Diposkan pada Completed

Love Tender [Chapter 10]

image

Poster by Ayame Yumi @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

Tittle : Love Tender | Author : Rach | Genre : Friendship, Romance, Angst | Lenght : Chaptered | Main Cast : Bae Suzy, Oh Sehun, Park Chanyeol | Other Cast : Chou Tzuyu, Choi Siwon, Im Yoona | Rating : G

Happy Reading~ 

Pria bertubuh jangkung sedang melambungkan bola berwarna orange kedalam Ring yang berada dilapangan basket di taman kota malam ini. Tangan kekar itu berkali-kali melemparkan bola dengan kasar dan asal seorang diri.

Siapapun yang melihat permainan basketnya saat ini bisa tahu bahwa pria bermarga Park itu sedang tidak dalam emosi yang baik. Tentu saja Chanyeol tidak baik-baik saja setelah kejadian tadi siang yang membuatnya harus tega meninggalkan gadis kesayangannya dipinggir jalan.

Drrttt… Drrt..

Pria Park itu meraih ponsel pintarnya didalam saku celana dan menatap lekat nama yang tertera dilayar yang sedang menghubunginya saat ini.

“Wae?” Ucap Chanyeol dengan nada malas setelah menghela nafas panjang sebelum menerima panggilan dari sang penelpon.

“Kau dimana?” Tanya seorang pria yang berada disebrang telepon dengan suara yang sangat tak asing untuk Chanyeol.

“Ada apa?” Chanyeol mengerutkan kedua alisnya, ia merasa sedikit bingung begitu pemuda Oh menanyakan keberadaannya malam-malam begini.

“Jemput Suzy di Sky Club” ucap Sehun dengan suara yang tak kalah dingin. Deg! Ada perasaan sakit dan perih entah berasal darimana, begitu Chanyeol mendengar sebuah nama gadisnya terdengar dari mulut pemuda Oh.

“Kenapa harus aku?” Chanyeol mendengus sinis, dan memiringkan senyuman sinisnya. Entah apa yang ada difikiran pria itu sampai berani menyuruh Chanyeol menjemput gadis yang menjadi bermain basket dengan frustasi seperti ini.

“Aku tahu kau akan menjemputnya. Maaf mengganggu” ucap Sehun dan memutuskan panggilan secaran sepihak dan membuat Chanyeol semakin geram menatap layar ponselnya. Bagaimana bisa Sehun bersikap seperti itu padanya? Fikir Chanyeol.

***

Pria yang saat ini penuh keringat ditubuhnya segera melangkahkan kakinya menuju mobil pribadi yang terparkir tak jauh dari lapangan tempatnya bermain. Ia mendudukan dirinya didepan kemudi dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju tempat dimana gadisnya berada.

Tak membutuhkan waktu lama, Chanyeol sampai didepan sebuah bangunan bertulisan Sky Club. Ia memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk kedalam bangunan yang dipenuhi oleh kerumunan pemuda-pemudi dan suara musik dansa yang sangat menusuk sampai ke gendang telinga.

Ia menyebarkan pandangannya, mencari sosok wanita yang dengan berhasil membuatnya datang kesini tanpa berfikir dua kali. Park Chanyeol menghembuskan nafas panjang begitu melihat sosok yang dicari sedang terduduk didepan sebuah meja bar dan sedang berbicara dengan seorang Pria, yang ia yakini adalah bartender Klub ini.

“Kau menghubungi Sehun?” Suara Suzy sukses membuat langkah Chanyeol berhenti sekitar 4 meter dibelakang Suzy.

“Eoh, dia akan menjemputmu” jawab Pria yang berdiri didepan Suzy, yang membuat Chanyeol mengerutkan alisnya, berfikir kenapa Suzy membicarakan Sehun dengan Pria asing itu.

“Benarkah? Tapi kenapa dia tak menjawab teleponku tadi?” Suara Suzy kembali terdengar, dan gadis yang sudah mabuk itu meraih ponselnya dan meletakannya ditelinganya setelah menekan layar ponselnya.

Chanyeol kembali menghela nafas panjang dan berniat melangkahkan kakinya menghampiri Suzy, namun lagi-lagi ia menghentikan gerak kaki jenjangnya begitu mendengar suara yang keluar dari mulut Suzy.

“Oh Sehun!” Ucap Suzy dengan suara seraknya, nama yang baru saja keluar dari bibir Suzy begitu membuat pria yang berada dibelakangnya meneguk salivanya dengan susah payah.

