Diposkan pada On going

Heal Me, Love Me [Chapter 5]

image

Credit : Poster by IRISH @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

Tittle : Heal Me, Love Me | Author : Rach | Genre : Medical, Romance, Family |Lenght : Chaptered | Main cast : Bae Suzy, Xi Luhan, Oh sehun | Other cast : Kim Jongin, Jung Soojung

Happy Reading~

Sinar mentari telah mengekspos cahaya teriknya dipagi ini, pertanda bahwa seluruh masyarakat korea bisa memulai kegiatannya hari ini. Tapi tak berlaku untuk pria yang saat ini masih menyembunyikan dibalik selimut putih polosnya diatas kasur.

“Yak! Oh Sehun!!!” Pria yang telah rapih memakai setelan formalnya, melempar bantal sofa yang ia ambil dari living room tepat dikepala pria yang masih memejamkan matanya saat ini.

“Neo michesseo!” Pria itu menendang selimutnya dan mendudukan dirinya menatap kesal kearah pelaku pelempar bantal yang mengganggu tidurnya

“Kau yang gila! Apa maksudmu membuat kontrak seperti itu?!” Jongin mendekat kearah Sehun dengan tatapan tajamnya

“Waeeee? Memang ada yang salah?” Dengan terpaksa Sehun bangun dari kasurnya dan berjalan keluar kamar meninggalkan Jongin yang menatap kesal kearahnya

“Tentu saja salah!” Jawab Jongin yang mulai mengekori langkah Sehun dibelakang

“Aku hanya ingin membantu menghilangkan phobianya” Sehun menatap kearah Jongin yang sudah duduk dikursi pantry di Apartemennya.

“Astaga! Kau bukan dokter, untuk apa kau membantunya!” Jongin mulai geram dengan sikap sahabatnya yang satu ini

“Memang hanya dokter yang bisa membantunya? Luhan Hyung bilang, siapapun bisa menyembuhkan phobia asal ada kemauan” dengan percaya dirinya Sehun mengangkat alisnya tersenyum menatap Jongin yang makin merasa jengkel padanya

“Eoh, memang! Kalau begitu sembuhkan dulu phobiamu sendiri, tak perlu repot-repot menyembuhkan phobia orang lain!” Jongin mendengus kesal, saat ini dua pasang mata sedang saling melempar tatapan tajam kearah satu sama lain. Oh sehun kesal dengan ucapan Jongin barusan, walaupun ia setuju dengan apa yang diucapkan sahabatnya itu.

“Sudahlah tak usah ikut campur urusanku, hari ini aku tak ingin kekantor. Kau selesaikan semua pekerjaanku” ucap Sehun beranjak dari dapur dan kembali masuk kedalam kamar tidurnya.

“Mwo? Kau ingin kemana?” Jongin kembali mengikuti langkah Sehun masuk kedalam kamar, ia menatap heran kearah pria yang menjadi atasannya itu, bukankah Oh Sehun yang ia kenal adalah sosok pengusaha muda yang gila kerja? Tapi apa-apaan ia hari ini, dengan santainya ia tak ingin datang kekantor.

“Tidak kemana-mana. Aku hanya ingin istirahat dirumah hari ini” jawab Sehun cuek, seakan tak sadar dengan apa yang baru saja ia ucapkan.

“Oh sehun, kau serius akan membuang-buang waktumu hari ini?” Jongin mengerutkan alisnya, apa yang pria ini makan tadi malam, sehingga membuat otaknya sedikit tidak beres seperti pagi ini.

“Yak! Apa menurutmu istirahat itu membuang-buang waktu? Astaga Kim Jongin aku tak percaya dengan fikiranmu itu” Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah kelewat polos dan kembali merebahka tubuhnya diatas kasur.

