image

Credit : Poster by IRISH @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

Tittle : Heal Me, Love Me | Author : Rach | Genre : Medical, Romance, Family, Angst | Lenght : Chaptered | Main cast : Bae Suzy, Xi Luhan, Oh sehun | Other cast : Kim Jongin, Jung Soojung

Happy Reading~

Pria berkulit putih pucat dengan ekspresi frustasi terpampang jelas diwajahnya sedang sibuk menatap layar ponsel pintar dan jam dinding secara bergantian didalam ruangan kerja cukup mewah ini.

“Aku rasa dia tak akan menyetujui kontrak konyolmu itu, Oh sehun!” Celetuk seorang pria dengan setelan formal yang terlihat rapih berbanding terbalik dengan pria yang sejak tadi berdecak gusar dibangku kebesarannya.

“Yak, Kim Jongin! Jangan bicara hal yang menakutkan seperti itu!” Sehun melemparkan tatapan tajam dari mata bulan sabitnya pada Pria berkulit Tan yang sedang menatapnya tak kalah sinis.

“Aku berani bertaruh! Pasti dia tak akan menghubungimu, tersisa 7 menit lagi sampai batas waktu yang kau tentukan” ucap Jongin membangunkan dirinya dari sofa diruangan dan berniat melangkahkan kakinya keluar ruangan

Drrrt…. Drrrt….

“Jongin-ah!!!!” Sehun berteriak kearah Jongin yang baru saja menyentuh kenop pintu dari dalam ruangannya, membuat Pria pemilik senyum menawan itu kembali memalingkan tubuhnya menghadap Sehun dan melihat sebuah nama terpampang dilayar ponsel pintar milik Oh sehun.

“Apa yang harus aku katakan?” Ucap Sehun dengan wajah bersemu-semu dan senyuman yang sangat terbuka lebar, Jongin pun merasa geli melihat tingkah sahabatnya yang baru ia lihat saat ini.

“Tenanglah Oh Sehun, bicara padanya dengan santai. Jangan terdengar seperti kau sangat menunggu teleponnya” balas Jongin yang sudah berdiri didepan Sehun dan membantu Sehun menarik dan menghembuskan nafas untuk menenangkan diri.

“Eoh, Tenang Oh Sehun” ucap Sehun pada dirinya sendiri, setelah menghembuskan nafas panjang, ia menggeser layar ponselnya dan langsung tersambung dengan panggilan gadis yang nomornya tersimpan dengan nama Suez diponsel Sehun.

“Yobbosaeyo” sapa Sehun saat mendekatkan ponsel ke salah satu telinganya

“Sehun-ssi, maaf mengganggu waktumu sebentar” ucap seorang gadis yang terdengar gugup dibalik telepon, andai wanita itu tau saat ini Sehun tak kalah gugup darinya.

“Eoh, Ada perlu apa?” ucap Sehun dengan nada yang dibuat santai dan dinginnya mencoba menutupi kegugupannya dan melirik sinis kearah Jongin yang tersenyum menahan tawanya.

“Hmm keugo… Tentang kontrak kerja kita..” Deg! Sehun merasa detak jantungnya berhenti sejenak, ia mencoba mengendalikan diri begitu mendengar kalimat itu dari suara merdu gadis disebrang sana.

“Eoh, kenapa tentang kontrak kerjanya?” Saut Sehun masih dengan sikap yang berpura-pura santai, ia menahan nafasnya dan mendapat ejekan dari Jongin yang menjauhkan diri agar tawa lepasnya tak terdengar. Demi Tuha, Jongin tak kuat menahan tawa melihat sikap dan ekspresi Sehun yang benar-benar menggemaskan seperti saat ini.

“Aku… Setuju” ucap Suzy dengan nada yang terdengar pasrah karna tak memiliki pilihan lain, dan tentu saja Pria albino itu membulatkan matanya dan mengukir senyum super bahagia-nya di bibir kecil nan menggoda itu

“Eoh? Eoh, Geurae” Sehun meneguk salivanya susah, pria ini memang benar-benar bisa menipu orang lain dengan nada bicaranya yang kelewat dingin padahal sangat berbanding terbalik dengan sikap dan ekspresinya saat ini.