“Kenapa kau baru menjawab teleponku?” Suzy masih berucap dengan wajah tertunduk, Chanyeol yakin gadisnya itu kembali menangis.

“Bicaralah padaku, Oh Sehun! Kenapa kau menjawab teleponku sekarang kalau kau tak mau berbicara padaku!” Suara Suzy semakin terdengar lirih dan bergetar, gadis itu berkali-kali mengangkat kepalanya keatas menahan agar air matanya tak lagi jatuh ke pipinya.

“Aku sudah tahu semuanya. Semua yang kau katakan padaku bohong kan?” Pria yang berada dibelakang Suzy sejak tadi menahan nafasnya, ia terus saja menatap sisi samping Suzy yang terlihat dari posisinya. Ia tak tahu dadanya benar-benar sesak hanya karna melihat gadisnya terlihat menyedihkan seperti saat ini.

Pria pemilik lesung pipi itu menundukan kepalanya dan memalingkan tubuhnya, ia rasa ia tak mampu menghampiri gadisnya itu apalagi sampai mengajaknya pulang bersama.

“Kau menyukaiku, Oh Sehun! Ani, kau mencintaiku kan?!” Suara Suzy dengan intonasi yang meninggi dan diiringi isak tangis terdengar dikedua telinga Chanyeol dan sukses membuat pria itu menghentikan rencananya untuk melangkah meninggalkan gadis itu.

“Kenapa kau selalu datang ke Klub saat aku memiliki kekasih? Kenapa kau tak pernah berpacaran dengan para gadis yang kau dekati? Kenapa kau memukuli Baekhyun sunbae waktu dia mengkhianatiku?….” Suzy terisak amat sangat kencang, ia benar-benar tak bisa lagi menahan rasa sakit yang terus menggerogoti hatinya, dan tanpa ia tahu pria yang berdiri tak jauh darinya kembali menatap kearahnya dengan mata berkaca-kaca dan kedua telapak tangan terkepal kuat disisi tubuhnya.

“Kenapa kau menciumku malam itu? Kenapa Oh Sehun? Kenapa?…” Air mata terus saja lolos dari dwimanik legam milik gadis Bae, ia tak peduli dengan orang-orang disekitarnya yang mendengar dan menatapnya aneh. Ia hanya ingin mendengar suara Sehun yang sejak tadi tak keluar sepatah kata-pun dari bibir pemuda Oh itu.

“Kenapa kau membohongiku? Kenapa kau membohongi perasaanmu untukku?! Bicaralah padaku Oh Sehun…. Jangan membuatku gila seperti ini!” Suzy semakin sesak dan teriris karna sejak tadi pria kesayangannya itu tak juga membuka suara untuk menanggapi ucapannya.

“Baiklah. Kalau kau memang tak ingin bicara padaku lagi, aku tak akan mengganggumu lagi.” Kata terakhir yang baru saja Suzy ucapkan sebelum ia memutus panggilannya dan meletakan ponselnya dengan kasar diatas meja Bar membuat sang pemilik gigi kelinci itu menangis sejadi-jadinya, menundukan kepalanya dengan perasaan gundah gulana, frustasi dan merutuki dirinya yang bodoh karna baru saja mengucapkan kalimat omong kosong pada pria Oh yang tentu saja tak benar-benar berasal dari lubuk hatinya.

Setelah memperhatikan dan mendengar semua ucapan gadisnya, pria pemilik mata bulat dan lesung pipi kembali menguatkan dirinya dan menghapus jejak air mata yang beberapa waktu lalu jatuh dari manik matanya dan melangkahkan kaki jenjangnya menuju gadis malang didepan meja bar itu.

***

“Apa kau benar-benar sangat mencintainya, Bae Suzy?” Chanyeol berucap pada dirinya sendiri, melirik kearah Suzy yang terlihat sangat menyedihkan. Sudah seringkali ia menemani Suzy minum karna patah hati dengan para mantah kekasihnya, tapi baru kali ini ia melihat gadis kesayangannya benar-benar mabuk berat dan kacau seperti ini.

Ia semakin merasakan sakit yang teramat-sangat saat mengingat kalimat-kalimat yang ia dengar di Klub tadi, ia mengumpat pada dirinya sendiri setiap lampu lalu lintas menampilkan warna merah atau saat ada mobil lain yang menghalangi jalannya. Chanyeol benar-benar berkabut emosi saat ini.

