Diposkan pada On going

Heal Me, Love Me [Chapter 4]

image

Credit : Poster by IRISH @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

Tittle : Heal Me, Love Me | Author : Rach | Genre : Medical, Romance, Family
Lenght : Chaptered | Main cast : Bae Suzy, Xi Luhan, Oh sehun | Other cast : Kim Jongin, Jung Soojung

Happy Reading~

Setelah perjanjian yang telah disetujui Suzy sore itu, Sehun dan Jongin meninggalkan Apartemen Suzy, dan menuju kediaman Sehun yang ternyata tak terlalu jauh dari Apartemen Suzy.

“Jongin-ah, besok aku akan menemui Suzy lagi. Beritahu dia” ucap Sehun begitu turun dari mobil dan berjalan memasuki Apartemennya

“Mwo? Untuk apa? Bukankah jadwalnya masih 2 hari lagi?” Jongin menatap bingung kesrah Sehun yang berjalan disampingnya

“Yak, bukankah lebih cepat lebih baik? Lagipula apa bedanya 2 hari lagi sama besok?” Sehun menekan beberapa angka yang menjadi password pintu Apartemennya

“Geundae.. Yak, Oh sehun! Kenapa kau jadi semangat sekali?” Jongin menatap Sehun dengan senyuman curiganya

“Mwo? Wae? Aku tak boleh semangat dengan projek baruku?” Sehun menatap tajam kearah Jongin, berjalan menuju dapurnya mencoba menutupi perasaan salah tingkah dihatinya

“Hmm… Sepertinya ada sesuatu nih! Kau tertarik pada Bae suzy?” Jongin menghampiri Sehun yang sedang meminum soda dari lemari esnya

“Yak! Jugguole (mau mati)?!” Sehun secepat kilat melemparkan tatapan jengkelnya pada sahabat yang sedang tertawa menggodanya
-OOO-

Sepeninggalnya Sehun dan Jongin, Suzy menyalakan laptopnya berniat ingin mempersiapkan projek baru yang 2 hari lagi akan dimulai.

Tetapi bunyi Bel seakan memerintah sang pemilik Apartemen untuk meninggalkan laptop dan menuju pintu rumahnya. Suzy dengan wajah lelah berjalan menuju pintu, tanpa melihat sosok yang menunggunya dari intercom, ia membukakan pintu rumahnya tanpa ragu.

♫ ♪ Chen (EXO) – Best Luck♫ ♪

“Annyeong” Luhan tersenyum manis begitu melihat sosok gadis kesayangannya menampakan wajahnya setelah pintu terbuka

“Oppa? Kenapa Oppa tak pernah mau langsung masuk sih? Kamu kan sudah tau passwordku” Suzy tersenyum bahagia dan bermanja ria dilengan Luhan, berjalan memasuki apartemennya

“Aku ingin kau menyambut kedatanganku, seperti ini” Luhan tersenyum tak kalah bahagia mendapat sambutan manis dari kekasihnya

“Aigoo, bisa saja! Ah kau sudah makan malam Oppa?” Suzy menatap Luhan yang sudah duduk disofa ruang tv

“Hajji, Wae? Kau masak hari ini?” Luhan membalas tatapan Suzy dengan senyum yang masih terlukis diwajah tampannya

“Eoh, tadi ada tamu yang datang kesini. Niatnya ingin aku ajak makan malam bersama, tapi mereka tidak bisa karna masih ada acara lain katanya” jelas Suzy berjalan menuju dapur dan berdiri didepan kompor untuk menghangatkan masakkan yang belum tersentuh oleh tamunya tadi

“Siapa? Seorang pria?” Luhan menghampiri Suzy dan memberikan backhug-nya untuk gadis yang saat ini wajahnya mulai memerah karna ulah Luhan

“Ani…. 2 orang pria” Suzy membalik tubuhnya tersenyum menggoda Luhan yang menautkan alisnya kesal mendengar ucapannya barusan

“Yak! Siapa mereka?” Luhan melepas lengannya yang melingkar dipinggang Suzy

“Klien baruku Oppa” Suzy menarik kembali lengan Luhan agar melingkar dipinggangnya