“Geundae… Aku ingin kau mengajak seseorang saat kita pergi keluar” ucap Suzy dengan nada yang terdengar kesal, dan garis melengkung dibibirnya tertarik kembali setelah mendengar ucapan gadis Bae barusan.

“Untuk apa?” Sehun mengerutkan alisnya, ia merasa bingung dengan permintaan aneh penulisnya itu

“Coba kau fikirkan, Bagaimana jika tiba-tiba saat diluar phobia ku kambuh? Lalu siapa yang akan menenangkan-ku?” ucap Suzy dengan nada kesalnya yang sudah pasti ditujukan untuk Oh Sehun.

“Aku” jawab Sehun dengan santainya, dari mana Sehun mendapatkan percaya dirinya seperti saat ini? Bukan main.

“Oh Sehun! Aku serius, bagaimana mungkin kau bisa menenangkanku kalau kau sendiri tak akan mampu menyentuhku!” Suzy meninggikan nada suaranya, tentu saja sempat membuat Sehun tersontak dengan suara gadis itu, Sehun memainkan bibirnya seolah-olah sedang berfikir apa yang akan ia katakan selanjutnya.

“Ah, begitu… Baiklah aku akan mengajak seseorang yang bisa menenangkan dirimu” jawab Sehun masih dengan nada santai dan mengangguk-anggukan kepalanya, dan membuat Pria yang masih berdiri diruangannya menatap bingung dengan obrolan yang tidak ia ketahui.

“Oke, Sampai jumpa besok” ucap Suzy dan langsung memutuskan panggilan teleponnya secara sepihak, dan membuat Sehun melirik layar ponselnya dengan mimik kecewanya.

***

Hari yang ditungu-tunggu pria berparas tampan yang saat ini sudah bangun dari tidurnya dan sibuk menatap deretan pakaian yang tergantung dilemari pakaiannya dengan wajah berseri-seri, akhirnya tiba.

Pria itu, Oh Sehun. Pria yang sudah memakai jubah mandi putih polosnya dan rambut yang masih basah pada jam 7 pagi ini sangat terlihat bahagia, Akhirnya ia menjatuhkan pilihannya pada sebuah T-shirt bercorak garis-garis hitam putih dan sweater resleting hitam polos dipadukan dengan celana pendek berwarna cream yang sangat cocok ditubuh idealnya.

“Oh Sehun, Bangun kau-” teriakan Jongin terpotong begitu melihat sahabatnya itu telah berpakaian rapih berdiri didepan cermin besar didalam kamarnya. Tentu saja Jongin terkejut, bukan! Bukan karna Sehun terlihat sangat tampan, tapi karna tidak biasanya pria anti skin-ship itu sudah bangun bahkan sudah terlihat rapih pada jam segini.

“Bagaimana? Apa aku terlihat berlebihan?” Ucap Sehun menekuk kedua tangannya dan meletakannya kedua sisi pingang rampingnya. Bagaimana bisa Sehun bersikap imut seperti itu dengan senyuman merekah diwajahnya.

“Eoh, sangat berlebihan!” Jongin menghembuskan nafas panjang dan menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa geli dengan sikap Sehun barusan.

“Bagian mana yang berlebihan? Apa aku harus memakai kemeja dan celana panjang seperti biasanya?” Sehun menatap kembali refleksi dirinya di cermin dan memiringkan kepalanya kekanan dan kekiri mencari sesuatu yang berlebihan yang disebut Jongin tadi.

“Apa kau benar-benar bahagia sekarang?” Jongin menatap dwimanik Sehun dengan senyumannya, tanpa dijawab-pun Jongin tahu bahwa sahabatnya ini benar-benar terlihat bahagia pagi ini.

“Eoh” jawab Sehun membalas tatapan Jongin dan tersenyum singkat kearah Jongin dan kembali menatap dirinya dari pantulan cermin didepannya.

“Kau akan pergi nanti sore, untuk apa bersiap-siap sepagi ini?” Jongin menghampiri tempat Sehun berdiri dan ikut menatap Sehun dari pantulan cermin.

“Geunyang” ucap Sehun singkat dan kembali melepas pakaiannya dan berganti dengan pakaian formal karna pagi ini ia masih harus datang ke kantor dan menyelesaikan beberapa pekerjaannya dulu.