Tak butuh waktu lama karna laju mobil yang amat-sangat cepat, Chanyeol telah sampai dikompek perumahannya dan ia mulai melajukan mobilnya dengan pelan, ia menatap kearah sosok pria yang berdiri didepan rumah dengan wajah yang sangat terlihat khawatir menatap kearah mobilnya yang semakin dekat dengan rumah Suzy dan rumah pria berkulit putih itu.

Chanyeol menghentikan laju mobilnya, dan berjalan keluar dari mobilnya. Meraih tubuh Suzy yang sudah tak sadarkan diri, menggedong tubuh Suzy ala bridal style dan melirik sinis kearah Pria yang melihat kegiataannya saat ini dan melangkahkan kakinya masuk kedalam kediaman Hakim Bae dan gadis Bae yang berada rengkuhannya saat ini.

Pria yang sejak tadi menunggu kepulangan Suzy, menghela nafas lega begitu melihat gadisnya itu telah pulang dan masuk kedalam rumahnya. Ia berniat melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, namun sebuah tangan meraih kasar bahunya dan membuatnya tersontak kaget dan menghadap Pria yang saat ini berdiri dihadapannya.

“Brengsek!” kata umpatan yang keluar dari mulut Chanyeol dengan nada tingginya dan melemparkan pukulan-pukulan dari kepalan tangannya tepat kehadapan wajah mulus nan tampan milik Oh Sehun yang membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang baru saja.

“Park Chanyeol!” Sehun menahan tangan kekar Chanyeol yang akan melemparkan tinjunya lagi didepan wajahnya. Kedua pasang manik mata legam milik kedua Pria yang berperan penting dalam kisah cinta Bae Suzy itu saling melemparkan tatapan tajam.

“Aku tak tahu bahwa kau benar-benar Pria brengsek, Oh Sehun!” Chanyeol menepis tangan Sehun yang menahan tangannya dan tersenyum miring menatap pria Oh yang saat ini juga membalas tatapannya.

“Apa maksudmu?!” Sehun membuka suara, ia menghapus darah segar yang baru saja keluar dari sudut bibirnya karna pukulan kencang dari pria didepannya.

“Kau mencintai Bae Suzy kan?!” Chanyeol masih menatap intens tepat pada dwimanik Sehun yang bergetar begitu mendengar kalimat yang baru saja diucapkan Chanyeol.

“Bukan urusanmu!” Sehun menghembuskan nafas panjang dan memalingkan tubuhnya, berniat meninggalkan Chanyeol yang semakin emosi dibuatnya.

“Tentu saja ini urusanku! Karna aku telah merelakan gadis yang sangat aku cintai untuk mencintai pria lain!” Teriak Chanyeol yang masih berdiri tak jauh dari pria berdagu lancip yang baru saja mengurungkan niatnya dan kembali memalingkan tubuhnya dan melempar pandangan pada pria bertubuh tinggi didepannya.

“Tapi aku menyesal. Aku sangat menyesal membiarkannya mencintai pria sepertimu! Aku menyesal telah menyuruhnya agar tak menyesali perasaannya untukmu!” Chanyeol kembali mengepal kedua telapak tangannya, begitu pula pria yang berdiri menatapnya. Mereka berdua sedang sama-sama menahan gejolak emosi yang sudah memuncak dikepala mereka masing-masing.

“Kalau begitu buatlah dia mencintaimu” entah apa yang terlintas difikiran Sehun sehingga dengan mudahnya kalimat itu keluar dari bibir mungilnya dan membuatnya mendapatkan kembali satu pukulan keras dari kepalan tangan Chanyeol di sudut bibirnya.

“Siapa kau, berani menyuruhku seperti itu? Apa kau bisa membuang perasaanmu pada Suzy hanya karna melihat Suzy mencintaiku?” Suara bergetar sangat jelas terdengar dari pria Park yang sejak tadi memberikan luka diwajah tampan Oh Sehun.

“Ani, Aku tidak akan bisa membuang perasaanku untuknya. Tapi aku akan berusaha tak merebutnya darimu” balas Sehun dengan wajah memerah dan menahan rasa sakit dihatinya yang membuatnya tak merasakan rasa perih dari luka yang berada dikedua sudut bibirnya.

“Kau brengsek!” Celetuk Chanyeol dengan nada sarkastik dan kilatan tajam yang begitu terlihat jelas dari kedua mata bulatnya.

“Eoh, aku memang brengsek. Jadi abaikan saja pria brengsek ini!” Jawab Sehun dan memalingkan tubuhnya, melangkahkan kakinya berjalan menuju rumahnya.