“Noe gwaenchanna?” Jongin dengan reflek menjulurkan telapak tangannya berniat ingin menyentuh dahi pria aneh didepannya

“Yak! Jugguole?!” Dengan sigap Sehun menjauhkan dirinya dari jangkauan Jongin, ia melemparkan laser tajam dari manik matanya. Jongin selalu bisa membuat Sehun bergidik ngeri dengan sikapnya yang menyebalkan seperti saat ini.
-OOO-

Berbeda dengan pria albino itu yang memulai paginya dengan santai, Bae suzy memulai pagi ini dengan perasaan jengkel yang masih bersarang didadanya. Penyebabnya sudah pasti karna ulah Oh sehun tadi malam, yang dengan se-enaknya membuat kontrak kerja tak masuk akal seperti itu.

Ting… Tong…

Bel Apartemen Suzy terdengar ditelinga gadis yang baru saja keluar dari kamar mandi, membersihkan diri.

“Jadi, bagaimana?” ucap Soojung, gadis yang membunyikan Bel itu dan menyesap sirup yang dibuatkan Suzy untuknya

“Entahlah” Suzy mengangkat bahunya yang lemas tak bersemangat

“Bukankah kau sudah sering berpergian keluar sekarang?” Soojung menatap kasihan kearah Suzy, sebenarnya ia juga tak tega membuat adik-nya ini merasa tersiksa. Tapi, ia juga tak ingin kehilangan pekerjaan ini dan sudah pasti lebih membuat Suzy tersiksa.

“Iya, tapi itu saat bersama Luhan Oppa” jawab Suzy menghela nafas, Tak mungkinkan ia harus melibatkan Luhan dalam projeknya dengan pria menyebalkan seperti Oh sehun.

“Hmm, yasudahlah. Aku tak akan memaksamu, fikirkan matang-matang. Aku akan mendukung keputusanmu” Soojung menepuk lembut bahu lemas Suzy, ia tersenyum berniat menguatkan hati gadis yang saat ini sedang menanggung beban.
-OOO-

Pria yang saat ini masih merebahkan tubuhnya diatas kasur, dengan rambut berantakan dan wajah kusut karna sampai siang ini ia belum berniat membersihkan dirinya dikamar mandi.

Oh sehun, sejak tadi hanya menyibukkan matanya untuk menatap layar ponsel pintar yang berada digenggamannya sambil sesekali melirik jam yang bertengger di dinding kamar tidurnya. Dan akhirnya ponsel itu berdering menandakan ada panggilan masuk.

“Waeee?” Ucap Sehun sesaat menggeser layar sentuh ponselnya, menjawab panggilan itu dengan wajah malasnya

“Luhan hyung datang kekantor, katanya hari ini jadwal terapimu” suara Jongin terdengar dari sebrang telepon itu.

“Bilang saja aku sedang-“

“Oh Sehun, jangan banyak alasan. Cepat temui aku!” Suara tegas terdengar ditelinga Sehun dan membuat Sehun menghentikan ucapannya. Siapa lagi kalau bukan Luhan, dokter sekaligus kakak semata wayangnya yang saat ini sedang menunggu dikantornya.

“Hyung, aku-“

“Bertemu sekarang, atau jangan pernah menemuiku lagi sampai kapanpun” ucap Luhan dengan suara dinginnya, kali ini ia tak akan membiarkan adik kesayangannya itu melewatkan jadwal terapinya.

“Eoh, Aku akan kesana” dengan penuh keterpaksaan Sehun bangkit dari tidurnya setelah melempar asal ponselnya dan bersiap-siap untuk pergi kekantor.

***

Setelah menutup teleponnya, Luhan mulai sibuk menyiapkan keperluan terapi yang akan ia berikan untuk Sehun dan Jongin kembali keruangannya untuk mengerjakan beberapa tugasnya sebelum Sehun datang.

Setelah Jongin menyelesaikan beberapa berkas yang akan ditanda tangani Sehun nanti, ia kembali kedalam ruangan Sehun untuk menemani Luhan yang berada disana seorang diri. Tentu saja, Jongin sudah tak merasa canggung lagi pada Luhan, karena memang Jongin sudah mengenal Luhan sejak jauh sebelum Sehun menderita phobianya, dan ia tahu betul bahwa pria yang berprofesi sebagai dokter itu sangat menyayangi Sehun, dan begitu pula sebaliknya.