***

Seorang gadis dengan wajah masamnya keluar dari bilik kamar mandi setelah selesai membersihkan diri. Ia meraih beberapa potong pakaian dari lemari pakaiannya. Gadis bersurai coklat itu mendudukan dirinya didepan cermin meja rias yang dapat merefleksikan dirinya yang terlihat cantik dengan dress berwarna abu-abu polos setinggi lutut, ia mengoleskan tabir surya diwajahnya dan mengaplikasikan lipstick berwarna natural dibibirnya. Tanpa berniat menata rambut, gadis itu lebih memilih mengikat rambutnya begitu saja.

Gadis bernama Bae Suzy itu, kini melangkahkan kakinya menuju pintu Apartemennya dengan menggenggam sekaleng minuman bersoda dan melangkahkan kakinya menuju lantai bawah gedung yang menjadi tempat tinggalnya.

“Masuklah” ucap seorang pria bertubuh tinggi yang memakai celana pendek berdiri disamping pintu penumpang yang telah dibukakan untuk gadis yang baru saja menatapnya.

“Gomawoyo” Suzy mengangguk singkat dan mendudukan dirinya dibangku depan disamping bangku yang akan diduduki oleh Oh Sehun sang pengemudi mobil mewah ini.

“Kau sudah siap?” Sehun memalingkan wajahnya menatap gadis disampingnya yang diam-diam memperhatikannya sejak tadi

“Kau bilang akan mengajak seseorang, dimana orang itu?” Tak menjawab pertanyaan Sehun, gadis Bae malah melempar pertanyaan dengan nada kesalnya sambil melirik sinis kearah Sehun yang hanya ada didalam mobil ini bersamanya.

“Hmm, Dia menunggu ditempat tujuan kita” jawab Sehun dan mulai memainkan persneling dan melajukan mobilnya melewati jalan raya kota Seoul yang cukup ramai.

Setelah perbincangan singkat itu, mereka berdua kembali diam seribu bahasa. Hanya terdengar suara deru nafas gugup yang entah berasal dari siapa.

“Ada apa? Aku tau aku sangat tampan hari ini” Sehun membuka suara dengan nada penuh percaya diri pada gadis yang langsung meneguk salivanya, Sehun sadar sejak tadi Suzy memperhatikannya, melirik kearahnya dari ujung rambut sampai lutut, tentu saja Suzy tak bisa melihat ujung kaki Sehun karna berada dipedal gas dan rem.

“Hhh, dari mana kau mendapatkan semua kepercayaan dirimu itu, Sehun-ssi?” Suzy mendelik kesal, tentu saja kekesalannya itu hanya untuk menutupi rasa malu yang ia rasakan karna ketahuan oleh pria yang sejak tadi menjadi pusat perhatiannya.

“Dari lahir” jawab Sehun yang melengkungkan sisi bibirnya dan membentuk sebuah senyuman maut dari bibir kecil itu.

“Bodoh” umpat Suzy dengan volume suara sangat kecil dan ia fikir hanya dirinya sendiri yang mendengarnya.

“Mwo? Kau baru saja mengumpat padaku? Woah tak bisa dipercaya!” Sehun membulatkan matanya terkejut setelah mendengar kata yang baru saja keluar dari bibir Suzy yang lebih terdengar seperti gumaman, pria tampan itu menggelengkan kepalanya tanpa melirik kearah gadis disampingnya.

“Aniyo, bukan begitu, Aku hanya-“

“Kau terkejut melihatku semakin tampan dengan pakaian casual seperti ini kan?” Sehun memotong ucapan Suzy dan mengangkat salah satu alisnya, menyunggingkan senyumnya sebelum ia mengedipkan salah satu mata bulan sabitnya, mencoba menggoda gadis yang dengan reflek membulatkan matanya dan menghembuskan nafasnya terkejut dengan sikap Sehun barusan.

“Aku tidak menyangka pria dengan wajah sepertimu ternyata tak punya malu seperti ini” celetuk Suzy dengan nada sarkastik dan senyum miringnya, benar-benar tak percaya dengan sifat tak terduga Oh Sehun.

“Pria dengan wajah sepertiku? Memang wajahku kenapa? Sangat tampan?” Sehun memiringkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya yang tersenyum dengan wajah gadis yang menyembulkan semburat merah dipipinya karna sikap sekilasnya.