Park Chanyeol membuang nafas kasar dan mengacak-ngacak rambutnya dengan emosi meletup-letup. Ia menatap punggung pria yang semakin menjauh dan meninggalkannya seorang diri dengan perasaan campur aduk dihatinya. Disatu sisi ia sangat menyesali sikap cerobohnya yang dengan mudahnya melemparkan pukulan pada wajah sahabatnya, tapi disisi lain perasaan sesal itu tertutupi dengan kebenciannya pada pria yang sejak kecil menjadi sahabatnya.

***

Sehun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga didalam rumahnya seorang diri. Ia masuk kedalam kamarnya dan melemparkan tubuhnya diatas kasur. Berkali-kali ia melemparkan bantal, guling, selimut dan apapun yang berada dekat dari jangkau tangannya kearah pintu kamarnya.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Sehun tak menggunakan otak cerdasnya untuk memikirkan tindakannya dalam melampiaskan emosinya saat ini. Air mata terus saja lolos dari mata bulan sabit miliknya dan membasahi luka yang berada disudut bibirnya.

Ia merutuki dirinya, berteriak sekencang-kencang berusaha mengeluarkan semua beban yang selama ini membuat dadanya sesak. Membiarkan liquid asin itu terus mengalir dipipinya, ia tak benar-benar peduli lagi dengan semua tindakannya yang tak masuk akal seperti ini.

“Oh Sehun!!! Ada apa denganmu?” Teriak seorang wanita yang baru saja membuka pintu kamar Sehun yang tak terkunci dan menatap sangat khawatir kearah pria yang satu-satunya menjadi keluarganya.

“Sehun-ah, kau kenapa?” Yoona menghampiri Sehun dengan langkah cepat tak peduli dengan keadaan kamar Sehun yang sangat berantakan seperti kapal pecah, ia meraih tubuh adik kesayangannya kedalam pelukannya.

Tak bisa menahan kesedihannya melihat keadaan adiknya yang sangat berantakan seperti ini, Yoona ikut menangis bersama dengan Sehun yang juga terisak didalam pelukan Noona-nya. Yoona benar-benar terkejut melihat sikap Sehun yang baru kali ini ia lihat, betapa menyakitkan melihat pria kesayangannya dengan wajah penuh luka dan air mata yang terus membasahi bahunya dan terus merutuki diri sendiri.

“Siapa yang memukulimu Oh Sehun?” Suara berat pria terdengar ditelinga Sehun, dan membuat pria albino itu membuka matanya dan menatap pria gagah yang berdiri didepan pintunya dengan wajah cemas bersarang diwajahnya.

“Hyung” ucap Sehun begitu melihat Siwon menghampirinya, membuat Sehun melepaskan pelukannya dengan Yoona dan menghapus jejak air mata dipipinya.

***

Terik matahari telah memantul dijendela besar yang berada dikamar tidur seorang gadis yang saat ini masih memejamkan kedua matanya. Ia sudah kembali dari alam bawah sadarnya, tapi begitu sulit untuk membuka kedua kelopak matanya yang amat sangat berat ditambah dengan rasa pusing yang menekan kepalanya.

“Aigoooo…. Bangun Bae Suzy!!!” Teriak seorang pria yang duduk ditepi ranjang milik anak perempuan semata wayangnya.

“Aaaaah… Appa, kepalaku pusing sekali” ucap Suzy yang dengan sekuat tenaga membuka mata sembabnya dan memegangi kepalanya menatap pria berkharisma disampingnya.

“Bagaimana mungkin kau tidak merasa pusing setelah mabuk berat semalam! Aigoooo” saut Hakim Bae menjitak pelan kepala gadis berwajah pucat yang sedang meregangkan kaki dan tangannya.

“Bangunlah, sudah Appa siapkan makanan. Ayo kita sarapan bersama” Hakim Bae merapihkan rambut berantakan gadisnya yang sudah mendudukan dirinya.

“Eoh Appa, nanti aku menyusul” balas Suzy melemparkan senyuman hangatnya sebelum Hakim Bae bangkit dan berjalan keluar dari kamarnya.

Bae Suzy segera membasuh wajahnya yang terlihat sangat pucat dan sembab karna ulahnya sendiri tadi malam. Ia melangkahkan kaki lemasnya menuju ruang makan dimana Hakim Bae telah duduk menunggunya.

“Kau tidak ke kampus?” Hakim Bae membuka percakapan ditengah-tengah sarapan mereka berdua.

“Aniyo Appa” jawab Suzy yang sedang menyuap sesendok nasi tanpa selera sedikitpun.