“Dia kambuh lagi?” Luhan menatap penuh selidik pada Jongin yang duduk didepannya, disofa dalam ruangan kerja Sehun

“Aniyo Hyung, Jinjja” Jongin menggelengkan kepalanya cepat, menandakan ia tak menyembunyikan kebohongan yang biasanya ia lakukan jika Sehun sedang kambuh.

“Kenapa bisa dia malas datang kekantor seperti sekarang?” Luhan menyesap coffee yang dibuatkan pelayan dikantor milik adiknya itu

“Entahlah Hyung, ia bilang hanya ingin istirahat seharian” jawab Jongin menggidikan bahunya tak mengerti dengan sikap atasannya

“Geundae… Hyung, kau tahu hal yang lebih aneh dari Sehun sekarang?” Jongin memijit pelan pelipisnya dan menyenderkan punggungnya disofa empuk yang didudukinya

“Apa?” tanya Luhan yang yang mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mulai memainkannya

“Sepertinya dia sedang jatuh cinta dengan seorang gadis” ucap Jongin dengan ekspresi seriusnya, dan tentu saja membuat Luhan menghentikan kegiatannya dan menatap tak percaya pada Jongin.

“Siapa?” Tanya Luhan antusias, yang ia tahu sejak Sehun mengalami phobi, pria itu belum pernah membuka hatinya untuk seorang gadis, dan tentu saja mendengar hal ini dari Jongin membuatnya terkejut sekaligus bahagia karna bisa jadi ini awal jalan untuk Sehun sembuh.

“Ada seorang-“

“Hyung” Sehun membuka pintu ruangannya dengan wajah cueknya, kedatangan Sehun membuat obrolan Jongin dan Luhan terpotong dan tentu saja Jongin tak berani melanjutkannya didepan Sehun.

“Kau sudah datang?” Sapa Luhan melemparkan senyuman hangatnya melihat kedatangan adiknya yang terlihat tak senang

“Tentu saja, mana mungkin aku tak datang karna ancamanmu itu!” Saut Sehun melirik tajam kearah Luhan dan Jongin yang tersenyum padanya. Saat ini hanya Sehun satu-satunya yang tidak merasa senang dengan pertemuan mereka bertiga.

Setelah lebih dari satu jam kegiatan terapi yang diberikan Luhan untuk Sehun selesai, Luhan mulai memberikan konseling sesuai hasil yang didapat dari terapi yang dijalani Sehun hari ini.

“Kau tak ingin sembuh?” Luhan mulai membuka kegiatan konselingnya dengan pertanyaan yang membuat Sehun mengerutkan alisnya sekilas

“Tentu saja mau!” Saut Sehun dengan wajah santainya meregangkan tubuh-tubuhnya yang sempat kaku karna terapi yang baru saja ia jalani.

“Kau sedang jatuh cinta dengan seorang gadis?” Lagi-lagi Luhan melemparkan pertanyaan yang tak disangka, dan pria putih yang saat ini duduk disampingnya dengan cepat memalingkan wajah kearahnya.

“Siapa yang bilang?” Sehun menatap tajam ke arah Luhan yang tersenyum menggoda kearahnya, ia menghela nafas kesal begitu sadar siapa orang yang memberitahu kakaknya soal urusan pribadinya.

“Mianhae” ucap seorang pria berkulit Tan yang duduk tak jauh darinya, dan menahan tawanya bersama Luhan karna mendapat tatapan tajam dari tokoh utama dalam pembicaraan mereka saat ini.

“Wah, Kim Jongin! Kau memang tak bisa dipercaya!” Sehun berdecak kesal dan melempar hoodie yang dipakainya, karna kebetulan hari ini Sehun tak berniat bekerja jadi ia datang ke kantornya dengan memakai pakaian santainya saat ini.