“Kau tahu kalau kau sangat menyebalkan?” Saut Suzy melemparkan tatapan tajamnya kearah Sehun yang menahan tawanya karna tingkah gugup Suzy barusan.

“Arra, arra. Aku sudah banyak mendengarnya” ucap Sehun cepat dengan mengangguk-anggukan kepalanya seakan setuju dengan pertanyaan Suzy yang sebenarnya berniat menyindirnya.

“Astaga! Belum sampai tempat tujuan saja aku sudah tahu 2 hal tentangmu, Sehun-ssi!” Suzy memijat peilipisnya, dan menghembuskan nafas frustasi karna berbicara dengan pria menyebalkan seperti pemuda Oh ini.

“Apa saja?” Tanya Sehun melirik sekilas kearah Suzy yang membuka telapak tangannya berupaya menutupi sisi samping wajahnya yang memerah akibat menahan emosi karna Pria albino.

“Tak tahu malu dan menyebalkan!” Jawab Suzy dengan nada sinisnya, masih dengan posisi tangan yang sama.

“Hmm ani, ani. Seharusnya ada satu lagi” Pria yang sedang mengemudikan mobil itu melambaikan sebelah tangannya tepat didepan wajah Suzy menandakan pria itu menolak ucapan Suzy tadi.

Suzy menarik telapak tangan yang menutupi wajah sampingnya dan menatap tajam kearah Sehun, gadis itu menahan nafasnya seakan mempersiapkan dirinya sebelum mendengar ucapan Sehun yang dapat membuat ubun-ubunnya mengeluarkan uap panas.

“Berparas tampan” ucap Sehun dan langsung mengumbar tawa karna mendengar ucapannya sendiri, berbeda dengan gadis disampingnya yang langsung menghembuskan nafas sangat kasar dan panjang, Sehun tahu betul Suzy benar-benar jengkel dan frustasi saat ini, tapi itu tak menghentikan dia untuk terus menggoda gadis penulis biografinya itu.

Setelah menghabiskan energinya untuk mendengarkan ucapan menyebalkan dari Oh Sehun, Suzy meraih earphone dari tasnya dan memasangkan ke ponsel pintarnya sebelum ia memutar musik di media player ponselnya yang langsung terdengar dikedua telinganya.

Gadis itu sengaja memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya kesisi samping mobil yang ditumpanginya saat ini agar Pria disampingnya itu tak lagi mengoceh dan membuat mood-nya semakin rusak hari ini. Sampai akhirnya Suzy mencapai alam bawah sadarnya dan mulai terlelap tanpa sengaja.

***

“Nona Bae, bangun!” teriak Sehun tepat ditelinga Suzy setelah pria itu dengan berani melepaskan earphone yang menutupi telinga gadis yang saat ini tertidur nyenyak.

“Yak, Bae Suzy!” Tak dapat respon, Sehun semakin meninggikan volume suaranya dan tetap tak berpengaruh pada gadis disampingnya.

Sehun dengan hati-hati meraih ponsel yang tergeletak bebas diatas pangkuan pemiliknya, ia menggeser layar ponsel pintar yang terkunci, Sehun melihat kearah widget yang menampilkan musik yang sedang terputar diponsel gadis itu.

“Secret love song, Little Mix” gumam Sehun pada dirinya sendiri yang membaca judul lagu yang sedang diputar Suzy.

Sehun mengerutkan alisnya karna sudah hampir tiga puluh menit Suzy masih belum membuka kedua matanya, dan ia melirik lagi kearah ponsel Suzy yang masih juga memutar lagu yang sama sejak tadi.

Pria itu hanya berkali-kali menghembuskan nafas dan tersenyum melihat wajah polos seorang gadis yang bisa membuatnya menjadi dirinya sendiri seperti ini setelah Luhan dan Jongin. Ia terus memandangi wajah cantik gadis Bae yang hanya diterangi oleh cahaya lampu didalam mobil karna hari sudah mulai gelap dan matahari sedang dalam proses menenggelamkan suryanya.

“Hoaaammm” suara menguap keluar dari bibir gadis yang baru saja membuka kedua matanya dan meregangkan kedua tangannya yang terpentok atap mobil.