“Hmm, kau senang bertemu mereka?” Luhan kembali tersenyum dan menarik tubuh Suzy kedalam pelukannya

“Tentu saja, mereka pria-pria tampan” Suzy menganggukan kepalanya dan menatap Luhan yang kembali melepaskan pelukannya

“Tapi… Tidak lebih tampan dari kekasihku” Lanjut Suzy sambil tersenyum manis menatap Luhan yang juga tersenyum senang kearah Suzy

Luhan mendekatkan wajahnya kearah Suzy, memangkas jarak diantara mereka dan mengecup lembut bibir merah gadis dihadapannya itu, melumat bibir manis itu dengan sapuan lembut yang juga mendapat balasan dari gadis yang telah melingkarkan lengannya ditengkuk pria bermata sejernih kristal itu.

“Siapa klien barumu?” Tanya Luhan yang sedang menyantap makan malam buatan Suzy yang sudah dihangatkan

“Hmm, seorang pengusaha muda. Entahlah, aku juga belum mengenalnya” jawab Suzy yang juga asik menyantap makan malamnya

“Hanya itu? Tidak ada yang istimewa?” Luhan kembali mengajukan pertanyaan tanpa menghentikan mulutnya untuk menyantap hidangan diatas meja

“Hmm, dia punya phobia. Hampir mirip denganku” ucap Suzy sambil tersenyum manis melihat Luhan yang sedang menatapnya

“Phobia apa? Siapa namanya?” Luhan membalas senyuman Suzy dan kembali mengajukan pertanyaan sebenarnya hanya untuk mengalihkan perasaan Suzy agar tidak mengungkit phobianya diluar jam terapi

“Rahasia, bukankah kau tau aku harus menjaga privasi klienku?” Suzy menggelengkan kepalanya tertawa melihat Luhan yang memicingkan matanya jengkel

“Hmm gurrae, kita tetap harus profesional. Oke?” Luhan mengukir senyuman diwajah tampannya khusus untuk wanita favoritnya didunia ini
-OOO-

Pantulan sinar matahari pagi menembus kaca besar masuk kedalam kamar tidur gadis yang kini masih memejamkan matanya, gadis itu sudah bangun dari alam bawah sadarnya, tapi ia masih enggan untuk membuka mata indahnya, ia lebih memilih membiarkan kulit-kulit putihnya menyerap vitamin D yang didapat dari serabut-serabut sinar mentari pagi.

“Yobosaeyo” Suzy dengan terpaksa membuka matanya begitu mendapat panggilan telepon diponselnya

“Suzy-ssi, Saya Kim Jongin. Maaf saya mengganggu pagi-pagi” ucap pria yang sudah rapih dengan setelan kantoran berdiri didalam ruangan bersama pria lain yang masih memakai piyamanya diatas kasur

“Ah Ne, Gwaenchansemnida. Ada apa Jongin-ssi?” Balas Suzy yang dengan sigap mendudukan dirinya dan merapihkan rambut berantakannya yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dilakukan

“Keugo.. Oh Sehun meminta jadwal pertemuan dimajukan jadi hari ini, bagaimana?” Jongin melirik seseorang yang dengan wajah mengantuknya berusaha menatap Jongin sengan tatapan penasaran

“Mwo? Kenapa harus dimajukan?” Suzy melangkahkan kakinya menuju dapur dan menuangkan segelas air mineral kedalam cangkirnya
“Hmm, keugo-“

“Besok aku ada acara, Menurutku kau tak berhak menolak permintaan klienmu, benarkan?” Pria dengan suara khas baru bangun tidur terdengar berbicara disebrang telepon Suzy dan tentu saja membuat Suzy terkejut dan hampir memuntahkan air mineral yang sedang diminumnya

“Ah, Ne baiklah. Kita bisa bertemu hari ini, nanti jamnya saya-“

“Aku akan datang sebelum makan malam” Sehun memutuskan panggilan telepon secara sepihak, entah sadar atau tidak tiba-tiba bibir mungilnya terukir senyuman yang tentu saja membuat Jongin yang sejak tadi menatapnya dibuat terheran-heran.