“Jadi dugaanku benar? Kau sedang jatuh cinta?” Jongin menjulurkan telunjuknya kearah Sehun dengan senyuman mengejeknya

“Yak Kim Jongin!!!!” Sehun meninggikan nada suaranya, benar-benar Kim Jongin! Kalau kau bukan sahabat Sehun sejak lama, sudah pasti saat ini juga kau akan dipecat dari jabatan sekertaris diperusahaan Sehun ini, beruntunglah kau Kim Jongin.

“Bagaimana mungkin kau berpacaran kalau tidak bisa melakukan skinship, Oh Sehun” Luhan tersenyum miring kearah Sehun sambil membereskan bawaannya kedalam tas kerjanya.

“Hyung!” Sehun semakin kesal dengan ucapan Luhan barusan, ia tak bisa memungkiri bahwa ucapan Luhan memang sangat benar. Tapi tunggu, Oh sehun apa saat ini kau sedang berfikir akan berpacaran dengan gadis itu? Astaga.

“Cepat hilangkan phobiamu itu!” Luhan menjulurkan tangannya, berharap kali ini adik kesayangannya mau menjabat tangannya.

“Hyung” Sehun kembali mengerutkan alisnya, Oh ayolah dokter Lu, bukankah kau sudah tahu apa yang akan kau dapat dengan menjulurkan lenganmu seperti itu untuk Oh sehun? Sudah pasti nihil.

“Arraseo.. Jangan lupakan obatmu! Jongin-ah, hubungi aku kalau terjadi sesuatu” Luhan tersenyum hangat kearah Sehun dan menepuk pelan bahu Jongin yang berdiri berniat mengantarnya keluar ruangan.

“Hyung…” Sehun memanggil dokter pribadinya itu yang sudah melangkah tepat didepan pintu yang sudah dibuka oleh Jongin.

“… Selain terapi dan obat-obatan, Apa ada yang bisa menyembuhkan phobia?” Lanjut Sehun dan langsung mendapat perhatian dari Jongin dan Luhan yang saat ini menatap kearahnya yang masih terduduk disofa ruangan kantornya.

“Ada..” jawab Luhan menganggukan kepalanya, menatap hangat kearah pria yang sangat disayanginya, seseorang yang ia sayangi lebih dari Luhan menyayangi dirinya sendiri.

“… The power of Love” Lanjut Luhan menyunggingkan senyuman tulusnya untuk pria yang saat ini membalas tatapannya penuh arti.

“Nae Kandda” Luhan melambaikan tangannya dan tersenyum berpamitan pada Sehun yang masih diam menatap kearannya, Luhan yakin saat ini adiknya itu sedang mencerna dalam-dalam arti ucapannya barusan.

“Eoh” ucap Sehun singkat, ia meneguk salivanya dengan susah-payah karna merasakan sesuatu yang berada di dada kirinya terasa berdekat sangat cepat hanya karna sebuah jawaban komyol yang ia dapat dari kakaknya tadi.

***

Setelah acara terapinya yang sudah selesai sejak beberap jam yang lalu, Sehun masih sibuk menatap layar ponselnya yang tergeletak diatas meja kantornya saat ini. Ia memutar-mutarkan tubuhnya diatas kursi kerja kebesarannya sebagai seorang Presdir dengan pakaian santai yang terlihat seperti seorang mahasiswa pecicilan.

“Kau masih menunggunya?” Ucap Jongin yang menyerahkan beberapa berkas yang tadi ia selesaikan dan harus ditanda tangani oleh Sehun

“Aku sedang libur Kim Jongin, Jangan ganggu aku” Sehun menutup map yang disodorkan oleh Jongin, Ia benar-benar tak berniat membagi perhatiannya pada apapun selain ponsel nya sekarang.