“Astaga! Sudah Malam?” Suzy membulatkan matanya begitu sadar bahwa ia masih berada didalam mobil bersama Oh sehun dihari yang sudah gelap seperti ini.

“Eoh” Angguk Sehun menyimpulkan senyum miringnya melihat wajah panik Suzy

“Sejak kapan kita sampai?” Tanya Suzy yang sedang sibuk menatap dirinya dicermin kecil yang berada diatap mobil Sehun dan merapihkan wajah dan rambut kusutnya.

“Hmm, mungkin satu jam yang lalu” jawab Sehun masih memperhatikan kegiatan Suzy yang sedang mengucak-ngucak kedua mata kantuknya.

“Tidurmu nyenyak sekali” celetuk Sehun dengan tawa mengejek kearah gadis yang saat ini melirik tajam kearahnya dan kembali menatap refleksi wajahnya dicermin.

“Kenapa kau tak membangunkanku?!” ucap Suzy dengan nada kesalnya dan menatap Sehun yang juga menatapnya.

“Astaga, aku sudah membangunkanmu! Sudah berapa kali aku berteriak ditelingamu itu!” Jawab Sehun tak kalah kesal dengan gadis disampingnya, bukankah seharusnya Sehun yang marah karna Suzy sangat sulit dibangunkan, tapi lihat? Malah gadis penulis itu yang memberikan nada dan tatapan kesal pada Sehun.

“Kenapa kau tidak menepuk…” Suzy menghentikan ucapan yang akan melesat dibibirnya dengan merapatkan bibirnya, ia menatap kearah Sehun yang saat ini melemparkan tatapan tajam seakan tahu betul apa yang akan diucapkan Suzy.

“Sudahlah, Ayo kita keluar. Aku tak mau pulang terlalu malam!” Ucap Sehun dengan nada sangat dingin yang langsung memalingkan wajahnya dan mengubah ekspresinya menjadi kaku dan membuka pintu, keluar dari mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempat yang akan mereka kunjungi.

Sehun berdiri tegak didepan mobilnya, ia menatap bingung kearah kaca mobil depan menunggu gadis yang berada didalamnya sejak 10 menit yang lalu belum juga keluar dari mobilnya.

“Apa yang kau lakukan?” Sehun membuka pintu penumpang itu dengan sedikit kasar dan menundukan kepalanya menatap gadis yang membalas tatapannya dengan mata bergetar.

Gadis Bae itu menggelengkan kepalanya kearah Sehun yang mulai menampilkan raut wajah khawatir karna melihat wajah Suzy mulai memucat dan peluh-peluh kirangat dingin yang bersarang didahi dan pelipis gadis itu.

“Gwaenchanna, didalam tidak terlalu ramai” ucap Sehun memposisikan dirinya berjongkok dan menatap Suzy yang masih terduduk dibangku mobilnya.

“Aku takut phobia-ku kambuh” ucap Suzy yang menundukan kepalanya dengan kedua tangan yang bergetar mengepal kuat dress yang dipakainya.

Sehun meneguk salivanya dengan sulit, ia merasa ada remasan kuat didadanya yang membuatnya merasa sesak. Pria itu ikut mengepalkan salah satu telapak tangannya begitu frustasi karna tak bisa berbuat apa-apa melihat tangan gadisnya itu bergetar seperti saat ini.

“Geurrae, kita pulang saja” Sehun kembali berdiri dan menutup pintu Suzy dan berjalan kembali masuk dan mendudukan dirinya didepan kemudinya.

“Geundae, Sehun-ssi…” Suzy menatap cemas kearah Sehun yang tiba-tiba kembali mengajaknya pulang.

“Gwaenchanna, Mianhae karna memintamu untuk menerima kontrak kerja konyolku itu” balas Sehun yang tersenyum singkat kearah Suzy dan kembali menghidupkan mesin mobil dan memainkan persneling mobilnya.

“Aniyo, Ayo kita-” ucapan Suzy terpotong ketika Sehun menarik lengannya dari persneling dengan kasar dan menatap tajam karna terkejut dengan sikap Suzy yang tiba-tiba menyentuh tangan Sehun berniat mencegah Sehun memainkan persneling mobilnya.