“Makanlah yang benar, jangan sampai sakit!” Ucap Hakim Bae dengan nada penuh perintah dan ekspresi cemas diwajahnya karna menyadari sikap anaknya yang terlihat sedang tidak dalam keadaan baik.

“Suzy-ah, kau kenapa?” Hakim Bae membulatkan matanya, terkejut melihat anaknya tiba-tiba saja menangis ditengah-tengah acara sarapannya.

“Kepalaku sakit” jawab Suzy yang menundukan kepalanya, ia benar-benar tak lagi mengerti dengan matanya yang tanpa izin mengeluarkan cairan bening begitu saja.

“Suzy-ah, Jangan menangis” Hakim Bae bangkit dari duduknya dan memeluk tubuh rapuh gadisnya yang semakin menangis didekapannya.

“Aku tak tahu bahwa rasanya sesakit ini, Appa” Suzy mengeratkan lengannya melingkari perut Hakim Bae yang menyalurkan kehangatan dan kasih sayang yang begitu bersar padanya. Ia tak bisa lagi menahan rasa sakit yang terus saja menggores hatinya.

Setelah sedikit merasa lega dan tenang, Suzy melepaskan pelukannya pada Hakim Bae dan menghapus jejak air mata yang membasahi wajahnya. Sedangkan Hakim Bae berjalan menuju bangku disebrang Suzy dan meraih sebuah amplop berwarna gelap dari dalam tas kerjanya.

“Igeo… Tadi malam Appa menemukan ini dikotak surat depan rumah” ucap Hakim Bae yang menjulurkan tangannya, memberikan secarik surat pada anaknya.

“Igeo Mwoya, Appa?” Suzy menatap Hakim Bae dan surat yang berada dihadapannya secara bergantian, merasa bingung apa maksud dari surat yang diberikan Hakim Bae padanya.

“Untukmu” balas Hakim Bae menganggukan kepalanya, mencoba meyakinkan Suzy yang menjulurkan tangannya ragu-ragu meraih surat itu.

“Habiskan sarapanmu, minum obat dan istirahatlah. Appa berangkat ya” Hakim Bae mengelus lembut rambut gadis kesayangannya dan mengecup hangat kening gadisnya yang membalasnya dengan senyuman yang Hakim Bae yakin anaknya memaksakan sudut bibirnya untuk tersenyum padanya.

Suzy menyelesaikan sarapannya hanya beberapa suap dan kembali menuju kamar tidurnya. Ia melemparkan tubuh lemasnya diatas tempat tidurnya dan memandangi surat yang masih tertutup rapat digenggamannya.

Dengan detak jantung yang berdegup cepat, ia memberanikan diri membuka amplop itu dan mengeluarkan secari kertas yang berada didalamnya. Belum sempat membaca kata-kata yang tertulis itu dadanya kembali sesak begitu mengenal siapa pemilik tulisan tangan yang tertera dikertas ini.

Yoon MiRae – I Love You

Hanya 5 kata yang tertulis dengan tinta hitam dikertas putih itu, tulisan tangan yang berasal dari pria bernama Oh Sehun berhasil membuat gadis Bae menangis sejadi-jadinya. Ia melangkahkan kakinya keluar kamar dan berlari menuju rumah yang berada didepan rumahnya tanpa berfikir memakai alas kaki terlebih dahulu.

“Oh Sehun!” Teriak Suzy begitu membuka pintu rumah yang bersebrangan dengan rumahnya dengan kasar.

“Suzy-ah” sapa seorang wanita yang terkejut dengan kedatangan gadis berwajah pucat dan manik yang terus saja mengaliri air mata.

“Eonni, Sehun dimana?” Suzy menghampiri Yoona yang juga berjalan kearahnya, Yoona meraih tubuh lemas Suzy dan memeluk erat tubuh Suzy. Seakan mengerti dengan arti pelukan yang ia dapatkan dari Yoona, Suzy semakin terisak dan mengeratkan pelukannya pada Noona dari pria yang dicintainya.

“Maafkan Sehun telah membuatmu tersakiti seperti ini. Aku minta maaf karna tak bisa menghentikan Sehun, Mianhae Suzy-ah” Yoona mulai merasakan perasaan sakit yang dirasakan gadis yang berada dipelukannya. Ia benar-benar menyesal karna tak bisa menghentikan Sehun yang mempercepat jadwal kepergiannya ke US tadi malam.

***

3 Years Later…..

Wanita dewasa dengan rambut ikal hitamnya yang terurai dipunggungnya berjalan dengan langkah anggun keluar dari ruangan kerjanya dan menuju Lift yang akan membawanya ke lantai dasar.

