal.

“Lihat saja nanti, aku pasti akan benar-benar menyentuhmu!” Saut Suzy dengan nada kesalnya dan memalingkan tubuhnya berjalan meninggalkan Sehun dan Jongin yang saling melempar tatapan dan menahan tawa mereka.

“Aku akan menunggu waktu itu” Sehun berteriak dan mempercepat langkahnya agar bisa berjalan berdampingan dengan gadis yang saat ini berjalan mendahuluinya.

Dengan seringai yang bertengger dibibir merah gadis itu, terbesit fikiran untuk membalas dendam pada pria menyebalkan yang membuatnya malu bukan main. Suzy dengan gerakan tiba-tiba menghentikan langkah cepatnya dan berbalik menghadap Sehun yang tanpa ia ketahui sudah berada tak jauh dibelakangnya dengan langkah cepat dan tanpa sengaja membuat tubuh mungilnya bertabrakan langsung dengan tubuh kekar Sehun.

Karna tabrakan yang tiba-tiba itu, tubuh mungil Suzy kehilangan keseimbangan. Dengan sigap lengan kekar Sehun merengkuh tubuh gadis itu sebelum ia sempat jatuh kelantai dibelakangnya. Dan tentu saja hal itu membuat Jongin membulatkan matanya terkejut dan berlari menghampiri Sehun dengan wajah khawatirnya.

“Sehun-ah, Noe gwaenchanna?” Jongin menatap kearah Sehun yang tanpa sadar masih merengkuh tubuh Suzy dengan tatapan kosongnya. Melihat hal itu, Jongin segera menarik tubuh Suzy dari pelukan Sehun dan membiarkan gadis itu juga menenangkan dirinya.

“Eo.. Eoh, Nae Gwaenchanna” tersadar dari lamunannya Sehun mengerjap-ngerjapkan matanya dan menatap kearah Suzy yang juga terlihat khawatir padanya.

“Mi.. Mianhaeyo Sehun-ssi. Aku tidak bermaksud melakukan itu padamu” Suzy menundukan kepalanya, ia benar-benar merasa bersalah jika saja phobia Sehun kambuh karna sikap cerobohnya tadi.

“Ani, Tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja” Sehun melambaikan tangannya kearah Suzy yang mengangkat kepalanya ragu-ragu menghadap Sehun.

“Kau benar-benar tidak apa-apa?” Jongin menatap serius kearah Sehun, mencoba menyakinkan sahabatnya itu yang dengan anehnya memang benar-benar terlihat baik-baik saja saat ini.

“Kau bisa lihat sendiri, Phobia-ku tidak kambuh kan?” Sehun menungkup kedua tangannya dikedua pipinya, ia tersenyum bahagia menatap Jongin dan Suzy secara bergantian.

Setelah berhasil menyakinkan diri bahwa pria bermarga Oh itu baik-baik saja, mereka bertiga kembali melangkahkan kakinya menyusuri lorong-lorong Aquarium raksasa itu.

“Aku benar-benar minta maaf Sehun-ssi” Suzy kembali membuka suaranya yang terdengar bergetar karna masih merasa tak enak dengan kejadian yang menimpanya tadi.

“Hmm bagaimana kalau kita saling melempar pertanyaan, tapi hanya bisa dijawab dengan kata ‘Ya’ atau ‘Tidak’.” Pria yang sejak tadi asik membidik ikan-ikan cantik diAquarium dengan kamera digenggamannya menatap kearah Suzy dengan penuh harap agar gadis itu menerima tawarannya.

“Baiklah” jawab Suzy dengan nada pasrahnya, ia fikir mungkin ini salah satu cara agar ia bisa menebus kesalahannya tadi pada pria yang tersenyum senang karna mendapat persetujuan darinya.

“Apa setelah ini kau mau memaafkanku?” Suzy menatap ragu kearah Sehun yang sedang asik melihat gambar-gambar yang tersimpan digaleri kameranya.

“Apa ini pertanyaan pertamamu?” Sehun memalingkan wajahnya menyimpulkan senyumnya dan menatap kearah Suzy yang juga menatap kearahnya.

“Ya” Sesuai aturan Suzy menjawab satu kata yang hanya diperbolehkan.

“Ya” Sehun ikut menyuarakan jawabannya masih dengan senyuman manisnya untuk gadis yang saat ini juga tersenyum lega karna mendapat maaf dari pria disampingnya itu.

“Apa kau pernah berkunjung kesini seorang diri?” Bae Suzy kembali menjalankan tugasnya untuk melakukan wawancara pada Presdir Oh yang berjalan disampingnya.