“Aish, seenaknya sekali mengatur orang!” Suzy menggerutu pada dirinya sendiri, melemparkan ponselnya asal keatas sofa ruang tv

***

“Yak! Oh Sehun! Jelaskan apa yang kau Fikirkan!” Jongin berteriak melihat tingkah sahabatnya yang menurutnya aneh keluar kamar menuju dapurnya

“Apa yang harus dijelaskan? Memang menurutmu apa yang sedang aku fikirkan?” Alih-alih menjawab, sehun malah balik mengajukan pertanyaan pada jongin yang menatapnya jengkel karna melihatnya menahan senyum bahagianya

“Kau menyukai Suzy-ssi?” Jongin menatap lekat manik hitam pria yang sekarang sedang salah tingkah tak bisa menutupi perasaannya didepan Jongin, sahabat yang sudah mengenalnya sejak dulu

“Ani, Noe micheoseo! (Kau gila!)” Sehun memicingkan mata tajamnya membalas tatap Jongin dan berjalan meunuju ruang tv

“Gotjimal! Aku mengenalmu Oh sehun!” Jongin berjalan menghampiri Sehun yang sedang menyesap cappucino latte nya sambil menatap tv yang menyiarkan berita pagi berusaha mengalihkan tatapan Jongin

“Aku hanya berfikir kalau kami berdua mirip” Sehun menjawab rasa penasaran Jongin tanpa menatap kearah pria berkulit Tan yang duduk disofa sebelahnya

“Hmm menurutku, kalian berdua ditakdirkan untuk bersama” Jongin menganggukan kepalanya tersenyum membayangkan sahabatnya bisa kembali bersama seorang wanita setelah 5 tahun menutup dirinya

“Yak!” Sehun mengepalkan tangannya didepan wajah Jongin yang tertawa menggodanya

“Wae? Ayo pukul aku” Jongin hanya tertawa melihat sahabatnya itu mendengus kesal menarik kembali kepalan tangannya, mana mungkin seorang Oh Sehun mau membiarkan phobianya kambuh hanya untuk memukul wajah sahabatnya yang sangat menjengkelkan menurutnya.
-OOO-

“Ting.. Tong” suara bel dari pintu apartemen Suzy berbunyi beberapa kali

Suzy bangkit dari sofa ruang tv-nya, dan berjalan berniat membukakan pintu apartemennya. tanpa perlu melihat intercom, suzy sepertinya sudah yakin siapa orang yang bertamu sore ini.

“Annyeonghaseo” ucap Suzy tersenyum menyambut tamu yang berdiri dibalik pintu

“Boleh aku langsung masuk?” Bukannya membalas sapaan Suzy, orang itu malah tersenyum dan menaikan alisnya melirik kedalam apartemen Suzy

“Ne? Ne silahkan masuk” jawab Suzy mempersilahkan tamunya masuk

Setelah mempersilahkan tamunya duduk disofa, Suzy dengan sigap melangkahkan kakinya ke dapur, membuatkan minuman untuk sang tamu, dan memberikannya pada tamunya yang saat ini sedang sibuk menyebar pandangannya ke sekitar apartemen Suzy.

“Silahkan diminum Sehun-ssi” Suzy menawarkan Sehun yang notabennya adalah klien barunya untuk meminum Orange juice yang diletakkan didepan meja sofa yang Sehun duduki

“Ah iya, kemarin kan kau tak jadi menjamu makan malam untukku. Bagaimana kalau digantikan dengan hari ini?” Sehun tersenyum dengan tatapan berharap bahwa keinginannya dikabulkan oleh sang penulis

“Geundae… Aku tak punya persiapan bahan makanan” jawab Suzy yang mulai sedikit kesal karna sikap pria tampan didepannya. Yap, tentu saja Suzy juga mengakui ketampanan Oh Sehun.

“Hmm, Ramyeon. Bagaimana kalau kita makan Ramyeon saja? Kau pasti punya kan?” Sehun tanpa sadar mengeluarkan jurus agyeo-nya yang sejak dulu hanya diperlihatkan didepan Hyung dan sahabatnya, Kim Jongin.