Drrrt… Drrrtt…

“Yeobbsaeyo Appa” ucap wanita itu begitu menjawab panggilan yang baru saja masuk ke ponsel pintarnya.

“Suzy-ah, Apa kau masih sibuk?” Tanya seorang pria bersuara serak disebrang telepon itu.

“Aniyo Appa, aku sudah selesai” jawab Suzy yang saat ini memakai sebuah lencana pengacara diblazzer yang digunakannya.

“Kau akan langsung bertemu dengannya?” Pria yang dipanggil Appa oleh sang pengacara mudah itu kembali melempatkan pertanyaan.

“Iya Appa. Kau akan datang kan?” Suzy merapihkan pakaian dan rambutnya setelah menekan tombol Lift dan menunggu pintu Lift didepannya terbuka.

“Eoh, tentu saja Appa akan datang. Hati-hati dijalan ya” balas pria paruh baya yang sudah pensiun dari profesinya sebagai seorang Hakim dan memutuskan panggilan yang tersambung diantara keduanya.

Tak lama kemudian pintu Lift didepan wanita yang sudah dikenal sebagai pengacara Bae itu terbuka, dan wanita cantik itu melangkahkan kakinya masuk kedalam Lift. Ia menekan tombol yang akan membawa Lift menuju lantai dasar gedung ini.

Gadis berpenampilan cantik dan mempesona itu keluar dari Lift dan berjalan menuju lobby dimana seorang pria bertubuh tinggi berdiri memunggunginya dengan tubuh gagah dan pakaian formal yang sangat membuatnya semakin tampan.

“Annyeong… Maaf membuatmu lama menunggu” sapa Suzy begitu pria yang menunggunya memalingkan wajahnya dan tersenyum hangat menatapnya dengan mata bulatnya.

“Eoh, gwaenchanna. Ayo kita berangkat. Aku tak mau tamu-tamu terlalu lama menunggu” jawab pria tampan dengan setelan jas mewah melekat ditubuh tingginya dan meraih lengan mungil wanita dihadapannya.

“Chanyeol-ah, Tak bisakah kita makan siang dulu? Aku lapar” ucap Suzy dengan senyum manisnya menatap pria yang sejak dulu tumbuh dewasa bersamanya.

“Kita bisa makan disana nanti, Oemma sudah memesan banyak makanan” balas Chanyeol tak henti-hentinya menyunggingkan senyuman dan kembali melangkahkan kakinya bersamaan dengan Suzy yang berjalan disampingnya.

“Kau tahu darimana Oemma-mu memesan banyak makanan? Hm?” Suzy memalingkan wajahnya menatap Chanyeol yang telah duduk dibangku kemudi disampingnya.

“Yoona Noona memberitahuku tadi, ia memintaku untuk cepat mejemputmu” jelas Chanyeol dan mengacak lembut rambut gadis disampingnya yang langsung melemparkan tatapan kesal padanya.

“Jangan menatapku seperti itu, Bae Suzy” celetuk Chanyeol menyetuh singkat ujung hidung gadis disampingnya dan saling melempar senyuman satu sama lain.

***

Seorang Pria paruh baya berjalan penuh wibawa memasuki sebuah ruangan bertulisan Presiden Direktur Park disebuah perusahaan besar dikota Seoul. Dengan senyuman merekah diwajah tua-nya, pria itu didampingi beberapa pria bertubuh gagah dibelakangnya yang bertigas untuk menjaganya.

“Annyeoghaseo Abeoji” sapa seorang pria tampan berpakaian rapih yang berdiri didalam ruangan yang dipenuhi bangku dan meja panjang.

“Annyeong… Selamat ya. Semoga hubungan kalian berdua bisa berjalan lancar dan berlangsung selamanya” saut pria tua bermarga Park yang mengulurkan tangannya berjabat tangan tengan Park Chanyeol dan Bae Suzy yang berdiri berdampingan memberikan senyuman tulus padanya.

~ To be Continue ~

A/N : Hallooooooooo……….
Akhirnya sudah Chapter ke-Sepuluh *prokprokprok*
Gimana cerita di Chapter ini? Apa berhasil membuat kalian tertohok lagi????

Oh iya, untuk surat yang dikasih Sehun itu sebuah lagu loh yaaaa, kalau ada yang belum tau lagunya seperti apa, bisa Listening di lagu yang ada di Widget-ku dan terjemahan liriknya bisa Searching di Google. Dari awal aku bikin ff ini tuh suka banget dengerin lagu itu dan terinspirasi sama lirik lagu itu. Cinta banget sama Yoon Mirae-ssi *lovestruck* Let’s Listening… Cekidot!!!!