“Ya” Sehun menjawab dengan santai dan sedikit membuat Suzy mengerutkan alisnya bingung, karna ia fikir pria menyebalkan itu selalu berpergian bersama sahabatnya yang saat ini berjalan mengekori mereka berdua.

“Apa kau hanya takut bersentuhan dengan manusia, karena menurutmu manusia bisa menyakitimu?” Pertanyaan brilian yang keluar begitu saja dari bibir gadis itu sukses membuat Sehun melirik sekilas kearah Suzy yang masih asik memandanginya.

“Ya” Sehun meneguk salivanya, mencoba mengendalikan rasa terkejutnya karna pertanyaan gadis disampingnya itu.

“Apa kau menyukai bidang fotografi?” Sang penulis kembali melemparkan pertanyaan yang dapat membantunya dalam mengerjakan biografi klien-nya ini.

“Ya” jawab Sehun yang sudah memalingkan wajahnya dan menatap sekililing aquarium yang terbentang disepanjang lorong ini.

“Apa kau selalu mengabadikan momen-momen yang membahagiakan bagi dirimu?” Suzy masih menatao kearah Sehun yang sejak tadi kembali mengabaikannya dan terlalu asik menikmati penampilan ikan-ikan hias yang berenang diatas kepala mereka maupun disamping kiri-kanan lorong itu.

“Ya” Sehun menghentikan langkahnya dan memalingkan wajahnya menatap kearah Suzy yang ikut menghentikan langkahnya tepat dihadapannya.

“Apa aku bisa mengambil giliran untuk memberikan pertanyaan sekarang?” Pria itu merubah ekspresinya yang terlihat santai menjadi sedikit serius dengan tatapan intens tepat di dwimanik gadis yang sedang menatapnya.

“Ya” Jawab Suzy sambil menganggukan kepalanya dan kembali menunggu pertanyaan yang akan Sehun keluarkan dengan perasaan gugup dihatinya.

“Apakah mungkin jika aku menyukaimu?” Pertanyaan yang tak pernah sedikitpun terbayangkan difikiran Suzy tiba-tiab terdengar dari suara sendu seorang pria yang saat ini menatap kedua matanya dengan tatapan penuh arti dan membuat gadis itu merasa dunianya berhenti saat ini juga.

Bukan hanya Bae Suzy yang merasa waktu berhenti begitu saja, pria yang sejak tadi mendengar semua pembicaraan mereka berduapun menahan nafasnya ketika mendengar sahabatnya dengan berani melemparkan pertanyaan mengejutkan untuk gadis yang berada dihadapannya.

~ To be Continue ~

Chingu-deul…. Aku ga akan pernah bosen buat minta maaf sama kalian, maafin banget ya ff ini lama banget update-nya. Entah kenapa akhir-akhir ini hasrat-ku untuk menulis susah banget didapetnya. Mungkin ini yang namanya Writer block kali ya? Hiks hiks

Tetap berharap kalian ga kecewa sama ff ini, karena ff abal-abal ini aku buat dengan tenaga ekstra untuk mengumpulkan kembali mood-ku.

Jangan lupa tinggalkan jejak ya, Chapter selanjutnya akan aku protect. Terimakasih buat yang selalu setia membaca dan meninggalkan jejak disini. ILOVEYOUFULLLLLL♥️

Love,

Rach

Iklan

Penulis:

No one is too old for fairy tales believe in the Magic!

24 tanggapan untuk “Heal Me, Love Me [Chapter 7]

  1. Akhhh Luhan please ga usah penasaran, rasa penasaranmu akan membunuhmuuuu! Wkwkwkwk
    Seneng ih pas Suzy ngerasa ga suka sama sikap dingin Sehun, semoga aja mereka berdua bisa mulai benih-benih….. eh tapi kasian Luhan >,<
    Semangat kak, jangan kelamaan ya ngembaliin moodnya, aku selalu nunggu ff ini.
    Metahara27@gmail.com

    Suka

  2. Senyum-senyum sendiri baca pas bagian Suzy salah paham malah pengen nyentuh Sehun, kayaknya Suzy udah mulai terjerat pesona Sehun deh. Aigooooo senangnyaaaaaa hihihi
    Momen Luhan-Suzy aku kangen deh, tapi gapapa sih kalo ada momen Sehun-Suzy yang ngegemesin kaya gini. Suka bangetttt
    Makasih kak udah mau usaha ngelanjutin ff ini.