“Hanya tanda tangani saja, Kalau tak mau diganggu kenapa kau tak mau pulang?” Jongin menatap kesal kearah Sehun, sejak kepulangan Luhan tadi Sehun hanya sibuk memperhatikan ponselnya yang tak berdering sekalipun, saat mereka makan siang diruangan Sehun dan bahkan sampai saat ini jam sudah menunjukan pukul 6 malam, ia masih belum juga berhenti melakukan hal konyol itu.

“Aku tak akan bisa tenang kalau menunggu dirumah” jawab Sehun yang dengan terpaksa meraih pulpen pribadinya dan menggoreskan tanda tangannya pada berkas-berkas diatas mejanya.

“Kau fikir saat ini kau terlihat tenang?” Jongin mendengus nafas jengkel melihat sikap Sehun yang seperti bukan Sehun yang ia lihat biasanya.

“Jongin-ah, bagaimana kalau Suzy menolak projek ini?” Sehun menatap kearah Jongin dengan tatapan seriusnya, Jongin bisa melihat bahwa saat ini sahabatnya itu sedang sangat khawatir.

“Salah kau yang membuat kontrak kerja konyol seperti itu!” Jawab Jongin tersenyum miring kearah Sehun yang saat ini memijat-mijat pelipisnya, Jongin yakin pasti Oh sehun merasa menyesal karna permintaannya yang tak masuk akal pada Suzy kemarin.

***

“Yeobbosaeyo” ucap Suzy begitu menerima panggilan yang masuk ke ponsel pintarnya malam ini.

“Kau sedang apa?” Tanya seorang pria yang berada dibalik sambungan telepon mereka.

“Menikmati pemandangan malam” jawab Suzy yang saat ini sedang menatap suasana malam kota Seoul dari balkon kamarnya.

“Ada apa? Ada yang sedang kau fikirkan?” Luhan tahu kalau Suzy sedang melihat pemandangan kota Seoul dari Balkon kamarnya, pasti ada sesuatu yang mengganggu fikirannya.

“Hmm, Geunyang” jawab Suzy, ia tersenyum seorang diri. Bagaimana bisa ia tak bahagia dengan sikap Luhan yang selalu mengerti dirinya lebih dari dirinya sendiri.

“Jangan terlalu difikirkan, ikuti saja kata hatimu” Luhan mencoba menenangkan gadisnya yang ia yakini ada sesuatu yang mengganggu fikirannya, tapi Luhan tak mau memaksa Suzy harus selalu menceritakan urusan pribadinya pada Luhan, karena ia tahu bahwa ada hal-hal yang memang tak perlu diketahui Luhan.

“Eoh, Gomawo Oppa” Suzy merasa sedikit tenang mendengar suara Luhan yang menenangkan hati dan fikirannya saat ini, Satu hal yang Suzy sangat sukai dari Luhan, sikap Luhan yang tidak terlalu memaksa Suzy untuk selalu bercerita tentang masalahnya, Luhan hanya akan menjadi penyemangat dan penenang setia bagi Bae Suzy.

“Hmm, Nae Bogoshipeo” ucap Luhan terdengar sangat tulus ditelinga Suzy, pria itu memang selalu bisa membuat Suzy menyunggingkan senyuman dengan sikap manisnya itu.

“Nae ddo, Oppa” saut Suzy yang saat ini tersenyum seperti merasa bahwa dirinya adalah wanita paling bahagia karna memiliki kekasih seperti Luhan.

“Buka pintu” perintah Luhan yang saat ini telah berdiri tepat didepan pintu Apartemen gadis kesayangannya, dan tentu saja membuat gadis yang menjadi lawan bicaranya membulatkan matanya dan berjalan meninggalkan balkon dan keluar kamarnya.

Suzy melangkahkan kakinya dengan cepat menuju pintu Apartemennya, dengan ponsel yang masih digenggam disamping telinganya. Ia membuka pintu itu dan melihat sesosok pria tampan dengan senyuman hangatnya yang menjulurkan tangan kanannya yang sedang menggenggam bucket mawar putih. Astaga, bukankah Luhan terlihat sangat romantis saat ini? Memberi kejutan yang sangat manis seperti ini.