“Mi… Mianhaeyo” suara bergetar dan gugup dari bibir Suzy terdengar ditelinga pria yang saat ini sedang menatap intens tepat kearah dwimanik indah milik gadis Bae.

Tak menjawab permintaan maaf Suzy, pria albino itu malah melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh membelah jalan raya Seoul malam ini. Berbeda dengan perjalanan sore tadi yang dipenuhi dengan tawa renyah dan nada kesal dari kedua orang itu, malam ini lebih terasa dingin dan sunyi menyelimuti dalam mobil ini.

Pria yang baru saja mendapat gelar tak tahu malu dan menyebalkan dari Bae Suzy, saat ini hanya fokus menatap lurus dan datar kearah jalan raya dari kaca mobilnya tanpa membuka suara apalagi melirik kearah Suzy yang berkali-kali menghela nafas gusar karna perubahan Sehun ini.

***

Suara decit ban mobil yang berhenti dengan kasar sangat terdengar digendang telinga Suzy. Lagi-lagi gadis penderita Agoraphobia itu hanya menghembuskan nafas panjang sampai akhirnya ia sampai tepat didepan gedung Apartemennya.

“Sehun-ssi, Mianhaeyo” Suzy memberanikan diri membuka suara dan menatap kearah Sehun yang masih menatap lurus kedepan dengan ekspresi dinginnya.

“Gwaenchanna” jawab Sehun singkat tanpa menoleh kearah gadis yang masih menatap lekat kearahnya.

“Apa kau akan menarik kembali projek kita?” pertanyaan Suzy kali ini berhasil membuat Sehun memalingkan wajahnya dan membalas tatapannya.

“Ani, aku akan tetap menjalankan projek ini” jawab Sehun masih dengan wajah dinginnya dan tatapan misterius ke dwimanik milik gadis yang saat ini mengurai senyuman manisnya setelah mendengar jawaban dari pria disampingnya.

“Gomawoyo Sehun-ssi” ucap Suzy masih melengkungkan senyumnya dan melangkahkan kakinya keluar mobil dan berjalan masuk kegedung Apartemennya tanpa membalikan tubuhnya untuk sekedar melambaikan tangan pada pria yang saat ini terus menatap punggungnya yang semakin menjauh.

***

Sehun memakirkan mobil pribadinya didepan gedung Apartemennya dan melangkahkan kaki jenjangnya masuk kedalam Apartemennya dengan perasaan kesal dihatinya.

Ia menekan beberapa tombol yang menjadi password pintu Apartemennya dan membuka pintu dan menutupnya kembali dengan kasar.

“Dari mana saja kau?” suara seorang pria yang sangat tak asing oleh Sehun menyapa begitu ia melihat sosok Sehun berjalan ke living room dengan wajah muramnya.

“Sejak kapan kau disini, Hyung?” Tak menjawab, Sehun malah melempar pertanyaan pada kakaknya yang siapa lagi kalau bukan Luhan yang sedang berkacak pinggang menatap penuh selidik kearahnya.

“Sejak Jongin menelponku dan memberitahu bahwa kau menghilang darinya sejak sore” jawab Luhan yang menghampiri Sehun yang terduduk dikursi didapurnya dengan meneguk sekaleng bir dingin dari lemari es.

“Hyung… Heal me, please.” Ucap Sehun dengan nada lirih dan mata yang mulai berkaca-kaca menatap lekat penuh permohonan kearah Luhan yang duduk dihadapannya dan membalas tatapannya dalam diam.

~ To be Continue ~

Maaf ya, di Chapter ini ga ada Luhan-Suzy moment. Soalnya lagi mau mengembangkan hubungan antara Sehun dan Suzy yang di Chapter sebelumnya belum terlalu jelas.
Semoga kalian tidak kecewa dengan ff abal-abalku ini ya…..

Jangan lupa tinggalkan jejak diChapter ini ya. Gomawo❤️❤️❤️

Love,

Rach

Iklan

20 pemikiran pada “Heal Me, Love Me [Chapter 6]

  1. Akhirnya update juga….
    Ini ff yg paling aku tunggu-tunggu.
    Yessss, chapter ini buat Hunzy shipper❤❤❤❤ hehehe
    Semangat thor lanjutinnya.