“Iseoyo, Geundae-“

“Oh ayolah Bae Suzy. Apa pantas kau membiarkan tamu-mu ini kelaparan?” Lagi-lagi Sehun menampilkan agyeo-nya yang semakin membuat Suzy menarik nafas terkejut dengan sikap aneh pria yang menurutnya berwibawa, tetapi perkiraannya salah besar.

“Ne, aku akan buatkan Ramyeon, Gidaryeo” Suzy melangkahkan kakinya menuju dapur dengan perasaan jengkel dalam hatinya.

Tak butuh waktu lama untuk membuat hidangan Ramyeon, bukan? Hanya membutuhkan waktu 10 menit, hidangan makan malam Suzy telah siap. Yap, 2 mangkuk Ramyeon dengan telur rebus dan sayuran telah siap diatas meja makan.
Satu hal yang membuatnya semakin terkejut, pria yang memaksanya membuat Ramyeon telah duduk diruang makan sebelum sang pemilik rumah mempersilahkan tamunya itu untuk duduk disitu. Suzy hanya menghembuskan nafas dan menggelengkan kepalanya tak percaya karna sikap tamu yang merepotkan seperti Oh Sehun.

♫ ♪ Hong Dae Kwang – I Feel You♫ ♪

“Terima kasih untuk makanannya” Sehun tersenyum manis menatap Suzy sebentar, kemudian pandangannya kembali menatap Ramyeon yang langsung disantap olehnya

Gadis pemilik gigi kelinci yang saat ini duduk dihadapan Oh sehun, ia menelan salivanya dengan sedikit kesulitan karna pertama kalinya ia melihat senyuman yang mampu memabuk-kan Oh sehun dengan mata bulan sabitnya itu.

“Kau tidak ikut makan?” Tanya Sehun masih asik menyantap Ramyeonnya

“Ne?” Suzy sedikit terkejut mendapat pertanyaan yang sebenarnya tidak seharusnya membuatnya terrkejut, hanya saja sejak tadi tanpa sadar Suzy asik memperhatikan wajah pria yang baru dikenalnya itu begitu lahap menyantap Ramyeon buatannya.

“Jangan bilang, kau sudah kenyang karna melihatku makan?” Sehun berniat menggoda Suzy, tapi bukannya membuat Suzy malu, Sehun malah mendapatkan tatapan tajam dari Suzy.

“Waeyo? Ah, umurmu berapa?” Tanya Sehun lagi, ia menatap Suzy yang mulai menyantap Ramyeon didepannya

“24 tahun” jawab Suzy tanpa membalas tatapan Sehun

“Hmm, aku lebih tua setahun darimu. Kalau begitu aku akan bicara banmal padamu” ucap Sehun sambil membersihkan bibirnya dengan tissue setelah menghabiskan Ramyeon dimangkuknya

“Terserah” jawab Suzy masih memalingkan wajahnya tak berniat melihat Sehun yang saat ini sedang menatapnya

“Kau benar penderita Agoraphobia?” Sehun masih menatap lekat wajah Suzy, entah kenapa ia seperti terhipnotis dengan wajah cantik milik penulis yang baru saja ia kenal

“Ne” jawab Suzy, Oh ayolah. Suzy tak mau beradu tatapan dengan Oh sehun. Ia mencoba menahan matanya agar tetap fokus dengan Ramyeon diatas meja makannya

“Sejak kapan?” Pria berkulit putih dengan ukiran wajah tampan itu kembali melemparkan pertanyaan untuk gadis yang duduk didepannya

“Cukup lama” dari ekspresi gugup karna terus saja diperhatikan Sehun, kini ekspresi Suzy berubah sedikit jengkel karna terus saja diberikan pertanyaan

“Wae? Kenapa kau bisa menderita phobia itu?” Sehun tanpa rasa malu terus memberikan pertanyaan-pertanyaan pada gadis dihadapannya itu. Andai Suzy peka, Sehun hanya ingin membuat Suzy membalas tatapannya, ia ingin melihat manik kecoklatan milih Bae suzy.

“Permisi… Apa disini kau yang akan membuat biografiku? Ayolah Sehun-ssi! Sejak tadi kau terus-terusan bertanya tentang diriku” Tak tahan karna pertanyaan-pertanyaan Sehun, akhirnya Suzy meletakan sumpitnya dan kembali menatap Oh sehun, tapi bukan tatapan tajam seperti itu yang diharapkan Oh sehun.