“Oppa” Suzy dengan cepat melingkarkan lengannya kepinggang Luhan dan memeluk erat tubuh Luhan yang beraroma maskulin dan sangat memabukkan Suzy.

“Aigoooo” Luhan tersenyum bahagia mendapat pelukan dari kekasihnya ini, dan membalas pelukan Suzy yang semakin erat ditubuhnya

“Bukankah kau bilang sedang sibuk saat ini?” Suzy melepas pelukannya dan menatap lekat pada manik kristal milik pria didepannya.

“Eoh, sangat sibuk…” ucap Luhan menganggukan kepalanya dan menatap serius kearah Suzy, ia menyerahkan bucket yang ia bawa untuk gadisnya itu dan menyelipkan helaian rambut Suzy ketelinga gadisnya

“… Tapi aku merindukanmu, Sangat!” Luhan mengecup sekilas bibir Suzy dan tentu saja gadis itu sedikit terkejut dengan kecupan tiba-tiba Luhan.

Suzy menatap Luhan yang saat ini sedang tersenyum hangat padanya, bukan hanya pria itu yang merindukannya. Suzy pun merasakan hal yang sama, dan saat ini ia sangat membutuhkan Luhan untuk menenangkan fikirannya dan harapannya itu terkabulkan.

Suzy dengan cepat menjinjit-kan kakinya dan meraih tengkuk Luhan, ia mengecup bibir manis pria yang sejak tadi berhasil membuat jantungnya berdegup kencang, ia memberikan kecupan-kecupan hangat yang semakin lama berubah menjadi lumatan-lumatan hangat yang juga dibalas oleh Luhan. Sepasang kekasih ini sudah terlarut dengan suasana manis yang mereka ciptakan sendiri.

“Goekjonghajima (Jangan khawatir)” ucap Luhan begitu tautan bibir mereka terlepas karna mereka berdua kehabisan pasokan oksigen. Luhan tahu betul gadisnya itu sedang mengkhawatirkan sesuatu.

“Eoh” jawab Suzy yang masih mengatur nafas dan mencoba mengendalikan gemuruh degup jantung yang sangat cepat.

“Kau memiliki aku” Luhan mengecup kembali bibir Suzy hanya sekilas dan melemparkan senyuman tulusnya yang hanya ia berikan untuk gadis didepannya saat ini

“Saranghae Oppa” ucap Suzy menjulurkan tangannya, dan mengelus lembut pipi pria kesayangannya yang saat ini tersenyum padanya

“Aku lebih mencintaimu” Luhan meraih lengan Suzy yang berada dipipinya dan mencium punggung tangan Suzy yang beraroma vanilla.

Setelah melepas rindu satu sama lain yang walaupun belum tersalurkan semuanya, Luhan berpamitan pada Suzy dengan penuh penyesalan karna harus segara kembali lagi ke RS karna tugasnya, dan tentu saja Suzy mengizinkannya walaupun dalam hatinya gadis itu sangat kecewa karna tak bisa berlama-lama dengan dokter kesayangannya itu.

Suzy kembali masuk kedalam rumahnya dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil menatap bunga mawar yang baru saja ia dapatkan dari kekasihnya. Gadis itu tersenyum sangat bahagia, ia merasa saat ini fikiran-fikiran yang mengganggunya sejak kemarin telah terlepas menjerat otaknya. Oh tunggu dulu, fikiran yang mengganggunya?

“Astaga!” Suzy membangunkan tubuhnya dan membulatkan matanya begitu melihat jam yang bertengger didinding kamarnya menunjukan pukul 06:55 pm KST. Dengan cepat ia meraih ponselnya dan menekan-nekan layar ponselnya dan segera menghubungi salah satu nomor yang berada di kontaknya.