Chapter selanjutnya aku password lagi ya, Jangan lupa tinggalkan jejak disini❤️❤️❤️

Eh satu lagi… Mau minta saran menurut kalian aku harus masukin Tzuyu lagi ngga ya di Chapter selanjutnya? Bocoran aja nih ya, rencananya sih tinggal dua atau tiga Chapter lagi untuk ff ini selesai. Yeayyyy!!! /PLAKKK/ Belum siap ninggalin ff ini sih, tapi apalah daya banyak ff yang sudah menunggu di draft. Hiksss (abaikan).
Terimakasih sudah membaca Chapter ini, Xoxo

Love,

Rach

Iklan

Penulis:

No one is too old for fairy tales believe in the Magic!

41 tanggapan untuk “Love Tender [Chapter 10]

  1. Eheeeeey, author lagi ngejebak kita yaaaaa? Itu hubungan apa antara Chan dan Suzy? Kok amnigu gitu yaaaa wkwkwk
    Ayoooo jangan kelamaan ya lanjutnya, penasaran sama kisah Sehun dan Suzy yg belum kelar. Figthinggg!
    Buat Tzuyu tergantung sih dia nongolnya ngapain dulu? Kalo buat gabung love line diantara mereka, gakmauuuu T,T

    Metahara27@gmail.com

    Suka

  2. Sakitttttt banget bacanyaaaa, akhhhhh sebenernya Sehun itu ga brengsek kan ya? Jelasin dong kakkkk huhuhu
    Sedih ngeliat Sehun juga kacau begitu, tiga2nya tersakiti. Semoga happy ending ya…
    Kalo Tzuyu masuk buat apa? Sama Sehun gitu? Ahhh jangan dong kakkk.😭😭😭
    Agniyyaproperti@gmail.com

    Suka

  3. Aku udah dengerin lagunya terus aku baca ulang ff-nya, sumpah kena bangetttttttzzzzzzz
    Sukses terus ih kamu bikin hatiku berkeping-keping tiap baca ff ini 😭😭😭
    Pengen buru2 tau kelanjutannya, tapi ga pengen buru2 ff ini selesai. Huhuhuhu
    Ini emailku ya bastriani.sk@gmail.com

    Suka

  4. Akkkkkkkkh itu lagu cocok banget buat BGM ff ini hikshikshiks
    Sehun kapan pulang? Chan sama Suzy belum tentu pacaran kan? Itu masih nanggung banget ucapan Tuan Park.
    Berharap bahagia aja deh ketiganya.
    Buat tzuyu… Hmmm kalo emang harus ada cast cewek lagi mending OC aja ya thor, ga rela Sehun atau Chan diambil Tzuyu wkwk
    Semangatttt lanjutnya! Emailku nia.ivo@gmail.com

    Suka

  5. Ahh chap ini bener2 ga terduga… Nyesek saat baca semuanya terluka… Masih penasaran kenapa sehun sekekeh itu ninggalin suzy dan ga ngebales perasaan suzy…???
    Dan sebel banget saat sehun dengan mudahnya bilang ke chan… Untuk membuat suzu jatuh cinta… Kl suzumy ntar sm chan br nyesel deh…ngapain dulu marah waktu makan lama soal chan dan suzy… Kl ujung2ny dy ngelepasin suzy buat chan…
    Bag akhir chap ini bikin nyesek… Apa suzy beneraan jadian sm chan…?? Ditunggu next chap ya…fighting…😂😂😂
    Ini email aq fatir.oh98@gmail.com

    Suka

  6. Terlampau menohok ini mah ka 😢 aku masih ga ngerti sama sehun knpa segitu keukeuh nya nolak suzy, masih penasaran sama alasan yg sbenarnya/?. Yang bagian akhir itu maksudnya apaaaa?? Chan sma Suzy tunangan apa gmnaaaa?? Andwae !! Ga rela! Trus Sehun gmna dong. Makin complicated aja ini mah. Ditunggu next chapnya ka, tlong krim pwnya ke sini xosuez@gmail.com Makasih ^^