“Eoh? Geurrae, kau tak perlu menjawab pertanyaanku. Dan aku tak akan mau menjawab pertanyaan darimu.” Sehun sedikit membulatkan mata sipitnya karna terkejut mendapat tatapan tajam dari gadis didepannya, Sehun pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju sofa ruang tv meninggalkan sang pemilik apartemen yang mendengus kesal karna ulahnya

“Sehun-ssi, Apa maksud perkataanmu?” suzy berjalan menghampiri Sehun yang dengan santainya menikmati acara vairety show yang ditayangkan malam ini ditv Suzy

“Perkataanku? Apa maksudmu?” Bukannya menjawab, Sehun malah balik bertanya dengan pertanyaan konyolnya

“Tentang yang kau bicarakan tadi” Suzy mendudukan dirinya menatap kesal kearah pria menjengkelkan itu

“Ah, itu kontrak kerjaku” jawab Sehun tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv

“Kontrak kerja? Maksudmu?” Suzy masih tak mengerti dengan ucapan Sehun, ia menatap lekat wajah pria penderita Chiraptophobia didepannya

“Aku tak mau memberitahumu seperti apa diriku” Jelas Sehun masih asik menikmati acar tv yang mampu membuatnya tertawa

“Yak! Bagaimana bisa aku membuat biografimu, jika kau tak memberitahuku!” jawab Suzy tentu saja menolak mentah-mentah kontrak kerja yang dibuat oleh Oh sehun

“Aku ingin kau sendiri yang mengetahui seperti apa diriku” Sehun membalas tatapan Suzy, tapi bukan tatapan tajam yang ia berikan, melainkan tatapan lugu seakan ia tak berdosa pada gadis yang saat ini hampir mengeluarkan tembakan laser dari matanya yang bergejolak emosi

“Bagaimana caranya aku bisa mengetahui dengan sendirinya?” Jawab Suzy membangkitkan dirinya dan berjalan menuju dapur. Ia mengambil sekaleng soda dari lemari esnya. Jujur saja, obrolannya dengan Sehun benar-benar membuatnya gerah karna menahan emosi

“Aku akan buat jadwal pertemuan kita, seminggu dua kali. Pertemuan pertama aku akan datang kesini dan kau bebas bertanya apapun tentangku, hanya saja aku punya hak untuk tak menjawab pertanyaanmu. Dan pertemuan kedua, aku ingin kita pergi berdua keluar dari apartemen ini, dalam pertemuan diluar kita menghabiskan waktu bersama berdua, jadi kau bisa tau seperti apa diriku” Jelas Sehun tersenyum menatap Suzy yang membulatkan kedua mata dan hampir menahan nafasnya karna terkejut dengan permintaan klien didepannya ini

“Shirrendaeyo! Aku tak setuju dengan kontrak kerja aneh itu!” Suzy membalas senyuman Sehun dengan helaah nafas emosinya

“Joengmal? Kalau begitu aku tak bisa memaksa, kebetulan projek kita belum dimulai. Jadi lebih baik aku batalkan saja, Bagaimana?” Sehun bangkit dari duduknya masih dengan tatapan mengarah Suzy

“Yak! Oh sehun! Bagaimana bisa kau memutuskan kontrak kerja dalam projek kita sesukamu sendiri?!” Suzy berteriak mencoba menghalangi langkah Sehun yang semakin dekat dengan pintu keluar

“Telepon aku, jika kau setuju dengan kontrak kerjaku. Aku tunggu 24 jam mulai dari saat ini” Sehun melirik jam yang menunjukan pukul 7 malam yang terpajang di dinding ruang tv Suzy

“Oh sehun!!!!” Suzy semakin meninggikan nada suaranya ketika Sehun membuka pintu dan melangkahkan kakinya meninggalkan Apartemen Suzy.

~To be Continue~

Hallooo…. Maaf ya kalau update chaptere-nya lama.
Terimakasih buat kalian yang selalu meninggalkan jejak di Chapter sebelumnya tanpa kalian mungkin semangatku benar-benar padam *lebay* /slapped/. Xoxo❤️

Chapter selanjutnya akan aku publish disini terus ya, karena WP baru jadi tolong sering2 mampir ya kesini. Hehehe😘

Iklan

Penulis:

No one is too old for fairy tales believe in the Magic!