    Suka

  2. Aaaaah tuhkan sehun gabisa megang tangan suzy T,T
    Ayodong cepet sembuh sehunnya huhu
    Ditunggu terus kelanjutannya, semangat author❤

    Suka

  3. Ahh suka banget chap ini full hunzy moment…kyaa…sikap sehun yg sedang jatuh cinta itu sweet banget…jadi gemes sama sehun…sumpah suka banget adegan mereka di mobil…saat sehun suka ngejahilin suzy krn tingkat ke PD an nya yg tinggi…dan sehun sabar banget nunggu suzy smpe bangun …walau agak kecewa krn rencana sehun ngajak suzy keluar gagal krn phobia suzy…
    dan buat luhan…mianhae krn aq juga pengen liat perkembangan hubungan hunzy…
    penasaran chap dpn…suzy pasti merasa bersalah banget…ga sabar nunggu moment suzy ngebujukin sehun…
    dan suka sm semangat sehun yg kepingin sembuh krn peduli dengan orang yg dy cintai…
    ditunggu next chapny…fighting…

    Suka

  4. Hahahha sehun lucuuuu, jadi sayang *eh /PLAKKK/
    Kisah diantara hunzy sama luzy berbeda, kalo sma luhan sweet banget, kalo sa sehun gemesin bangetttt hihihi
    Semangat kelanjutannya!!!❤

    Suka

  5. Penasaran reaksi Luhan pas tau alasan Sehun pengen cepet2 sembuh karna Suzy >,<
    Huaaaaaah jangan terlalu makjang ya ff-nya😂
    Semangatttt

    Suka

  6. Ini salah satu ff mu yg paling aku tunggu2 kakk, makasih udah diupdate hehe
    Gak kecewa kak, malah seneng banget dichapter ini semuanya hunzy momenttt><
    Dri pertama sehun nunggu telpon suzy sampe suzy yg tidur gak bangun2 itu sukses bikin senyum2 sendiri ^^
    Hunzyyyyyy 😀
    Kasian banget sma sehun, dia sebenernya pengen banget buat ngebuat gadisnya tenang eh tpi malah kehalang sma phobianya huhu~
    Disitu yg bikin nyesek 😥
    Dan dia pengen banget sembuh dan itu karna suzy :')
    Next chapter ditunggu banget kak 🙂
    Fighting 😀
    Eh iyaaa remembernya juga ditunggu banget lo kak hehehe

    Suka

  7. Lahan dan suzy momennya ngga ada, full sehun dan suzy.tapi sehun yg lagi jatuh cinta lucu banget😂
    Ditunggu capter selanjutnya ya,hwaiting^^

    Suka

  8. Sehun pasti merasa kesal pada kondisi dirinya yg tak bisa menerima sentuhan sehingga membuatnya tak bisa brbuat apa” ketika phobia suzy hampir kambuh tadi.tapi hal baiknya dari itu adalah sehun yg semakin termotivasi untuk bisa sembuh

    Suka

  9. Mewekkk, aku mewek pas baca Sehun gakbisa genggam tangan Suzy yg gemeteran. Tapi kayanya Sehun bener2 suka ya sampe pengen bgt sembuu gituuuu.
    Lucu juga pas baca bagian Sehun nyebelin dimobil sama Suzy, tapi aku tetep kasian sama Luhan nantinya. Huffff labil ya aku??? Maapkeuuuun😔

    Suka

  10. Sayang sekali rencana mereka gagal krn phobia keduanya kambuh… tp Sehun sadar kl dia menyukai Suzy.
    Mm apa kita harus siap2 u melihat Luhan patah hati? TT TT ga tega… suka sm dua2nya😢

    Suka

  11. Sehun saking senang dan semangat nya mau ketemu suzy.. dan sepertinya dia memang jatuh cinta sm suzy.. ini cinta segitiga lagi.. kl luhan tau apa luhan bakalan mundur atau gmn.. ini ceritanya nyesek lagi kali yaa…

    Suka

  12. Ahhh masih belum bisa ternyata kok aku yang ngenes ya liat suzy gak nyaman dan sehun serba salah gitu 😓
    Dan Lu apa yang bakalan kamu lakuin kedepannya begitu tau kalau adikmu suka sama wanitamu 😓 ahh aku ikutan heart broken

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s