    Suka

  7. Dichapter ini lagi2 sukses buat aku mengeluarkan air mata lagi dan lagi, udah persis kaya org gila huaaaaa
    Sumpah gak bisa komentar apa2 lagi feel berantemnya dpt banget, jdi sehun sakit jdi chanyeolpun juga sakit huhuhu~
    Apa maksud sehun ngirimin surat kaya gitu trs tiba2 pergi gitu aja, gak bertanggung jawab bangetttt
    Chan sama suzy mau nikah atau gimna? Lah sehun gimna?
    Jgn masukin tzuyu lagi thorrr, gak rela nanti kalo ujung2nya tzuyu sama chanyeol atau sehun huhuhu~
    Next chapter ditunggu lo thor
    Fighting 😀
    rahmadinidevi@gmail.com

    Suka

  8. Apa hanya karena dia harus pergi ke luar negri, yg membuat Sehun sampai sebegitunya menolak Suzy? atau masih ada alasan lain yg membuat Sehun bersikap seperti itu?
    Part terakhir, sangat bikin penasaran… apa hubunan antara Suzy dan Chanyeol? masih sekedar sahabat atau sudah berubah menjadi kekasih? Ditunggu banget next chapternya, gomawo 🙂
    atikasyanri88@gmail.com

    Suka

  9. Awwww seneng banget akhirnya update hehe…
    Sehun jahat apa susahnya sih suruh Suzy nunggu dia gitu.. kasian Suzy nya…
    Kl Tzuyu jgn dijadiin pacarnya Sehun ya Thor.. please…
    Chanyeol kira2 kerjanya apa ya? Aq sih merestui hub mereka.. cz Sehun keterlaluan sih..
    Izin mibta pwbu chap 11 ya thor titinsetyo32@gmail.com
    Mksh banyak sebelumnya

    Suka

  10. Otaknya sehun yang cemerlang sungguh tidak berguna di chapter ini kenapa pula sehun baru ngaku kalau dia mau pergi,maksudnya apa coba?bener2dibikin gemes deh sama sehun.suzy sama chanyeol?lalu sehun gimana dong?masukin tyuzu aja deh thor biar suzy bisa sama sehun,hehehe
    Ditunggu chapter selanjutnya ya,faiting^^

    Suka

  11. penasaran kenapa sehun ninggalin suzy dan mengabaikan nya.
    sebel banget sama sehun dengan mudahnya bilang ke chanyeol Untuk membuat suzu jatuh cinta.
    Pain dulu nya marah jeles kl suzy dan Chanyeol dekat dan saat makan malam itu.
    ujung2nya Sehun ninggalin dan melepaskan suzy.
    Udah suzy buat Chanyeol aja…
    Gue sebel banget sama Sehun kasih perasaan ke suzy. Ujung2 nya ditinggal kan. Dia php in suzy.

    Ini email q habibah6988@yahoo.com

    Suka

  12. sehun bener bener brengsek ninggalin suzy gitu aja untung ada chanyeol yg selalu disisinya ya tapi tetep aja pengen suzy sama sehun
    tapi itu suzy pacarankah sama chanyeol? huahh bingung
    huahhhh chap ini buat perasaanku campur aduk 😥
    minta pw chap selanjutnya ya thor donkyank29@gmail.com

    Suka

  13. 3 tahun telah berlalu apakah perasaan suzy untuk sehun,sehun untuk suzy dan chanyeol untuk suzy masih sama seperti dulu?
    Chanzy semakin dekat apakah dekat mereka lebih dari sahabat?

    Suka

  14. Kok sehun pergi gitu aja sih?
    Akkkkh, itu suzy sama chanyeol tunangan? Nikah? Gimana kabar sehun?
    Kak Rach, aku udah kirim email. Plis jgn lama2 blsnya hehehehe penasran bangetttzzzz

    Suka

  15. Yoon mirae siapa? Aku blm ngerti..
    Itu sehun main pergi dan main kabur aja gitu?
    Terus di akhir part ini hubungan chanyeol n suzy apa?
    Suzy sukses jadi pengacara kah.. dan chanyeol jadi apa?

    Suka

  16. Aq mkin bgg deh, apa si alasan sehun melepas suzy???? Trus akhirnya suzy sm chan apa gmnaaa??? Aq berharapnya hunzy, wlpun dsni sehun rada2 nyebelin…

    Suka

  17. apalagi ini thor??? apa pda akhirnya sooji nrima chanyeol/ gmna? duuh trus gmna tuh nasibnya sehun, salah sndiri jg, knp mlah pergi gtu aja ninggalin sooji

    Suka

  18. Cetinya bagus banget😚😘 itu si Chanyeol sama Suzy jadiankah?😆
    Author aku belum baca part yg diproteksi😳 cara dapetin PW nya gimna?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s