22 tanggapan untuk “Heal Me, Love Me [Chapter 4]

  1. Cie…sehun kayaknya love at the first sight sm suzy…suka banget sm cara sehun ngedeketin suzy…walau agak nyebelin tp ngegemesin kekeke…Ahh suzy sm luhan romantis banget…penasaran gmn ntar kl sehun-suzy-luhan pd saling tau…
    Pas baca moment suzy luhan yakin banget kl suzy ga bakal tertarik sm sehun coz mereka romantis banget…but semakin kesini siapa sih yg bisa nolak pesona oh sehun…apalagi dengan sikap sehun ke suzy yg ga terduga,,,
    ditunggu next chapnya…fighting…

    Suka

  2. Sehun mulai…. menaruh rasa k Suzy… jika Suzy setuju sm syaratnya berarti Suzy harus belajar keluar rumah dan berada keramaian. Bs jadi dia jg bakal suka ma Sehun.. awww kasian Luhan dong TT TT…. semangat ya thor

    Suka

  3. Kalo suzy sampai setuju sama kontrak kerjanya Sehun, bakal ada cerita baru dong dihidup Suzy. Waaah ga sabar nunggu selanjutnya.
    Semangat atuthor!!!

    Suka

  4. Semoga zyeon nerima kontrak sehun…. kapan lagi bisa ngabisin waktu seharian sm cowok macam oh sehun hihhihi😚
    Tapi disatu sisi ga mau liat luhan yg sakit hati hufff

    Suka

  5. Menurutku baik untuk phobia mereka berdua,,,, sehun akan mengajak suzy keluar yg artinya dia bakalan ada ditempt umum yg pasti rame jdi siapa tau itu terapi terbaik buat phobianya
    Dan sehun akan sering sma suzy yaahh semoga aja sih mereka ada skinship kan bagus juga buat sehun hehehe
    Tpi gimna dgn luhan yaaa?
    Aarrrghhhh susah ditebak nihhh, suzy baklan sama sehun apa luhan?
    Berharapnya sih sehun hohoho
    Next chapter ditunggu thor 🙂
    Fighting!!! 😀

    Suka

  6. Ahh langsung komen di part 3 gpp yaa..seblmnya baca di KSF dan ternyata disini sdh ada bbrp part yg update..
    Sepertinya sehun tertarik dengan suzy sampai membuat kontrak kerja seperti itu…

    Suka

  7. Emm,,,,krasa sehun bersikap seperti itu agar bisa lebih dekat dengan suzy.tapi kontrak kerja macam apa itu?itu justru seperti bukan kontrak kerja tapii seperti paksaan untuk melakukan kencan kekekeke dasar oh sehun

    Suka

  8. Yeyyyy akhirnya kebalap juga baca sampe chap ini. Jadi komennya ga sendirian hihihi
    Itu sehun modussss ih, tapi gemes bacanya wkwkwk
    Kira2 Suzy mau ga ya nerima kontrak dari Sehun?
    Ga nyesel ke wp ini😚😚😚

    Suka

  9. Cie Sehun modus Cie…..
    Makin penasaran, semoga Suzy mau nerima kontrak itu. Kan bisa aja mereka berdua saling mendukung mengalahkan phobia mereka, yakan Rach? Apasih, sotoy! *plak*

    Suka

  10. Itu sehun modus atau gmn cerita nya.. ngajuin syarat kontrak kerja kayak gitu ke suzy.. udh tau suzy phobia keluar rumah alias keramaian ini mlh mau ngajak pergi keluar wlpn keluar itu mngkn dlm artian cm mereka berdua.. suzy gmn nerima atau engga syarat nya sehun? Sdngkn nasib karir nya dia di perjuangkan dlm proyek kali ini..

    Suka

  11. aaaaa sehun mah bisa aja kalo ngegoda, min ffnya seru banget jadi kepo suzy kalo kena triangle love story gimana sama hunhan wwkwkwk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s