“Yobbosaeyo” suara pria yang berada diseberang telepon yang baru saja tersambung

“Sehun-ssi, maaf mengganggu waktumu sebentar” Suzy meneguk salivanya susah payah, ia merasa sangat gugup saat ini

“Eoh, Ada perlu apa?” ucap Sehun dengan nada santai dan dinginnya seperti tak ada yang terjadi.

“Hmm keugo… Tentang kontrak kerja kita..” Suzy memijat pelipisnya, ia benar-benar merasa sangat dilema saat ini, ditambah lagi dengan suara Sehun yang terdengar dingin ditelinganya

“Eoh, kenapa tentang kontrak kerjanya?” Saut Sehun masih dengan sikap santainya, dan tentu saja membuat Sehun menjauhkan sebentar ponselnya dan mengerutkan kedua alisnya bingung dengan sikap Sehun saat ini.

“Aku… Setuju” ucap Suzy memejamkan kedua matanya, mencoba menghilangkan kegugupannya, andai Sehun melihat tingkahnya saat ini pasti pria albino itu akan mentertawakannya.

“Eoh? Eoh, Geurae” Sehun menjawab perkataan Suzy yang susah payah Suzy ucapkan dengan ucapan sungkat seperti itu? Suzy mendengus kesal dibalik teleponnya, bukankah Oh Sehun keterlaluan? Ia bersikap seolah tak peduli dengan kontrak kerja yang ia tetapkan dan berhasil membuat Suzy hampir gila memikirkannya.

“Geundae… Aku ingin kau mengajak seseorang saat kita pergi keluar” ucap Suzy dengan nada yang terdengar kesal, dan Sehun tahu betul gadis itu kesal karna jawabannya tadi

“Untuk apa?” Sehun mengerutkan alisnya, ia merasa bingung dengan permintaan aneh penulisnya itu

“Coba kau fikirkan, Bagaimana jika tiba-tiba saat diluar phobia ku kambuh? Lalu siapa yang akan menenangkan-ku?” Suzy merebahkan tubuhnya, ia cukup lelah berbicara dengan pria menyebalkan seperti Oh sehun.

“Aku” jawab Sehun dengan santainya, dari mana Sehun mendapatkan percaya dirinya seperti saat ini? Bukan main.

“Oh Sehun! Aku serius, bagaimana mungkin kau bisa menenangkanku kalau kau sendiri tak akan mampu menyentuhku!” Suzy meninggikan nada suaranya, ia benar-benar geram dengan sikap dan fikiran pria itu.

“Ah, begitu… Baiklah aku akan mengajak seseorang yang bisa menenangkan dirimu” jawab Sehun masih dengan nada santai yang lebih terdengar menjengkelkan bagi Suzy.

“Oke, Sampai jumpa besok” ucap Suzy sebelum ia memutuskan panggilannya dengan pria menyebalkan itu. Suzy melempar asal ponselnya keatas kasur dan ia merebahkan tubuh rampingnya diatas tempat tidur dan mulai memejamkan matanya. Setidaknya ia sudah merasa beban yang memberati hatinya sejak kemarin telah terlepas.

~ To be Continue ~

Annyeong… Maaf lama banget updatenya, aku bingung setiap nulis ff ini gimana caranya supaya tak membosankan dan tetap lurus dengan jalan cerita yang aku buat.

Semoga kalian suka ya… Terimakasih banyak buat yang setia menunggu dan membaca ff-ku.
Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya.❤️

Iklan

Penulis:

No one is too old for fairy tales believe in the Magic!

19 tanggapan untuk “Heal Me, Love Me [Chapter 5]

  1. Akhirnya dilanjut jugaaaa….
    Itu kenapa sih Luhan sweet banget? Kan ga tega mau ngeship HunZy jadinya huhu
    Jangan lama2 ya thor lanjutnya, fighting!