    Nia.ivo@gmail.com

    Suka

  3. Apa phobia Sehun karna dia pernah disakitin sama orang? Siapaaaa? Makin seru kak ceritanyaaaa.
    Jadi nanti siapa yang tersakiti? Sehun kah? Luhan kah? Atau malah suzy? Ahhhhh ga sabarrrrr.
    Makasih kakkk, untuk ff kerennya hihi

    Bastriani.sk@gmail.com

    Suka

  4. Kyaa…lanjutan nya akhirnya dipost…untung sehun dan suzy mutusin untuk tetap melanjutkan kerjasama mereka…
    suka banget semangat sehun yg pengen sembuh…Ahh sehun-ah suka banget aq sm karakter dy yg PD banget…
    semoga sehun dan suzy bs sembuh…walaupun nantinya bakal ada kenyataan pahit kl sehun tau suzy itu pacarnya luhan…
    makin penasaran…ditunggu next chapnya…fighting…
    fatir.oh98@gmail.com

    Suka

  5. Perasaannya suzy jangan goyah dong suzy kan sudah sama luhan.oh tidak pertanyaannya sehun benar2 mengengejutkan,jadi penasaran sama jawabannya suzy.tapi ingan bae suzy kamua adalah pacar dr luhan
    Gomawo sdh update.aku nggak kecewa dan nggak akan kecewa kok,ceritanya keren.ditunggu update selanjutnya,hwaiting^^
    Kartinicondro@gmail.com

    Suka

  6. Sehun suzy bikin gemes geregetan aku bacanya thor xD huahhh senangnya ketika mereka bersama sekarang2 ini phobia mereka udh mulai agak bisa di kontrol mungkin mereka mereka merasa nyaman satu sama lain ya kekeke the power of love memang menakjubkan ya haha eh itu sehun berani bgt bilang gitu sama sehun :’3 apa kira kira jawaban suzy mudah2an jawab ya aminn
    fighting author buat chap selanjutnya donkyank29@gmail.com

    Suka

  7. Itu… itu.. mereka pelukan? Astagaaaaaa! Kayanya mereka berdua samasama nyaman ya sampe lupa sama phobianya.
    Aku jadi takut kalo nanti Luhan liat foto2 Suzy dikamera Sehun, cemburu deh pasti. Hiksss :”(
    Semangatttt thor, semoga cepetan dapet moodnya lagi ya. Ff nya slalu bkin penasaran, tbc-nya slalu pas lagi seru ihhh sebellll *cubitcubitpipi* *sokkenal* *tapiemangpengenkenalan* 😜😜😜😜

    Suka

  8. Ini gak mengecewakan malah ini menakjubkan kkkkk~
    Akhhhh dipart ini full moment hunzy yg sweettttttttt banget mengalahkan manisnya madu wkwkwk
    Dri tingkah sehun yg tengil, suzy yg selalu gugup kalo didkt sehun (jgn2 udh muncul perasaan lain) dan sikap dingin sehun yg berusaha dibangunnya untuk menutupi perasaannya hmmm
    Woahh ada kemajuan dri sehun, walaupun dia bersentuhan dgn suzy, phobianya gak kambuh syukurlahhh semoga seterusnya akan membaik aminnnnn 🙂
    Kira2 apa jawaban suzy? Apa suzy juga menyukai sehun *untuksaatinilupakanLuhan hahaha #evillaugh
    Next chapter ditunggu thor
    Fighting 🙂 😀

    Suka

  9. Hihihi…. seneng banget akhirnya mereka visa lebih dekat. Tapi perkiraanku Suzy akan menjawab tidak… atau kl nggak dia ga mau jawab trs ngajak pilang hehehe…
    Perasaan Suzy msh lebih kuat ke luhan sepertinya…
    Mkshbu updatenya eon..😘

    Suka

  10. Woww pertanyaan sehun bikin jleb.. sehun menyentuh suzy tp dia ga knp2 bener2 the power of love… tp gmn nanti kl sehun tau suzy pacar nya luhan, apa phobia nya akan semakin parah? Dan luhan jangan penasaran.. nanti kau baper galau..

    Suka

  11. Ahhh meskipun tanpa skinship moment mereka tetep manis
    Tapi apa kabar sama Lu ? Ahhh Lu tampaknya dirimu memang harus tau dan bertemu mereka
    Suzy unnie kamu bakalan pilih Lu atau Seh ? 😂
    Dan Jongin cie jadi obat nyamuk cie

    Suka

  12. kyaaaaaaaaaaaaaaaaa sehun pertanyaanya jebal itu skak mati. huwaaaaa baper sama bagian mereka bersentuhan. luhan eothokkhae partnya hunzy bikin baper :(((

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s