    Suka

  2. Kyaa akhirnya suzy setuju dengan kontrak yang dibuat sehun…dan sehun ternyata beneran suka sm suzy…
    sumpah luhan sm suzy romantis banget…ga kebayang reaksi sehun kl sampe tau kalo suzy itu yeojachingu hyungnya…???
    Penasaran siapa yang bakalan diajak suzy dan sehun ntar kl lg keluar…???
    ditunggu next chapnya…fighting

    Suka

  3. Akkkhhhh, masih bingung mau ngeship yg manaaaaaaa! Kalo Sehun ngegemesin, kalo Luhan manis bangetttt. Ga tega kalo mereka berdua nanti harus ada yang sakit hati huhu
    Semangat thor next chap-nya!

    Suka

  4. Aku tetep hunzy shiper aaaaah, semoga nanti Sehun dan suzy lebih manis yaaaaa…. ga sabar mau tau gimana mereka berdua ngabisin waktu bareng2. Fighting!

    Suka

  5. Udah keliatan banget kalo sehun beneran jatuh cinta sama suzy, syukurlah hehe
    Tpi sumpah bingung banget mau ngeship siapaaaaa, walaupun dihatiku aku pilih sehun hehe
    Cieee mereka bakalan jalan2 bareng walau bakalan ada org ketiga (?) Tpi gak papa deh yg penting ada momentnya wkwkwk
    Tpi luhan bener2 tulus cinta sma suzy huaaaaaaaa aku galauuuuuu
    Kayanya konfliknya bakalan gede deh yaaa, secara kakak adek mencintai org yg sma,, siapa yg baklan ngalah ?
    Next chapter ditunggu thor
    Jgn lama lama
    Fighting 😀

    Suka

  6. Wiiihh asyiiiik…. cinta segitiga nya semakin jelas sekarang hehe…. bakal ada drama yg seru. Sehun dan Suzy sama2 ingin sembuh dan mungkin mereka akan saling membutuhkan… tapi kasian juga sih ma Luhan huhuhu TT TT….. semangat u chapter berikutnya thor…

    Suka

  7. Apa yg akan terjadi saat sehun tau kalau wanita yg disukainya adlah kekasih dr hyungnya?dan bgmn jg sebaliknya..apa yg akan direncanakan sehun?.aigoo..jd makin penasaran

    Suka

  8. yaampun kayak mana ya reaksi luhan kalok tau gadis yg disukai adiknya adalah pacarnya sendiri………….
    suzy enak ya dikelilingi namja-namja tampan…..
    semangat author untuk nulisnya………

    Suka

  9. Luhan romantis banget…aigoo bikin iri kalo baca bagian pas suzy-luhan saling melepas rindu.sehun uring”an gara” nunggu telpon dari suzy wah daebbak,apa sehun sungguh telah trpesona oleh suzy?

    Suka

  10. Yohooooooo!!!! Suzy nerima kontraknya *naritortor*
    Penasaran gimana jalan-jalannya mereka berdua.
    Tapi author Rachhh, itu Luhannya sweet bgt, kurang lucky apa Suzy punya Luhan? Plis jangan sakitin Luhan hikhikssss

    Suka

  11. Suzy mau bawa siapa? Sehun memang setuju? Aku kira kayaknya dr awal sehun ingin ngajak pergi suzy berduaan..
    Luhan dan suzy mereka sepasang kekasih yg romantis dan slg mencintai, gmn nasib mereka kedepan nya? Dan gmn reaksi luhan pas tau perempuan yg disukai sehun adlah suzy..

    Suka

  12. Yah masa ada orang ketiga yang ganggu ngedate sehun sama suzy 😦 semangat kalian berdua nyembuhin phobianya dan semoga endingnya seperti yang diharapkan :’)

    Suka

  13. aahhhh jinjja luhan romantis banget bikin baper sendiri ah kalo di posisinya suzy. sehun ah pede banget bisa ngomong ceplas ceplos kayak gitu wkwkwk. semakin seru ffnya jadi makin penasaran sehun luhan suzy ketemu bareng jadi gimana

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s